Mutiara Hikmah
"Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. Hanya saja tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya".
(HR.Ahmad 1/377, 413 dan 453)
Selamat Datang di www.terapinarkoba.com Kami berpengalaman menangani KECANDUAN NARKOBA dengan metode MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di pulihkan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.
Sudah banyak pasien yang kami tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota
SAKAW dll cepat di pulihkan. Prosedur Pemulihan kecanduan narkoba bisa RAWAT JALAN dan TERAPI JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja
SUDAH REHAB TAPI ANDA MASIH KECANDUAN JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI
TABIB MASRUKHI,Br.M.,A.Md.Kep
Telp : 0823 3222 2009
GARANSI >>> klik disini
Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.
yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin Lepas dari ketergantungan narkoba maka segera di obati
2. Bila pecandu belum ada keinginan Lepas dari ketergantungan narkoba maka tetaplah motivasi untuk segera diobati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk di pulihkan secara tuntas.
Demikian semoga bermanfaat
Home »
syaraf
» Sakit Migrain berarti Punya Bagian Otak yang Tidak Normal
By Tabib Masrukhi Maret 29, 2013
Penyakit migrain atau sakit kepala berdenyut yang
terkadang disertai mual adalah penyakit yang umum terjadi pada
masyarakat dunia, termasuk Indonesia.
Baru-baru
ini, penelitian di Italia menyebutkan bahwa seseorang yang mengalami
migrain memiliki bagian otak tertentu yang tidak normal.
Peneliti menemukan bahwa beberapa orang yang mengalami migrain
cenderung memiliki kelainan otak sejak lahir. Penelitian yang dipimpin
oleh Dr. Massimo Filippi dari University Ospedale San Raffaele sekaligus profesor neurologi di University Vita-Salute’s San Raffaele Scientific Institute
di Milan tersebut melibatkan lebih dari 60 orang dewasa dengan penyakit
migrain dan 18 orang sehat yang tidak mengalami migrain.
Dari hasil scan MRI ditemukan bahwa otak pasien migrain cukup
kompleks dan beberapa daerah korteks pada pasien migrain terlihat lebih
tebal.
Fillipi mengatakan, pasien migrain tidak hanya memiliki fungsi otak
yang berbeda, tetapi juga memiliki perbedaan struktural daripada otak
orang-orang yang tidak mengalami migrain, seperti dilansir Foxnews.
Peneliti masih belum memahami apakah perubahan struktural pada otak
tersebut bersifat dinamis atau terus mengalami perubahan seiring
bertambahnya usia.