“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman". (Al-Qur'an:al-Israa:82)"

Bersihkan darah dari Narkoba

Membersihkan darah dari racun narkoba kunci kesembuhan kecanduan narkoba

Mutiara Hikmah "Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. Hanya saja tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya".
(HR.Ahmad 1/377, 413 dan 453)


Selamat Datang di www.terapinarkoba.com

Kami berpengalaman menangani KECANDUAN NARKOBA dengan metode MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di pulihkan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.
Sudah banyak pasien yang kami tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota

SAKAW dll cepat di pulihkan.

Prosedur Pemulihan kecanduan narkoba bisa RAWAT JALAN dan TERAPI JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja

SUDAH REHAB TAPI ANDA MASIH KECANDUAN JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI


TABIB MASRUKHI,Br.M.,A.Md.Kep

Telp : 0823 3222 2009


GARANSI >>> klik disini

Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.

yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin Lepas dari ketergantungan narkoba maka segera di obati
2. Bila pecandu belum ada keinginan Lepas dari ketergantungan narkoba maka tetaplah motivasi untuk segera diobati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk di pulihkan secara tuntas.

Demikian semoga bermanfaat

Rasulullah ï·º
“Setiap penyakit ada obatnya, dan bila telah ditemukan dengan tepat obat suatu penyakit, niscaya akan sembuh dengan izin Allah”
Tampilkan postingan dengan label jantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jantung. Tampilkan semua postingan

Pengobatan Jantung Koroner Ala Tabib Masrukhi


jantung koroner

Pengobatan penyakit jantung koroner biasanya di perlukan waktu yang tidak dapat di tentukan , bahkan bisa seumur hidup. meskipun kadang telah di lakukan pemasangan cincin pada jantung pengobatan tetap di lanjutkan.

Salah satu pasien kami telah di lakukan pengobatan di rumah sakit selama 6 bulan belum juga sembuh, dada masih sakit, advis dokter spesialis jantung harus di lakukan pemasangan cincin jantung/ klep jantung. Operasi jantung tidak di lakukan karena tidak mampu , 


Singkat nya beliau berobat ke tempat kami dan alhandulillah banyak sekali perubahan, rasa sakit pada daerah dada berangsur hilang.


Jika di antara saudara menderita sakit penyumbatan jantung koroner tidak usah ber putus asa, dengan metode multi therapi dari kami Insya Allah saudara akan lebih cepat sembuh, aman, silahkan konsultasi dll hub kami Tabib Masrukhi 0858 6941 2009

Apa perlu minum obat Jantung se umur hidup ?


dr. Ikhwan Handi R

Kita sering mendengar ataupun mengetahui beberapa pasien penyakit jantung yang sering keluar masuk Rumah Sakit untuk menjalani rawat inap. Setelah menjalani pengobatan beberapa hari di Rumah Sakit pasien tersebut bisa pulih kondisinya, setelah pulang beberapa waktu kemudian gejala penyakit jantung seperti sesak atau nyeri dada terjadi lagi dan menjalani re-hospitalisasi. Hal ini bisa disebabkan karena memang derajat penyakit jantungnya sudah parah, mempunyai jenis penyakit katub jantung, terpapar infeksi kuman, dosis obat kurang adekuat atau karena salah satu faktor yang bisa dihindari yaitu obatnya tidak rutin diminum. Anggapan dan pemikiran pada penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner maupun gagal jantung tidak perlu minum obat lagi bila sudah tidak ada keluhan tidaklah bisa dibenarkan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa angka kepatuhan minum obat pada penderita penyakit jantung berpengaruh pada angka kejadian timbulnya serangan berulang yang membuat penderita menjalani perawatan kembali di rumah sakit. Penyakit jantung berkaitan dengan metabolisme. Penyakit jantung darah tinggi, gagal jantung maupun penyakit jantung koroner memerlukan obat-obatan untuk mengontrol proses metabolisme. Karena sifatnya mengontrol maka obat yang diberikan oleh dokter bisa untuk jangka waktu yang lama.

Penyakit darah tinggi berkaitan dengan produksi hormon Renin yang diproduksi ginjal, selain itu juga berkaitan dengan produksi protein angiotensin di hati dan produksi enzim ACE (Angiotensin Converting Enzym). Ketiganya berperan dalam pembentukan angiotensin II yang berfungsi sebagai vasokonstriktor yang menyebabkan peningkatan tekanan darah (hipertensi). Sesuai pedoman pengobatan hipertensi yang diberikan para ahli dan dokter jantung didunia pada JNC VII (Joint National CommitteeVII) di Amerika dan ESC (European Society of Cardiology) di Eropa, diperlukan modifikasi gaya hidup pada tahap awal dan selama berlangsungnya pengobatan. Obat yang diberikan bisa hanya 1 macam bila tekanan darah sistoliknya tidak lebih 160mmHg, tetapi bila lebih dari 160mmHg dokter bisa memberikan 2 sampai 3 macam obat. Obat ini bekerja dengan mempengaruhi produksi dan aktivitas hormon, protein maupun enzim sehingga terjadi proses vasodilatasi yang menurunkan tekanan darah. Modifikasi gaya hidup dengan cara makan makanan sehat, melakukan aktivitas fisik dan mengontrol berat badan sangat besar pengaruhnya pada keberhasilan pengobatan. Kerusakan di tingkat sel akibat hipertensi sangatlah hebat, jaringan endotel sebagai permukaan pembuluh darah yang menanggung dampak langsung dan pertama kali akibat tekanan yang tinggi. Secara mekanis fungsi perlindungan yang dimiliki jaringan endotel bisa menurun. Terapi obat yang diberikan oleh dokter tidak hanya semata-mata untuk menurunkan tekanan darah saja tetapi juga untuk memperbaiki dan mempertahankan fungsi endotel di pembuluh darah. Oleh karena itu pengobatan untuk hipertensi bisa diperlukan untuk jangka waktu yang panjang. Bila obat tidak rutin diminum maka komplikasi tekanan darah tinggi berupa kerusakan organ target seperti jantung sebagai pompa darah, otak, ginjal dan organ penting lain yang dialiri darah akan semakin cepat terjadi.

Gagal Jantung adalah salah satu komplikasi dari penyakit hipertensi yang kronik. Pada kondisi ini jantung tidak mampu lagi memompa darah secara optimal akibat tekanan yang tinggi di pembuluh darah. Kompensasinya jantung akan mengalami pembesaran sehingga fungsi pompa jantung akan menurun. Apabila otot-otot jantung mengalami pembesaran maka keadaan ini bisa menjadi irreversibel atau sulit untuk mengembalikan fungsi otot jantung seperti keadaan awal. Peran pengobatan disini adalah mengontrol tekanan darah dan mempertahankan fungsi pompa jantung seoptimal mungkin dengan cara mencegah terjadinya re-modeling atau perubahan morfologi otot jantung. Jadi pada diagnosa gagal jantung, bisa diperlukan obat-obatan yang diminum seumur hidup. Bagaimana bila obatnya dihentikan bila pasien sudah merasa kondisi tubuhnya enak? Tekanan darah bisa tidak terkontrol dan kembali tinggi, kondisi ini akan membuat otot-otot jantung bekerja lebih keras dan semakin menebal akhirnya fungsi pompa jantung kembali terganggu.

Penyakit jantung koroner yang ditandai nyeri dada atau angina seringkali kurang mendapatkan kewaspadaan. Faktor resiko hipertensi, dislipidemia, obesitas dan diabetes melitus seyogyanya menjadi acuan bagi masyarakat umum dan tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan penunjang yang lebih lengkap untuk diagnosa pasien –pasien yang mengalami keluhan nyeri dada. Tersumbatnya aliran darah di pembuluh darah koroner jantung dalam hitungan jam akan menyebabkan kerusakan otot jantung yang bermanifestasi ke nyeri dada. Kerusakan otot jantung akan menurunkan fungsi pompa jantung, menimbulkan aritmia atau gangguan irama denyut jantung dan akibat yang paling fatal adalah henti jantung. Oleh karena itu diagnosa dan penatalaksanaan penyakit jantung koroner harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Pengobatannya tidak hanya berupa obat yang disuntikkan atau diminum saja, bisa juga diperlukan suatu tindakan operasi minimal invasif atau cateterisasi pembuluh darah koroner untuk menghilangkan sumbatan atau pemasangan “stent” (ring) pada pembuluh darah koroner yang mengalami penyempitan. Setelah melewati pengobatan fase akut, pasien penyakit jantung koroner bisa diberikan obat antitrombotik yang berfungsi untuk mencegah terjadinya sumbatan berulang di pembuluh darah koroner, oleh karena itu pemberian obat ini bisa seumur hidup.

Bagi tenaga medis, dokter maupun perawat seyogyanya tidak lupa untuk selalu memberikan informasi kepada pasien dengan kondisi-kondisi yang memerlukan terapi obat yang harus diminum dalam jangka waktu yang lama ataupun seumur hidupnya. Bagi pasien hendaknya juga harus menyadari dan mematuhi petunjuk tenaga medis demi kesehatannya. Dan mari kita jaga pola makan, aktifitas dan berat badan agar kita yang masih diberi kesehatan tidak perlu minum obat seumur hidup!

Kepustakaan :

- Chobanian AV , Bakris GL , Black HR dkk. The Seventh Report

of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation,

and Treatment of High Blood Pressure: the JNC 7 report .

JAMA 2003

– Lily , leonard dkk. Pathophysiology of Heart Disease A Collaborative Project of Medical Students and Faculty. Fifth Edition. Lipincot Willias & Wilkins. 2011.

Pilihan Pengobatan Jantung Koroner

Gambaran Ikhtisar

‘Serangan Jantung’ merupakan penyebab kematian kedua setelah kanker di Singapura. Juga merupakan alasan paling sering ketiga bagi pasien untuk masuk rumah sakit. Pembedahan Bypass Arteri Jantung (CABG) yang dilakukan untuk kondisi ini, merupakan operasi jantung terbuka paling sering.


Penyebab

Serangan jantung terjadi ketika arteri jantung pemasok darah ke jantung mengeras dan tersumbat (penyakit jantung koroner). Pembedahan Bypass Arteri Jantung (CABG) merupakan operasi yang dilakukan untuk mengembalikan pasokan darah ke jantung.


Gejala

Penyumbatan arteri jantung menyebabkan nyeri dada (disebut angina pektoris), seringkali digambarkan ‘sesak’ yang kadang melibatkan rahang, bahu kiri atau tangan. Ketika ‘serangan jantung’ Anda mungkin sesak napas, keringat dingin dan kesemutan. Pada beberapa pasien (khususnya gula) tidak merasa sakit sama sekali. Jika otot jantung mati dan terjadi guratan, jantung lama kelamaan gagal menjadi pompa yang efektif.


Faktor Resiko

Faktor resiko penyakit jantung termasuk penyakit gula, tekanan darah tinggi, kolesterol darah berlebih, kegemukan dan merokok. Walaupun pertambahan usia dan jenis kelamin pria juga meningkatkan resiko, namun ada resiko yang ‘dapat diubah’. Bila ada sejarah penyakit jantung koroner dalam keluarga (khususnya generasi satu tingkat yang berusia dibawah 50 tahun) harus cepat berkonsultasi dini ketika gejala timbul.


Pencegahan

‘Pola hidup sehat’ merupakan investasi jangka panjang: jalan kaki teratur 30 menit, berhenti merokok, pola makan seimbang, mempertahankan berat badan, sekaligus perawatan penyakit gula dan tekanan darah tinggi merupakan awal yang baik. Jagalah tubuh Anda. Segera dapatkan perawatan medis jika gejala timbul.


Pilihan Pengobatan

Andalan utama penyakit jantung koroner tetap obat-obatan. Beberapa pasien mungkin memerlukan intervensi invasif seperti pembedahan bypass arteri jantung (CABG).

Selama pembedahan bypass arteri jantung (CABG), cangkok pembuluh darah baru berupa arteri atau vena yang sehat diambil dari kaki, tangan atau dada pasien, dipindahkan dan dijahit disekitar daerah tersumbat.
CABG

Cangkok pembuluh memasok darah beroksigen ke bagian jantung yang membutuhkan, sehingga “memotong jalan” arteri tersumbat dan mengembalikan aliran darah ke otot jantung. Penambahan aliran darah mengatasi gejala, menurunkan kebutuhan akan obat-obatan, dan memperpanjang hidup pada beberapa pasien terpilih.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Sebelum Prosedur 
Jika Anda merokok, Anda disarankan berhenti merokok sebelum operasi. Anda akan membutuhkan darah saat operasi. Tolong persiapkan 3-4 donor darah untuk menggantikan darah yang terpakai saat operasi.
Sehari Sebelum Prosedur
Anda tidak diperbolehkan makan atau minum apapun sekurang-kurangnya 6 jam sebelum operasi.
Pencahar diberikan untuk membersihkan isi perut Anda semalam sebelum operasi.

Apa yang terjadi sesudah prosedur?

Operasi bypass bertujuan supaya pasien dapat kembali ke pekerjaannya, atau pensiun dengan kesejehteraan penuh. Anda terus menerus berupaya dalam menjaganya. Anda harus menuruti resep obat-obatan, berhenti merokok, mengendalikan berat badan, dan mematuhi pola makan rendah garam, lemak dan kolesterol.


Program Rehabilitasi Kardiovaskular & Pencegahan Kardiologi



Anda disarankan untuk mengikuti Program Rehabilitasi Kardiovaskular & Pencegahan Kardiologi yang akan membuat, mendukung dan membantu Anda dalam pemulihan.


Berapa lama periode pemulihan?

Rawat inap tanpa komplikasi berkisar seminggu bila tidak ada komplikasi, sedangkan bekas operasi Anda akan sembuh total dalam 6 minggu hingga 2 bulan.


Berapa banyak jahitan?



Sayatan ditengah dada, dengan sayatan pada lengan dan kaki tergantung pada cara operasi dilakukan. Teknik baru dengan operasi ‘key hole’ tersedia bagi pasien tertentu.


Berapa lama saya harus cuti kerja?

Tergantung pada jenis pekerjaan Anda. Pekerja kantor bisa kembali bekerja 4-6 minggu. Pekerja kasar, khususnya yang membutuhkan kekuatan bagian atas tubuh dapat kembali setelah 3 bulan. Beberapa mungkin tidak dapat kembali ke jenis pekerjaan sebelumnya.


Haruskah saya merubah gaya hidup?



Operasi bypass jantung bertujuan agar pasien dapat kembali ke pekerjaannya, atau pensiun dengan kesejehteraan penuh. Anda terus menerus berupaya dalam menjaganya. Anda harus menuruti resep obat-obatan, berhenti merokok, mengendalikan berat badan, dan mematuhi pola makan rendah garam, lemak dan kolesterol.

Penyakit Jantung Koroner Bisa Sembuh ?



Penyakit Jantung Koroner terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup dari pembuluh darah koroner. Hal ini biasanya terjadi karena adanya penyempitan pada pembuluh darah koroner tersebut yang biasanya disebabkan oleh plak atau timbunan lemak berlebih.

Ketidakmampuan pembuluh darah koroner dalam menyediakan oksigen yang cukup bagi otot jantung, tentunya menyebabkan kinerja jantung menjadi lemah. Dan jika kekurangan pasokan oksigen dari salah satu pembuluh darah koroner ini tidak dapat diatasi oleh pembuluh koroner lainnya, maka otot jantung yang seharusnya bekerja memompa darah akan berhenti.

Penyumbatan pada koroner bervariasi tergantung pada banyaknya koroner yang tersumbat dan berapa persen penyumbatan yang terjadi.

Beberapa hal berikut dipercaya menjadi faktor-faktor resiko atas penyakit jantung koroner :
  1. Usia dan Jenis Kelamin makin tinggi usia, maka resiko terkena serangan jantung koroner lebih tinggi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 80% orang yang meninggal karena penyakit jantung koroner berusia di atas 60 tahun. Dan pria memiliki resiko lebih cepat terkena resiko jantung koroner daripada wanita yang resiko baru akan meningkat setelah menopouse.
  2. Tingginya kadar kolesterol
  3. Penyebab utama jantung koroner adalah kurangnya pasokan oksigen yang suplainya diperankan oleh pembuluh darah koroner. Ketika pembuluh ini tersumbat oleh kolesterol dan zat buangan lainnya maka penyakit inipun muncul.
  4. Keturunan
  5. Orang yang memiliki keluarga dekat berpenyakit jantung beresiko lebih tinggi dibandingkan yang tidak.
  6. Darah tinggi
  7. Tekanan darah tinggi menjadikan kinerja jantung lebih berat sehingga meningkatkan resiko jantung koroner.
  8. Kebiasaan merokok
  9. Seorang perokok memiliki resiko terkena serangan jantung koroner dua hingga empat kali lipat lebih besar dibandingkan mereka yang tidak merokok. Oleh karena itu, jika anda seorang perokok dan ingin terhindar dari penyakit mematikan ini, pertimbangkanlah untuk segera menghentikan kebiasaan tersebut.
  10. Kegemukan/Obesitas
  11. Kegemukan meningkatkan resiko tekanan darah tinggi, dan orang gemuk cenderung memiliki kadar kolesterol lebih tinggi.
  12. Penyakit Gula/Diabetes Mellitus
  13. Para penderita Diabetes memiliki kecenderungan beresiko lebih tinggi terkena serangan jantung koroner. Dua pertiga penderita penyakit gula ini meninggal karena serangan jantung.
  14. Stress
  15. Tingkat stress yang tinggi dan kemarahan yang tidak terkendali akan memicu serangan jantung dan stroke. Mengendalikan emosi menjadi kunci utama untuk menghindari resiko ini.
  16. Kurang Olahraga/ Kurang gerak
  17. Olahraga teratur membuat jantung rutin bekerja 'lembur' sehingga otot-otot jantung terlatih.
  18. Dari faktor-faktor di atas, beberapa diantaranya memang tidak dapat kita hindarkan karena memang sudah menjadi kodrat Ilahi. Kita tidak mungkin melawan penuaan atau bertambahnya usia atau merubah garis keturunan.
Namun demikian, resiko penyakit jantung koroner bisa Anda hindarkan dengan cara-cara berikut :

  1. Mengurangi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi. Biasanya terdapat pada daging berwarna merah seperti sapi dan kambing.
  2. Mengurangi atau bahkan berhenti sama sekali dari merokok dan minum kopi terlalu sering
  3. Olahraga secara teratur. Berjalan kaki, jogging, atau senam aerobik selama 30 menit setiap hari, 3-4 kali seminggu dapat menguatkan jantung, membakar lemak dan menjaga kesimbangan kolesterol.
  4. Kendalikan emosi/marah agar terhindar dari stress
  5. Mengatur pola makan sehat, memperbanyak makan buah-buahan dan sayuran yang mengandung antioksidan tinggi (Vitamin A, C dan E) karena makan seperti ini dapat mencegah lemak jenuh berubah menjadi kolesterol.
Demikian Insya Allah manfaat.

Jangan Takut, Penyakit Jantung Bisa Disembuhkan

Headline
(Foto: ilustrasi)
Penyakit jantung koroner adalah penyempitan pembuluh darah kecil yang memasok darah dan oksigen ke jantung. Penyakit jantung koroner juga disebut penyakit arteri koroner. Penyakit jantung masih menjadi momok bagi setiap orang. selain kejadiannya mendadak, penyakit ini juga mematikan. Namun jika ditangani secara tepat, penyakit jantung bisa disembuhkan. Penyakit jantung koroner masih menjadi pembunuh manuasia nomor satu di dunia termasuk Indonesia. Data terakhir dari badan kesehatan PBB, WHO menyebutkan 60% dari seluruh kematian adalah akibat serangan jantung koroner. Penyakit jantung koroner biasanya disebabkan oleh kondisi yang disebut aterosklerosis, yang terjadi ketika bahan lemak dan zat-zat lainnya membentuk plak pada dinding arteri. "Risiko penyakit jantung koroner bisa dihindari dengan mengurangi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, jauhi rokok dan alkohol, serta berolahraga secara teratur," kata ahli jantung dan pembuluh darah, RS Premier Jatinegara, Dr Muhammad Zaini, Sp.Jp(K).FIHA dalam acara "Jakarta Cardiovaskular Summit 2013" yang terselenggara berkat kerjasama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) di Jakarta, Mingu (2/6). Menurut Dr Zaini, terdapat bermacam-macam gangguan dan penyakit yang dapat mempenharuhi bagian maupun dari jantung, antara lain Karena bawaan lahir misalnya jantung yang tidak sempurna, kelainan katup jantung, dan melemahnya otot jantung. "Penyebab lain adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada jantung," jelas Dr Zaini. Namun, sambung Dr Zaini, penyakit jantung yang paling umun adalah jantung koroner yang dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian mendadak. "Penyebab jantung koroner ini dikarenakan adanya penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri karena penumpukan zat lemak, " uangkapnya. Lebih jauh Dr Zaini menguraikan, walaupun penyakit ini sering dianggap mematikan, jika ditangani secara tepat, penyakit jantung bisa disembuhkan melalui beragam cara pengobatan. "Intinya semua pengobatan yang ada untuk jantung koroner berfungsi untuk memperlebar jalur arteri (pembuluh darah) sehingga aliran darah bisa kembali lancar," urai Dr Zaini. Seseorang bisa terhindar dari risiko penyakit jantung koroner jika penderita selalu disiplin mengkonsumsi obat dan mengurangi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi serta tinggalkan stres. "Intinya, risiko penyakit jantung bisa diobati jika melakukan perubahan pola hidup sehat termasuk rutin berolahraga, stop rokok dan kopi serta hindari stres yang menjadi risiko pemicu timbulnya serangan jantung," katanya. Sementara itu, pemberian obat Aspirin bisa membantu pertolongan pertama seseorang yang terkena serangan jantung koroner secara mendadak. "Bisa dijadikan penolong. Bisa dikunyah dan ditelan," tambah Dr Zaini. Ia mengatakan, dengan mengonsumsi Aspirin ini, akan mampu mengencerkan darah 60-70 persen yang membeku di bagian pembuluh jantung. "Tapi memang Aspirin tidak bisa dikonsumsi oleh orang yang mempunyai riwayat alergi terhadap obat itu," tambahnya. 

Penderita Jantung koroner bagi mantan PEROKOK

Sakit jantung adalah konsekuensi terburuk dari merokok! Tetapi tahukah Anda, ada suplementasi vitamin yang mampu sehatkan kembali jantung para mantan perokok?
Dalam sebuah penelitian kecil di The Ohio State University, para peneliti mengumpulkan sebanyak 30 mantan perokok yang berusia 20 tahun sebagai responden. Para perokok itu sebelumnya merokok sebanyak setengah bungkus rokok per hari selama satu tahun sebelum mengikuti penelitian ini. Lalu seluruh peserta diminta berhenti merokok dengan pembagian 16 perokok menerima 500 miligram gamma-Tocopherol setiap harinya dan sisa 14 perokok lainnya hanya menerima plasebo.
Vitamin E Sebagai Extra Pendorong Jantung Kepada Mantan Perokok
Pada proses penelitian ini responden diminta untuk berhenti merokok selama tujuh hari dengan penanda darah peradangan dan fungsi pembuluh darah yang diukur sebelum dan sesudah percobaan. Setelah tujuh hari, peserta melihat peningkatan fungsi pembuluh darah mereka rata-rata 2,8 persen. Mereka yang berhenti merokok dan mengonsumsi gamma-Tocopherol dari vitamin E menghasilkan peningkatan tambahan 1,5 persen pada fungsi vaskular.

Richard Bruno, sang peneliti dan profesor nutrisi manusia di The Ohio State University, menyatakan, “Kami berharap dapat mengembangkan terapi berhenti merokok yang bisa mempercepat pemulihan fungsi pembuluh darah dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.”

Para peneliti menggunakan suplementasi vitamin E yang sama dengan yang dijual bebas di pasaran. Para peneliti ingin menguji efek dari konsumsi gamma-Tocopherol. Bentuk yang paling umum dari vitamin E dan salah satu yang dibutuhkan dalam diet manusia adalah alpha-Tocopherol.

Sebagai tambahan, para peneliti mengambil sampel darah untuk mengukur fungsi vaskular dengan mendapatkan gambar USG dari arteri di lengan atas sebagai alat yang merespon lonjakan aliran darah setelah sirkulasi di lengan dihentikan selama lima menit.

“Pelebaran pembuluh darah kardiovaskular menunjukkan peningkatan kesehatan jantung. Para perokok berat cenderung mengalami penyempitan pembuluh darah jantung,” ujar Bruno.
Para responden yang mengonsumsi suplemen vitamin E menunjukkan peningkatkan fungsi vaskular dan menunjukkan penurunan dua jenis protein yang terkait peradangan dalam darah dibandingkan para responden yang hanya mengonsumsi plasebo. Artinya, menurut Bruno, konsumsi vitamin E telah mengembalikan fungsi vaskular setidaknya dengan mengurangi peradangan.

Jadi, bagi Anda mantan perokok, jangan lupa ya, konsumsilah vitamin E dalam menu diet sehat sehari-hari supaya jantung kembali sehat. Sumber alami vitamin E adalah kacang kedelai, minyak kanola, dan kacang-kacangan. (nug)

GEJALA SERANGAN JANTUNG


Serangan jantung kini mulai sering menyerang di usia muda. Presenter Ricky Johannes, contohnya. Pria kelahiran  25 September 1967 ini tampak masih sehat dan enerjik, namun ia meninggal karena serangan jantung mendadak hari Jumat (22/3) lalu.

Wajar jika orang dengan kondisi yang "tampaknya sehat" tetap bisa terkena serangan jantung. Sebab, seperti dituturkan ahli jantung Muhammad Munawar MD, PhD, serangan jantung merupakan situasi ketika salah satu cabang pembuluh darah koroner tersumbat tiba-tiba. “Sebagian besar pasien didahului proses penyempitan yang berlangsung sedikit demi sedikit, bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun,” ujarnya.

Akibat penyempitan perlahan itu, kata anggota Tim Medik Presiden tersebut, penderita tidak merasakannya. Pada beberapa pasien, dinding penyempitan menjadi mudah retak (disebut juga rupture plaque), sehingga terjadi gumpalan darah yang menyumbat secara tiba-tiba. “Inilah serangan jantung (mendadak) itu,” ungkapnya.

Ketua Komite Medik pada RS Jantung Binawaluya, Jakarta, ini memaparkan bahwa dari data statistik, penyakit jantung koroner sebagian besar terjadi pada pria berusia di atas 40 tahun. Sedangkan pada wanita, di atas usia 50 tahun.

Kendati demikian, bukan tidak mungkin terjadi pada usia lebih muda. Maklum, penyebab umumnya adalah kolesterol tinggi, merokok, hipertensi, diabetes mellitus, kegemukan, serta kurang olah raga.

Karena itu, Wakil Ketua Masyarakat Jantung Asia Pasifik ini mengingatkan, yang terpenting adalah pencegahan dini. Mulailah dengan mengecek apakah ada diabetes atau mengidap kadar kolesterol tinggi. Ini bisa dilakukan dengan pemeriksaan darah.

Setelah itu, coba cek kemungkinan adanya penyempitan pada pembuluh darah koroner. Cukup dengan cara sederhana seperti melihat faktor keturunan atau melalui uji latih jantung dengan beban (treadmill test). Jika mau tes dengan teknologi tinggi, bisa saja lewat MSCT (multi slice computed tomography) dan scan nuklir.“Tetapi harus dipertimbangkan manfaat dan biayanya,” kata ahli yang menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Indonesia itu.

anda serangan jantung yang harus diperhatikan adalah sakit pada dada yang menjalar ke tangan, punggung, perut, kadang-kadang leher. Bisa juga ada rasa berat atau panas di dada, serta sesak napas.

Bila kondisi itu terjadi lebih dari setengah jam, dosen senior di Universitas Indonesia ini menyatakan, patut dicurigai adanya serangan jantung. Umumnya disertai keringat banyak, kadang-kadang muntah, sebagian pasien bahkan disertai kejang, seperti yang dialami almarhum Ricky Jo.

“Umumnya kejang itu disebabkan oleh serangan irama jantung yang mematikan (lethal arrhythmia), berupa fibrilasi ventricular,” katanya.

Serangan jantung seperti itu disebut mematikan, karena kalau tidak ada tindakan berupa pemberian kejut energi listrik lewat defibrillator dalam 10 menit, pasien bisa meninggal.  Alatnya itu, umumnya ada di ruang gawat darurat rumah sakit atau ambulans khusus. “Tapi di negara-negara maju, malah ada di tempat-tempat umum semacam bandara atau stasiun kereta api,” ujar Dr Munawar.

Sebagai tindakan pencegahan jika ada tanda-tanda serangan jantung, berikut tips dari ahli jantung, Muhammad Munawar PhD.
  1. Jangan menunda-nunda, apalagi malah mengambil tindakan tak perlu seperti dikerok atau dipijat.
  2. Minum aspirin dengan dosis 100-320 mg segera.  Kalau ada, berikan tambahan obat antiplatelet yang kuat seperti clopidogrel (300 mg, atu 4 tablet) atau ticagrelor 180 mg. Orang-orang dengan risiko serangan jantung tinggi hendaknya mempunya persediaan obat ini. Obat-obatan nitrat tidak banyak menolong dibanding dengan obat-obat tersebut.
  3. Jangan minta pertolongan kepada teman, tetangga, atau dokter keluarga, tetapi teleponlah langsung ke rumah sakit yang siap menangani pasien serangan Jantung. Pastikan bahwa rumah sakit tersebut punya ambulans (atau minta tolong ambulans 118). Siapkan nomor telepon penting ini di ponsel Anda.
  4. Pastikan pula rumah sakit yang dihubungi memiliki fasilitas pemberian thrombolisis (bila serangan Jantung masih dalam waktu kurang dari 3 jam) atau fasilitas kateterisasi jantung, dan dokternya siap melakukan tindakan pemasangan ring/stent.Oleh: Erly Susana

Disclaimers : Keingingan sembuh dari pasien dan dukungan keluarga serta lingkungan pergaulan sangat mempengaruhi tingkat kesembuhan. Segera di obati sebelum terlambat