Mutiara Hikmah
"Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. Hanya saja tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya".
(HR.Ahmad 1/377, 413 dan 453)
Selamat Datang di www.terapinarkoba.com Kami berpengalaman menangani KECANDUAN NARKOBA dengan metode MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di pulihkan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.
Sudah banyak pasien yang kami tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota
SAKAW dll cepat di pulihkan. Prosedur Pemulihan kecanduan narkoba bisa RAWAT JALAN dan TERAPI JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja
SUDAH REHAB TAPI ANDA MASIH KECANDUAN JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI
TABIB MASRUKHI,Br.M.,A.Md.Kep
Telp : 0823 3222 2009
GARANSI >>> klik disini
Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.
yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin Lepas dari ketergantungan narkoba maka segera di obati
2. Bila pecandu belum ada keinginan Lepas dari ketergantungan narkoba maka tetaplah motivasi untuk segera diobati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk di pulihkan secara tuntas.
Demikian semoga bermanfaat
By Tabib Masrukhi Juni 05, 2011

Itulah salah satu kesimpulan dari hasil penelitian berjangka panjang bernama EPIC (
European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition). Salah satu studi prospektif
terbesar di dunia itu meneliti hubungan antara diet dengan kanker dan
penyakit kronis lainnya seperti diabetes tipe 2. EPIC melibatkan para
ilmuwan dari sepuluh negara Eropa yang menganalisis data diet, gaya
hidup dan kondisi medis lebih dari 500.000 pria dan wanita dewasa. Untuk
penelitian prospektif ini, para peserta dipilih yang tidak menderita
penyakit kronis pada awal studi sehingga faktor risiko untuk penyakit
itu dapat diidentifikasi sebelum penyakitnya timbul. Selama periode
tindak lanjut rata-rata hampir sembilan tahun, sebanyak 1.432 subyek
menderita diabetes tipe 2, 394 menderita serangan jantung , 310
menderita stroke dan 1.801 menderita kanker. Orang yang meminum
lebih dari empat cangkir
(sekitar 600 ml) kopi berkafein setiap hari memiliki risiko 23 persen
lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang
mengonsumsi rata-rata kurang dari satu cangkir. Hubungan serupa juga
ditunjukkan untuk konsumsi kopi tanpa kafein. Hasil penelitian yang
dipimpin oleh Heiner Boeing dan Anne Flogel dari bagian epidemiologi
gizi Institut Nutrisi Potsdam-Rehbruecke di Jerman tersebut telah
diterbitkan di
American Journal of Clinical Nutrition.
Anda para pecandu kopi boleh bernapas lega: tidak seperti dugaan banyak orang, minum kopi setiap hari tidak menyebabkan penyakit jantung atau kanker. Bahkan, justru dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2!
“Hasil
studi kami konsisten dengan hasil studi prospektif terbaru dari AS,”
kata penulis utama Anne Flogel. “Siapa pun yang suka minum kopi dan
menoleransinya dengan baik, silakan terus melakukannya,” katanya. ”Namun
juga sangat penting untuk mengonsumsi biji-bijian dalam jumlah cukup,
sedikit daging dan banyak buah dan sayuran, tidak merokok dan cuku
berolahraga,” tambah pemimpin penelitian Heiner Boeing.
Kopi
adalah salah minuman terpopuler di dunia yang memiliki kandungan
berbagai zat, termasuk kafein, asam klorogenat dan polifenol lainnya,
asam nikotinat dan zat-zat mineral. Zat-zat tersebut memengaruhi
metabolisme tubuh manusia, beberapa di antaranya sangat positif dan
beberapa mungkin negatif. Belum jelas dari penelitian tersebut, zat apa
yang menyebabkan manfaat kesehatan.
Finlandia adalah negara dengan
konsumsi kopi per kapita tertinggi di dunia. Rata-rata orang Finlandia
menghabiskan sekitar 12 kg kopi setahun (atau 1 kilogram sebulan!).
Orang Jerman mengonsumsi 6,4 kg per kapita, sementara orang AS
mengonsumsi sekitar 4,2 kg per kapita. Berapa konsumsi kopi per kapita
orang Indonesia? Belum ada datanya. Namun, barangkali masih belum
sebanyak orang Finlandia…