kelompok liberal merusak Islam dari dalam
Senin, 14 Januari 2013
Hidayatullah.com–Umat Islam harus
mewaspadai kurikulum pendidikan Islam di Indonesia. Deminian menurut
Hartono Ahmad Jaiz, penulis buku “Aliran dan Pamah Sesat di Indonesia”
ini. Menurut Hartono, kurikulum pendidikan Islam di Indonesia sudah
banyak disusupi gagasan liberalisme agama.
“Di Indonesia orang yang semakin tinggi
gelar pendidikannya di IAIN atau UIN justru malah jadi liberal,”
jelasnya dalam kegiatan seminar “Ada pemurtadan di IAIN” di Masjid
Muhammad Ramadhan Bekasi Selatan, Ahad (13/01/2013).
Menurut Hartono, beberapa bukti
liberalisasi agama lewat pendidikan bisa dilihat dari hadirnya gagasan
pluralisme agama. Menurutnya, pluralisme agama adalah pendapat yang
mengatakan semua agama adalah benar.
“Oleh karena itu maka pluralisme agama itu tidak normal, pluralisme agama adalah kemusyrikan baru,” jelasnya lagi.
Ia menambahkan, kelompok liberal sengaja mengusung pluralisme untuk mengaburkan kebenaran Islam itu sendiri.
“Kelompok liberal ingin umat Islam
mentafsir ayat semaunya, hingga akhirnya umat dijauhkan dari kebenaran
itu sendiri,” jelasnya. Dan hal tersebut menurutnya lebih berbahaya dari
kristenisasi. Sebab menurut Hartono, kristenisasi merusak Islam dari
luar, namun kelompok liberal merusak Islam dari dalam.
Data Palsu
Dalam paparannya, Hartono juga menjawab
pernyataan Yeni Wahid dari The Wahid Institute di sebuah stasiun TV
Nasional yang sempat mengatakan angka perkosaan di negara yang
mewajibkan berjilbab jauh lebih tinggi dari negara yang tidak
mewajibkan. Menurut Hartono, pendapat putri Gus Dur ini dinilai tidak
mendasar dan telah menipu jutaan orang.
“Sifat-sifat seperti ini termasuk ciri
orang-orang munafik,” jelasnya dalam kegiatan yang diselenggarakan di
Masjid Muhammad Ramadhan Bekasi Selatan ini.
Rep: Thufail al Ghifari
Red: Cholis Akbar