Selamat Datang di www.terapinarkoba.com

Kami berpengalaman menangani KECANDUAN NARKOBA dengan metode MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di pulihkan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.
Sudah banyak pasien yang kami tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota

SAKAW dll cepat di pulihkan.

Prosedur Pemulihan kecanduan narkoba bisa RAWAT JALAN dan TERAPI JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja

SUDAH REHAB TAPI ANDA MASIH KECANDUAN JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI


TABIB MASRUKHI,MPA

Telp : 0823 3222 2009


GARANSI >>> klik disini

Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.

yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin Lepas dari ketergantungan narkoba maka segera di obati
2. Bila pecandu belum ada keinginan Lepas dari ketergantungan narkoba maka tetaplah motivasi untuk segera diobati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk di pulihkan secara tuntas.

Demikian semoga bermanfaat

Apakah ARV Efektif Mengobati HIV ?

Labels:

Pertanyaan
Apakah ARV itu?sejauh mana fungsi ARV bagi pemakainya? Apakah ARV memang efektif? Saya ada mendengar ada pasien yang mengeluh, andai dia tidak mengkonsumsi ARV mungkin umurnya bisa lebih panjang. Saya hanya ingin tahu, karena ada anggota keluarga saya yang mengidap HIV dan sedang menunggu jatah ARV.
Terima kasih.

rain_tearsdrop@*****com



Jawab:

Penyakit HIV-AIDS akhir akhir ini cenderung meningkat. Hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri semakin baik. Oleh karena itu, apabila ada diantara kita yang sedang mengalami: demam lebih dari satu bulan, batuk lebih dari satu bulan, diare lama (juga lebih dari satu bulan), berat badan turun terus menerus, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Sebab, salah satu gejala atau tanda terserang AIDS adalah seperti itu (demam lama, batuk lama, diare lama, Berat badan turun drastis).
Penyakit HIV AIDS disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus ini selalu beranak pinak di dalam tubuh kita, melalui sel limfosit T (bagian dari sel darah tubuh). Satu virus bisa berkembang menjadi 100.000 virus baru setiap harinya. Semakin banyak virus di dalam tubuh, akan semakin melemahkan daya tahan tubuh kita.  Apabila daya tahan tubuh kita semakin lemah, bisa dilihat dari pemeriksaan CD4, maka penyakit lain akan mudah menyerang kita. Penyakit lain tersebut dikenal sebagai infeksi oportunistik (infeksi ikutan), antara lain: Tuberkulosis Paru, Herpes simpleks, Jamur di mulut, Infeksi CMV, Toksoplasmosis, Hepatitis B, C. dan masih banyak lagi.
Agar virus HIV tidak terus menerus berkembang biak di dalam tubuh kita, maka pasien yang terinfeksi HIV harus minum obat ARV (Antiretrovirus). Obat tersebut dimaksudkan untuk menekan perkembang biakan virus HIV. Bukan mematikan seratus persen, hanya menekan perkembangbiakannya. Ibarat pil KB, maka obat tersebut merupakan pil KB bagi virus HIV agar tidak beranak pinak sedemikian cepat.
Obat ARV diminum setiap hari sepanjang hidup pasien HIV AIDS. Menurut banyak panelitian, jika obat ARV diminum secara teratur sesuai anjuran dokter, maka obat ini akan efektif membantu pasien. Pasien akan merasakan kesegaran badan yang lebih baik. Berat badan meningkat setiap bulan. Jumlah virus akan menurun, dan kekebalan tubuh akan meningkat yang ditandai dengan peningkatan kadar CD4 (diperiksa tiap tiga bulan).
Obat ARV dikatakan efektif kalau pasien secara klinis menjadi lebih baik, demam menghilang, batuk berkurang, diare berhenti, dan berat badan meningkat.
Tidak semua pasien HIV harus segera minum ARV. Karena harus melihat berapa kadara CD4 nya. Bila masih di atas 350 belum perlu menggunakan ARV. Dievaluasi terus tiap tiga bulan. Ada bebarapa pasien HIV yang belum perlu minum obat ARV karena setiap kali diperiksa CD4nya selalu di atas 350. Setelah CD4 turun di bawah 350 barulah obat ARV diminum.
Ada yang mengeluh setelah minum ARV kok malah meninggal. Sebenarnya bukan demikian. Mungkin ketika diketahui terserang AIDS kondisinya sudah cukup berat. Ditandai dengan begitu banyaknya infeksi oportunistik yang muncul, CD4 sudah jauh dibawah nilai normal (normalnya 400-1400), mungkin CD4 sudah di bawah 10. Kalau sudah demikian biasanya walaupun mendapat obat ARV seringkali sudah ditolong.
Sekarang banyak pasien HIV AIDS yang bisa hidup sehat , seperti orang sehat lainnya. Tidak keluhan, tidak ada gejala, bisa bermanfaat bagi sesama. Mengapa? Karena selalu mengkonsumsi obat ARV secara teratur sesuai anjuran dokter. Jadi. Obat ARV membantu mengendalikan penyakit HIV AIDS.

Tentang Penulis :

Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro, SpPD-KPTI, salah satu dokter spesialis penyakit dalam yang juga ahli penyakit tropis infeksi yang lahir di Pemalang. Staf Divisi Penyakit Infeksi & Tropik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi/Fakultas Kedokteran UNDIP.
Organisasi:
1. Ketua Tim HIV-AIDS RSUP Dr Kariadi-Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, sejak 2002 sampai sekarang
2. Sekretaris Sub Tim DALINOK. Komite Medis RSUP Dr Kariadi Semarang.
3. Anggota Tim ”Emerging Infectious Disease” RSUP Dr Kariadi Semarang
4. Anggota Tim “Pengendalian Infeksi Nosokomial” RSUP Dr Kariadi Semarang
5. Anggota Tim “Penanggulangan Penyakit SARS” RSUP Dr Kariadi Semarang
6. Anggota Tim “Pengendalian dan Pencegahan Resistensi Antibiotik” AMRIN Study RSUP Dr Kariadi-Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
7. Pengurus dan Anggota PETRI Cabang Semarang
8. Pengurus dan Anggota PAPDI Cabang Semarang
9. Pengurus dan Anggota IDI Wilayah Jawa Tengah.`

sumber :
http://netsains.net







0 comments:

Posting Komentar

Silahkan komentar atau berbagi pengalaman.
Bila Saudara Menginginkan balasan secapatnya dari kami, komfirmasi ketik KOMENTAR kirim ke 082332222009. Terimaksih