Pertanyaan
Apakah ARV itu?sejauh mana fungsi ARV bagi
pemakainya? Apakah ARV memang efektif? Saya ada mendengar ada pasien
yang mengeluh, andai dia tidak mengkonsumsi ARV mungkin umurnya bisa
lebih panjang. Saya hanya ingin tahu, karena ada anggota keluarga saya
yang mengidap HIV dan sedang menunggu jatah ARV.
Terima kasih.
rain_tearsdrop@*****com
Jawab:
Penyakit
HIV-AIDS akhir akhir ini cenderung meningkat. Hal ini dikarenakan
kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri semakin baik. Oleh karena
itu, apabila ada diantara kita yang sedang mengalami: demam lebih dari
satu bulan, batuk lebih dari satu bulan, diare lama (juga lebih dari
satu bulan), berat badan turun terus menerus, sebaiknya segera
memeriksakan diri ke dokter. Sebab, salah satu gejala atau tanda
terserang AIDS adalah seperti itu (demam lama, batuk lama, diare lama,
Berat badan turun drastis).
Penyakit HIV AIDS disebabkan oleh
virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus ini selalu beranak pinak
di dalam tubuh kita, melalui sel limfosit T (bagian dari sel darah
tubuh). Satu virus bisa berkembang menjadi 100.000 virus baru setiap
harinya. Semakin banyak virus di dalam tubuh, akan semakin melemahkan
daya tahan tubuh kita. Apabila daya tahan tubuh kita semakin lemah,
bisa dilihat dari pemeriksaan CD4, maka penyakit lain akan mudah
menyerang kita. Penyakit lain tersebut dikenal sebagai infeksi
oportunistik (infeksi ikutan), antara lain: Tuberkulosis Paru, Herpes
simpleks, Jamur di mulut, Infeksi CMV, Toksoplasmosis, Hepatitis B, C.
dan masih banyak lagi.
Agar virus HIV tidak terus menerus
berkembang biak di dalam tubuh kita, maka pasien yang terinfeksi HIV
harus minum obat ARV (Antiretrovirus). Obat tersebut dimaksudkan untuk
menekan perkembang biakan virus HIV. Bukan mematikan seratus persen,
hanya menekan perkembangbiakannya. Ibarat pil KB, maka obat tersebut
merupakan pil KB bagi virus HIV agar tidak beranak pinak sedemikian
cepat.
Obat ARV diminum setiap hari sepanjang hidup pasien HIV
AIDS. Menurut banyak panelitian, jika obat ARV diminum secara teratur
sesuai anjuran dokter, maka obat ini akan efektif membantu pasien.
Pasien akan merasakan kesegaran badan yang lebih baik. Berat badan
meningkat setiap bulan. Jumlah virus akan menurun, dan kekebalan tubuh
akan meningkat yang ditandai dengan peningkatan kadar CD4 (diperiksa
tiap tiga bulan).
Obat ARV dikatakan efektif kalau pasien secara
klinis menjadi lebih baik, demam menghilang, batuk berkurang, diare
berhenti, dan berat badan meningkat.
Tidak semua pasien HIV harus
segera minum ARV. Karena harus melihat berapa kadara CD4 nya. Bila masih
di atas 350 belum perlu menggunakan ARV. Dievaluasi terus tiap tiga
bulan. Ada bebarapa pasien HIV yang belum perlu minum obat ARV karena
setiap kali diperiksa CD4nya selalu di atas 350. Setelah CD4 turun di
bawah 350 barulah obat ARV diminum.
Ada yang mengeluh setelah
minum ARV kok malah meninggal. Sebenarnya bukan demikian. Mungkin ketika
diketahui terserang AIDS kondisinya sudah cukup berat. Ditandai dengan
begitu banyaknya infeksi oportunistik yang muncul, CD4 sudah jauh
dibawah nilai normal (normalnya 400-1400), mungkin CD4 sudah di bawah
10. Kalau sudah demikian biasanya walaupun mendapat obat ARV seringkali
sudah ditolong.
Sekarang banyak pasien HIV AIDS yang bisa hidup
sehat , seperti orang sehat lainnya. Tidak keluhan, tidak ada gejala,
bisa bermanfaat bagi sesama. Mengapa? Karena selalu mengkonsumsi obat
ARV secara teratur sesuai anjuran dokter. Jadi. Obat ARV membantu
mengendalikan penyakit HIV AIDS.
Tentang Penulis :

Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro, SpPD-KPTI, salah satu dokter
spesialis penyakit dalam yang juga ahli penyakit tropis infeksi yang
lahir di Pemalang. Staf Divisi Penyakit Infeksi & Tropik, Bagian
Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi/Fakultas Kedokteran UNDIP.
Organisasi:
1. Ketua Tim HIV-AIDS RSUP Dr Kariadi-Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, sejak 2002 sampai sekarang
2. Sekretaris Sub Tim DALINOK. Komite Medis RSUP Dr Kariadi Semarang.
3. Anggota Tim ”Emerging Infectious Disease” RSUP Dr Kariadi Semarang
4. Anggota Tim “Pengendalian Infeksi Nosokomial” RSUP Dr Kariadi Semarang
5. Anggota Tim “Penanggulangan Penyakit SARS” RSUP Dr Kariadi Semarang
6. Anggota Tim “Pengendalian dan Pencegahan Resistensi Antibiotik”
AMRIN Study RSUP Dr Kariadi-Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
7. Pengurus dan Anggota PETRI Cabang Semarang
8. Pengurus dan Anggota PAPDI Cabang Semarang
9. Pengurus dan Anggota IDI Wilayah Jawa Tengah.`
sumber :
http://netsains.net
0 comments:
Posting Komentar
Silahkan komentar atau berbagi pengalaman.
Bila Saudara Menginginkan balasan secapatnya dari kami, komfirmasi ketik KOMENTAR kirim ke 082332222009. Terimaksih