“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman". (Al-Qur'an:al-Israa:82)"

Bersihkan darah dari Narkoba

Membersihkan darah dari racun narkoba kunci kesembuhan kecanduan narkoba

Mutiara Hikmah "Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. Hanya saja tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya".
(HR.Ahmad 1/377, 413 dan 453)


Selamat Datang di www.terapinarkoba.com

Kami berpengalaman menangani KECANDUAN NARKOBA dengan metode MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di pulihkan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.
Sudah banyak pasien yang kami tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota

SAKAW dll cepat di pulihkan.

Prosedur Pemulihan kecanduan narkoba bisa RAWAT JALAN dan TERAPI JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja

SUDAH REHAB TAPI ANDA MASIH KECANDUAN JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI


TABIB MASRUKHI,Br.M.,A.Md.Kep

Telp : 0823 3222 2009


GARANSI >>> klik disini

Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.

yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin Lepas dari ketergantungan narkoba maka segera di obati
2. Bila pecandu belum ada keinginan Lepas dari ketergantungan narkoba maka tetaplah motivasi untuk segera diobati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk di pulihkan secara tuntas.

Demikian semoga bermanfaat

Rasulullah ï·º
“Setiap penyakit ada obatnya, dan bila telah ditemukan dengan tepat obat suatu penyakit, niscaya akan sembuh dengan izin Allah”
Tampilkan postingan dengan label Spesialis Tabib Masrukhi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spesialis Tabib Masrukhi. Tampilkan semua postingan

Jangan Salahkan bila MEREKA menggunakan narkoba

Narkoba adalah ancaman paling mengkhawatirkan bagi golongan generasi muda di lebih dari 100 negara di dunia. Di indonesia narkoba juga mengancam mereka yang sedang dalam masa pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi.
Sebenarnya anak-anak muda memakai narkoba karena berbagai alasan dan kemungkinan, antara lain =
  • Karena ditawari dan dipaksa teman
  • Karena penasaran, ingin coba-coba, dan iseng
  • Karena ingin dipanggil “gaul” atau diterima komunitasnya
  • Karena keinginan bersenang-senang
  • Karena lari dari kebosanan atau kenyataan hidup yang pahit
  • Karena tidak mendapat perhatian dalam keluarga atau lingkungannya atau merasa diperlakukan tidak adil
  • Karena suasana keluarga yang tidak komunikatif, atau percecokan orang tua
  • Karena pengertian yang keliru bahwa mengkonsumsi narkoba secara jarang tidak menimbulkan ketergantungan
Biasanya pemakai narkoba adalah mereka yang mengalami permasalahan yang berat. Mereka butuh kasih sayang dan teman untuk berbagi perasaan dan motivasi. Mereka juga membutuhkan kasih sayang yang sudah lama tidak mereka dapatkan.
Untuk mengantisipasi agar generasi muda tidak terjebak ke jalan yang salah yaitu terjebak ke dunia narkoba, maka setiap orang tua diharapkan selalu memperhatikan anak-anak mereka dan selalu memberikan kasih sayang pada mereka agar mereka tidak merasa kesepian dan tidak merasa diabaikan sehingga tidak terjerumus ke dunia narkoba.
Dalam masalah ini peran lingkungan juga sangat penting. Maka dari itu orang tua harus selalu memperhatikan pergaulan anak-anak mereka.

Pengobatan Penyakit Hyper PROSTAT tanpa Operasi


Kelenjar prostat adalah suatu massa jaringan sebesar biji kenari yang terletak di belakang pangkal penis. 
Fungsinya adalah menambahkan cairan mani yang membawa sperma.

Kelenjar ini cenderung membesar volumenya ketika seorang pria mencapai empat puluhan, dan terus tumbuh dengan bertambahnya usia. 

Pada beberapa pria, pembesaran kelenjar prostat bahkan mencapai lebih dari 7 kali ukuran aslinya. Pembesaran ini bersifat jinak, sehingga disebut hiperplasia prostat jinak (Benign Prostatic Hyperplasia, disingkat BPH).

Prostat terletak di bawah kandung kemih, mengelilingi bagian atas uretra (saluran pengeluaran air seni). Jika prostat menjadi terlalu besar maka dapat meregangkan dan mendistorsi uretra dan menghambat aliran urin. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kandung kemih. Sekitar 30% pria berusia di atas 70 tahun memiliki BPH yang menyebabkan gejala.

BPH tidak selalu meningkatkan risiko kanker prostat. Kedua penyakit ini dapat memberikan gejala yang sama, meskipun pada sebagian besar waktu kanker prostat tidak memiliki gejala. Anda dapat terkena BPH dan kanker prostat secara bersamaan.

Penyebab

Kita tidak tahu mengapa prostat membesar pada pria yang lebih tua, namun diduga berkaitan dengan perubahan hormonal yang terkait penuaan.

Gejala

Pada awalnya, penderita BPH mengalami kesulitan buang air kecil, bahkan ketika kandung kemih sudah penuh. Seiring waktu, masalah ini dapat memengaruhi otot-otot kandung kemih dan membuatnya hipersensitif. Penderita seringkali gagal mengosongkan kandung kemih, meskipun telah berupaya keras. Dorongan buang air kecil menjadi lebih sering, terutama di malam hari.

Gejala lainnya adalah:
Dorongan mendesak untuk buang air kecil. Beberapa pria mungkin mengompol tanpa dapat ditahan.
Penundaan antara awal berkemih dan aliran urin
Aliran urin lemah atau terputus-putus
Urin tetap menetes setelah buang air kecil
Perasaan bahwa kandung kemih tidak kosong setelah buang air kecil
Sakit di punggung bawah, panggul atau paha atas
Sensasi terbakar atau sakit saat buang air kecil.

Gejala dapat berbeda-berbeda antar individu. Gejala juga dapat bervariasi pada masing-masing individu di sepanjang perjalanan penyakit. Perlu ditekankan bahwa gejala di atas tidak selalu menunjukkan adanya pembesaran prostat. Penyakit lain dapat menyebabkan gejala yang sama.

Komplikasi
Kandung kemih yang tidak terkuras sepenuhnya meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (cystitis). Beberapa pria yang terkena BPH mengembangkan batu kandung kemih. BPH juga dapat tiba-tiba menyebabkan ketidakmampuan total untuk buang air kecil (dikenal sebagai retensi akut). Hal ini disebabkan oleh penyumbatan lengkap uretra dan merupakan keadaan darurat medis yang perlu perawatan segera untuk menghindari kerusakan ginjal.

Diagnosis

Selain dengan wawancara atau kuesioner dan mempelajari riwayat medis, diagnosis BPH ditegakkan dengan perabaan melalui anus (digital rectal examination/DRE). Karena letak kelenjar prostat di antara kandung kemih dan rektum, dokter dapat dengan mudah memeriksanya dengan memasukkan jari bersarung tangan dan berpelumas ke dalam anus pasien. Dokter akan meraba permukaan kelenjar prostat untuk menilai ukuran, bentuk, dan teksturnya. Meskipun tidak nyaman, prosedur ini hanya berlangsung satu menit atau kurang dan tidak menyakitkan.

Tes darah dapat digunakan untuk mengecek kadar antigen prostat spesifik (PSA) pada pasien yang dicurigai memiliki BPH. PSA adalah antigen khusus yang diproduksi oleh sel-sel kapsul prostat (membran yang menutupi prostat) dan kelenjar periuretral.  Jumlah PSA dalam darah dinyatakan dalam nanogram per mililiter (ng/mL). PSA sejumlah 4 ng/mL atau lebih rendah adalah normal, 4-10 ng/mL adalah sedikit tinggi, 10-20 cukup tinggi, dan 20-35 sangat tinggi. Penderita BPH atau prostatitis menghasilkan sejumlah besar PSA. Tingkat PSA juga ditentukan sebagian oleh ukuran dan berat prostat.  Tingkat PSA yang sangat tinggi dapat mengindikasikan adanya kanker.

Namun, tes PSA dapat memberikan hasil yang palsu. Hasil positif palsu terjadi ketika tingkat PSA tinggi dan tidak ada kanker. Hasil negatif palsu terjadi bila tingkat PSA normal dan kanker prostat ada. Karena itu,biopsi biasanya dilakukan untuk mengkonfirmasi atau menyingkirkan kemungkinan kanker ketika tingkat PSA tinggi.

Pengobatan

Obat-obatan. Beberapa obat generasi baru yang disebut alpha-blocker dapat membantu melemaskan jaringan prostat dan memperlancar aliran urin, terutama jika penyumbatan uretra tidak parah. Obat lain membantu mengurangi ukuran prostat dengan mengelola hormon testosteron. Obat-obat tersebut memungkinkan banyak penderita BPH untuk menghindari operasi.

Pembedahan. Dalam banyak kasus, operasi seringkali masih menjadi satu-satunya cara untuk menghilangkan masalah. Teknik yang paling banyak digunakan saat ini disebut TURP (reseksi transuretral prostat). Dalam prosedur pembedahan endoskopik ini sebagian dari jaringan prostat yang membesar dikelupas. Jika prostat hanya sedikit membesar, mungkin cukup membuat sayatan kecil di prostat untuk mengurangi penyempitan uretra. Jika prostat sangat membesar, mungkin perlu untuk membuat irisan di perut bagian bawah dan melakukan bedah terbuka. Tetapi prosedur ini jarang dilakukan.

Pembedahan lebih berisiko komplikasi dibandingkan obat-obatan. Di antara risiko obat dan pembedahan BPH adalah impotensi, inkontinensia urin dan ejakulasi retrograd. Studi memperkirakan 74% pria mengalami ejakulasi retrograd, 14% impotensi, dan 5% inkontinensia urin setelah operasi TURP.

Kateter. Beberapa penderita BPH dengan retensi urin tidak dapat dioperasi. Kateter dapat menjadi solusi dalam situasi ini, yang dapat ditempatkan ke kandung kemih melalui uretra atau melalui perut bagian bawah. Tapi dengan kateter permanen, pasien sangat berisiko terkena cystitis.

PENGOBATAN HYPERPROSTAT CARA TABIB MASRUKHI
Cukup dengan ramuan2 dan anda bisa buktikan dengan USG
....belum selesai  

Gangguan Jiwa Posisi Kedua Setelah Penyakit Kardiovaskular


Bogor, Kompas  - Gangguan jiwa mengakibatkan beban dana sosial untuk kesehatan masyarakat meningkat. Kini, posisinya di urutan kedua setelah penyakit kardiovaskular. Gangguan jiwa bisa berupa gangguan jiwa ringan seperti depresi sampai gangguan jiwa berat seperti skizofrenia.

”Pencapaian target Tujuan Pembangunan Milenium (MDG’s) kelima, yaitu meningkatkan kesehatan ibu, berperan penting untuk menekan dana sosial akibat gangguan jiwa,” kata Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor, dokter spesialis kesehatan jiwa Eka Viora, Sabtu (2/4), kepada wartawan di Bogor, Jawa Barat.

Eka merintis pembentukan komunitas bagi keluarga penderita gangguan kejiwaan yang selama ini dirawat di rumah sakit itu. Sekitar 200 keluarga penderita gangguan kejiwaan, Sabtu, bertemu di Istana Negara Bogor, dilanjutkan dengan pertemuan dinamika kelompok di Kebun Raya Bogor.

Peran keluarga

Sejumlah anggota kelompok pemeduli kesehatan jiwa, yaitu Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) dan Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), turut hadir dalam pertemuan. Menurut Eka, pertemuan itu menekankan pentingnya pengetahuan dan peranan keluarga terhadap penanganan gangguan kejiwaan.

”Gangguan jiwa ringan seperti depresi bisa menurunkan produktivitas sehingga beban dana sosial untuk kesehatan meningkat,” kata Eka.

Saat ini sedikitnya 300 pasien (60 persen) yang ditangani rumah sakit itu dalam kategori membutuhkan jaminan kesehatan dari pemerintah, ujar Eka.

Menurut dia, ibu berperan penting dalam pemeliharaan keluarga. Ibu yang sehat dan cukup berpengetahuan akan mampu memastikan kesehatan anak. Setidaknya, mendeteksi dini gangguan jiwa agar segera diobati.

Data pada 2007 menunjukkan, angka kematian ibu masih 228 per 100.000 kelahiran hidup. Ini masih jauh dari target MDG’s pada tahun 2015, yakni angka kematian ibu 102 per 100.000 kelahiran hidup.

Perhatian pemerintah

Ketua Umum PJS Yeni Rosa Damayanti mengatakan, sekarang saatnya menuntut pemerintah memberikan perhatian lebih kuat terhadap lapisan masyarakat yang

menangani persoalan kesehatan jiwa. Produk legislasi agar diwujudkan untuk berpihak pada setiap upaya penanganan gangguan kejiwaan.

Bagus Utomo, Ketua Umum KPSI, menekankan pentingnya menghapus stigma negatif terhadap penderita gangguan jiwa. Stigma ”gila” terhadap penderita skizofrenia perlu dihapus karena penyakit itu dapat disembuhkan, setidaknya dapat dikendalikan, sehingga penderita dapat hidup sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.

Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor yang berdiri tahun 1882 merupakan rumah sakit jiwa pertama di Indonesia. Dalam perkembangannya, rumah sakit itu kini masih mengutamakan penanganan gangguan kejiwaan selain penanganan kedokteran umum.

Mengenal Kanker Prostat

kanker prostat
Prostat adalah kelenjar yang terdapat di bawah kandung kemih pria. Fungsi utama prostat adalah memproduksi cairan yang melindungi dan menyalurkan sperma.
Prostat seringkali membesar secara bertahap setelah usia 50 tahun. Pada usia 70 tahun, 80% pria memiliki prostat yang membesar. Banyak pria lansia yang mengalami masalah buang air kecil karena pembesaran prostat (non-kanker). Pada beberapa pria, pembesaran ini diikuti oleh tumbuhnya kanker.

Kanker Prostat

Kanker prostat terjadi ketika sel-sel prostat tumbuh lebih cepat daripada kondisi normal sehingga membentuk benjolan atau tumor yang memiliki keganasan. Kanker ini paling umum pada pria, terutama mereka yang berusia di atas 65 tahun.

Penyebab

Seperti halnya kanker lain, penyebab kanker prostat tidak diketahui. Berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker tersebut:
  • Usia. Kebanyakan kasus terjadi pada pria usia lanjut.
  • Riwayat keluarga dan faktor keturunan. Bila ayah atau abang Anda terkena kanker prostat pada usia relatif muda (di bawah 60), risiko Anda lebih tinggi. Juga bila saudara perempuan Anda terkenakanker payudara.
  • Suku bangsa. Pria Asia memiliki risiko lebih rendah dibandingkan pria kulit hitam atau kulit putih.
  • Paparan logam cadmium

Gejala

Pertumbuhan kanker prostat seringkali sangat lambat, bisa tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun. Dengan semakin membesarnya kanker, keluhan mulai muncul karena desakan pada uretra menimbulkan iritasi atau menyumbat aliran air seni. Gejala yang timbul antara lain:
  • Air seni tidak lancar. Aliran urin lemah dan butuh waktu lebih lama untuk menuntaskan kencing.
  • Penundaan. Anda mungkin harus menunggu beberapa saat di toilet sampai air seni mulai mengalir.
  • Tetesan. Sedikit air seni mungkin menetes dan menodai celana dalam Anda tidak lama setelah Anda selesai kencing di toilet.
  • Frekuensi. Anda lebih sering kencing daripada biasanya.
  • Urgensi. Anda merasa sangat ‘kebelet’ kencing tiba-tiba.
  • Kurang tuntas. Anda merasa kencing Anda tidak betul-betul tuntas.
Catatan: semua gejala di atas banyak dirasakan pria lansia. Kebanyakan mereka yang merasakannya hanya terkena pembesaran prostat non-kanker. Sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk memastikannya.
  • Gejala lain seperti sakit di pangkal penis atau air seni berdarah hanya terjadi pada kanker prostat stadium lanjut.

Diagnosis

Bila dokter mencurigai Anda terkena kanker prostat, dia akan melakukan beberapa hal berikut:
  • Perabaan melalui anus (digital rectal examination). Dengan mengenakan sarung tangan, dokter akan memasukkan jarinya ke lubang anus untuk meraba bagian belakang kelenjar prostat. Bila dirasakan ada pembesaran atau pengerasan, tes lain akan dilakukan untuk mendiagnosis lebih lanjut.
  • Tes darah. Tes darah diperlukan untuk mengukur antigen khusus prostat (PSA). PSA adalah protein yang diproduksi baik oleh sel prostat normal maupun kanker. Semakin tua, semakin banyak PSA yang kita produksi. Meskipun tidak konklusif, kandungan PSA tinggi dapat mengindikasikan Anda terkena kanker. Pada tahap pengobatan, penurunan kadar PSA menandakan efektivitas terapi yang dijalankan.
  • Tes PCA3. Adanya kadar PCA3 yang lebih tinggi di urin menunjukkan kehadiran kanker prostat. Tes ini lebih akurat dibandingkan tes darah (PSA), tetapi tidak semua fasilitas medis menyediakannya.
  • Biopsi. Biopsi adalah pengambilan sedikit sampel jaringan tubuh untuk diperiksa di bawah mikroskop. Biopsi mungkin harus dilakukan untuk memastikan diagnosis kanker prostat dengan menggunakan jarum yang dimasukkan ke lubang anus Anda. Beberapa sampel biasanya diambil pada bagian-bagian yang berbeda dari prostat.
  • CT scan, MRI scan dan pemeriksaan penunjang lain mungkin diperlukan untuk mengetahui lebih lanjut tingkat penyebaran kanker.

Stadium Kanker Prostat

Pada tahap awal kanker prostat masih terlokalisasi, namun pada tingkat lanjut dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh seperti tulang dan nodus limfa di selangkangan. Stadium kanker prostat ditentukan oleh seberapa jauh tingkat penyebarannya.
Stadium kanker prostat menggunakan sistem TNM, T=tumor, N=nodus, M=metastase:
  • T1 = tumor hanya ada di dalam prostat, belum dapat dirasakan melalui perabaan lewat anus.
  • T2 = tumor masih di dalam prostat, sudah dapat dirasakan melalui perabaan.
  • T3 = tumor sudah menyebar ke jaringan sekitarnya seperti kelenjar seminal vesicle yang memproduksi semen
  • T4 = tumor telah menyebar ke tulang atau nodus limfa
  • N1-3 berarti kanker telah menyebar ke nodus/kelenjar limfa. N0 berarti belum menyebar ke nodus.
  • M diikuti 1a, b atau c menunjukkan kanker telah menyebar ke tulang atau organ tubuh lain.

Terapi

Penanganan kanker prostat sangat kompleks, di antaranya dengan pembedahan, radioterapi, terapi hormon, dan kemoterapi. Biasanya kombinasi lebih dari satu metode terapi tersebut dijalankan. Penanganan yang dilakukan tergantung pada:
  • Ukuran, stadium kanker dan derajat keganasannya (tingkat PSA).
  • Kondisi pasien: usia, kesehatan umum, dan preferensinya.

Dampak Narkoba

Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.
Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.

Dampak Fisik:
  1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi
  2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah
  3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
  4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
  5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
  6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
  7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
  8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
  9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian
Dampak Psikis:
  1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
  2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
  3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
  4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
  5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
Dampak Sosial:
  1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
  2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
  3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram
Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.

Faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasa Anak dan Pengobatannya

Anak Mengaji Al-Qur`an
Siapa diantara kita yang ingin memiliki anak yang cerdas ? semua pasti menginginkanya.Memiliki anak yang cerdas adalah idaman kita semua. Tapi taukah, bahwa kecerdasan anak atau manusia pada umumnya dipengaruhi oleh 3 faktor ? 
  1. Faktor Keturunan (genetik), 
  2. Faktor Gizi, dan 
  3. Faktor Lingkungan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan anak.

Faktor keturunan

Faktor keturunan (genetic) mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi kecerdasan anak, karena kecerdasan itu diturunkan melalui gen-gen dalam kromosom. Misalnya, bila orang tuanya cerdas, biasanya si anak kelak juga cerdas. Atau bila orang tuanya atlet, maka si anak kelak jago olah raga dan lain-lain. Jadi janganlah heran bila mendengar di luar negeri ada bank sperma, yang pendonornya terdiri atas laki-laki jenius dan ahli di bidangnya masing-masing. Tujuannya jelas yaitu agar si pemakai jasa bank sperma itu kelak memiliki anak atau keturunan yang cerdas dan ahli di bidang tertentu.

Faktor gizi 

Faktor gizi juga sangat berpengaruh bagi kecerdasan anak. Gizi yang baik sangat berperan dalam pertumbuhan sel-sel otak, terutama pada saat ibu hamil, menyusui dan saat bayi masih kecil. Itulah saat dimana sel-sel otak sedang tumbuh dengan pesatnya. Kekurangan gizi pada saat tersebut bisa berakibat berkurangnya jumlah sel otak dari normal.  Hal ini tentu saja akan mempengaruhi daya kerja otak di kemudian hari.

Faktor lingkungan 

Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang kondusif dan mendukung kebutuhan mental bagi anak. Yang dimaksud dengan kebutuhan mental adalah kebutuhan akan kasih sayang, rasa aman, pengertian, perhatian, penghargaan, dan rangsangan intelektual. Kekurangan rangsangan intelektual pada masa bayi dan balita dapat menyebabkan hambatan pada perkembangan kecerdasan. Misalnya, pada bayi-bayi yang ada di panti asuhan.

Penghambat perkembangan kecerdasan anak

Ada beberapa faktor yang dapat menghambat perkembangan kecerdasan anak. Secara garis besar dapat kita bagi kedalam 3 golongan penyebab, yaitu :
  1. Penyebab organ biologis  Kekurangan pada organ biologis bisa menhambat perkembangan kecerdasan anak. Yang dimaksud dengan penyebab organ biologis adalah setiap kerusakan yang terjadi pada sel-sel otak, yang bisa disebabkan oleh penyakit, tumor otak, kecelakaan, ataupun kekurangan gizi.Di Indonesia penyebab organ biologis merupakan faktor penting, karena faktor infeksi dan kekurangan gizi masih banyak terjadi pada para ibu hamil, bayi, dan balita. Infeksi mudah menyerang tubuh yang lemah, misalnya karena kekurangan gizi. Pengobatan yang tidak tepat dan cepat bisa mengakibatkan menjalarnya kuman-kuman ke otak dan mengakibatkan peradangan otak atau selaput otak. Sel-sel-otak menjadi rusak akibat peradangan, sehingga tak dapat berfungsi lagi. Makin berat kerusakan sel-sel tersebut, makin berat pula gangguan fungsi otak yang terjadi.
  2. Penyebab lingkungan sosial  Selain sebagai pendorong kecerdasan anak, lingkungan sosial juga bisa menjadi penghambat perkembangan kecerdasan anak. Yang dimaksud dengan penyebab lingkungan sosial adalah hambatan-hambatan yang disebabkan oleh lingkungan dimana si anak tinggal, seperti misalnya kekurangan rangsangan mental pada bayi dan anak. Biasanya, hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan orang tua dan juga oleh faktor kemiskinan. Bagi masyarakat golongan ekonomi lemah, semua sumberdaya dan keuangan orang tua telah habis untuk mencukupi sandang dan pangan. Sehingga, orang tua tidak mempunyai perhatian yang cukup untuk mendidik anak-anaknya. Kebanyakan anak-anak itu dibiarkan tumbuh sendiri dan meniru apa yang mereka lihat di lingkungannya.
  3. Penyebab yang misterius Penghambat kecerdasan anak lainnya adalah penyebab yang misterius. Dalam dunia kedokteran banyak sekali hal yang masih misterius dan belum bisa dijelaskan secara ilmiah, termasuk dalam hal kecerdasan anak. Misalnya anak-anak yang menderita keterbelakangan mental, yang disebut golongan mongoloid.  Disebut mongoloid oleh karena mereka mempunyai penampilan yang sama, yaitu bentuk tubuhnya pendek gemuk, jari tangannya pendek, matanya sipit dan ujungnya miring ke atas, hidungnya pesek, mulutnya kecil dengan ujung ke bawah. Selain itu mereka juga menderita keterbelakangan mental.Anak-anak golongan mongoloid itu menderita kelainan kromosom, yang sampai sekarang dunia kedokteran belum bisa menjelaskan mengapa kelainan itu sampai terjadi. Akhirnya, kecerdasan anak harus kita sikapi dan pahami dengan bijak. Setiap anak memiliki kecerdasannya masing-masing yang berbeda satu dengan yang lain. Bila anak kita tidak menonjol dalam satu hal, boleh jadi ia memiliki bakat lain yang belum kita ketahui. Kita tidak pernah tahu kelak ia akan menjadi ekonom, musisi, fisikawan atau atlet dan lain-lain. Adalah tugas orang tua untuk mendidik dan membimbingnya, sehingga anak tersebut “menemukan” kecerdasan dan bakat terbaiknya.
Info di rangkum dari berbagai sumber

Narkoba dan Akibatnya

Pengertian Narkoba, Jenis Narkoba dan Akibat yang di timbulkan

PSIKOTROPIKA
Adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetris, bukan narkotika, yang bersifat atau berkhasiat psiko aktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabjan perubahankahas pada aktivitas mental dan perilaku.
Zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya.

Pemakaian Psikotropika yang berlangsung lama tanpa pengawasan dan pembatasan pejabat kesehatan dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk, tidak saja menyebabkan ketergantungan bahkan juga menimbulkan berbagai macam penyakit serta kelainan fisik maupun psikis si pemakai, tidak jarang bahkan menimbulkan kematian.
Sebagaimana Narkotika, Psikotropika terbagi dalam empat golongan yaitu  
Psikotropika gol. I.
Psikotropika gol. II.
Psikotropika gol. III dan 
Psikotropika gol. IV.
Psikotropika yang sekarang sedang populer dan banyak disalahgunakan adalah psikotropika Gol I, diantaranya yang dikenal dengan Ecstasi dan psikotropik Gol II yang dikenal dengan nama Shabu-shabu.
  1. SHABU-SHABU
    Shabu-shabu berbentuk kristal, biasanya berwarna putih, dan dikonsumsi dengan cara membakarnya di atas aluminium foil sehingga mengalir dari ujung satu ke arah ujung yang lain. Kemudian asap yang ditimbulkannya dihirup dengan sebuah Bong (sejenis pipa yang didalamnya berisi air). Air Bong tersebut berfungsi sebagai filter karena asap tersaring pada waktu melewati air tersebut. Ada sebagian pemakai yang memilih membakar Sabu dengan pipa kaca karena takut efek jangka panjang yang mungkin ditimbulkan aluminium foil yang terhirup. Sabu sering dikeluhkan sebagai penyebab paranoid (rasa takut yang berlebihan), menjadi sangat sensitif (mudah tersinggung), terlebih bagi mereka yang sering tidak berpikir positif, dan halusinasi visual. Masing-masing pemakai mengalami efek tersebut dalam kadar yang berbeda. Jika sedang banyak mempunyai persoalan / masalah dalam kehidupan, sebaiknya narkotika jenis ini tidak dikonsumsi. Hal ini mungkin dapat dirumuskan sebagai berikut: MASALAH + SABU = SANGAT BERBAHAYA. Selain itu, pengguna Sabu sering mempunyai kecenderungan untuk memakai dalam jumlah banyak dalam satu sesi dan sukar berhenti kecuali jika Sabu yang dimilikinya habis. Hal itu juga merupakan suatu tindakan bodoh dan sia-sia mengingat efek yang diinginkan tidak lagi bertambah (The Law Of Diminishing Return). Beberapa pemakai mengatakan Sabu tidak mempengaruhi nafsu makan. Namun sebagian besar mengatakan nafsu makan berkurang jika sedang mengkonsumsi Sabu. Bahkan banyak yang mengatakan berat badannya berkurang drastis selama memakai Sabu.
Apabila dilihat dari pengaruh penggunaannya terhadap susunan saraf pusat manusia, Psikotropika dapat dikelompokkan menjadi :
  1. Depresant
    yaitu yang bekerja mengendorkan atau mengurangi aktifitas susunan saraf pusat (Psikotropika Gol 4), contohnya antara lain : Sedatin/Pil BK, Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrak (MX).
  2. Stimulant
    yaitu yang bekerja mengaktif kerja susan saraf pusat, contohnya amphetamine, MDMA, N-etil MDA & MMDA. Ketiganya ini terdapat dalam kandungan Ecstasi.
  3. Hallusinogen
    yaitu yang bekerja menimbulkan rasa perasaan halusinasi atau khayalan contohnya licercik acid dhietilamide (LSD), psylocibine, micraline. Disamping itu Psikotropika dipergunakan karena sulitnya mencari Narkotika dan mahal harganya. Penggunaan Psikotropika biasanya dicampur dengan alkohol atau minuman lain seperti air mineral, sehingga menimbulkan efek yang sama dengan Narkotika.
NARKOTIKA
I. PENGERTIAN
Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh tertentu bagi mereka yang menggunakan dengan memasukkannya ke dalam tubuh manusia.
Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat , halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya.
Istilah "narkotika" ada hubungannya dengan kata "narkan" (bahasa Yunani) yang berarti menjadi kaku. Dalam dunia kedokteran dikenal juga istilah narkose atau narkosis yang berarti dibiuskan. Obat narkose yaitu obat yang dipakai untuk pembiusan dalam pembedahan.
Di dalam Undang-Undang RI. Nomor 22 Tahun 1997 tanggal 1 September 1997 tentang Narkotika, menyatakan bahwa "Narkotika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan Ilmu Pengetahuan termasuk kepentingan Lembaga Penelitian/PEndidikan saja, sedangkan pengadaaan impor/ekspor, peredaran dan pemakaiannya diatur oleh Pemerintah, dalam hal ini Departemen Kesehatan.
Akan tetapi kenyataannya zat-zat tersebut banyak yang datang dan masuk ke Indonesia secara Ilegal sehingga menimbulkan permasalahan. Pedredaran zat terlarang secara gelap itu dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya."
Narkotika di bagi didalam 3 golongan :
  1. Narko Golongan 1, (Alam) terdiri dari :
    1. Tanaman Papaver Somniferum L.Kokain\kokaina Heroin
    2. Morphine (Putaw)
    3. Ganja
  2. Narko Golongan 2 (Semi sintetis) : Alfasetilmetadol, Benzetidin, Betametadol.
  3. Narko Golongan 3 (Sisntetis) : Asetildihidrokodenia.
II. JENIS-JENIS NARKOTIKA DAN EFEK YANG DITIMBULKAN
  1. OPIOID (OPIAD)
    Opioid
    atau opiat berasal dari kata opium, jus dari bunga opium, Papaver somniverum, yang mengandung kira-kira 20 alkaloid opium, termasuk morfin. Nama Opioid juga digunakan untuk opiat, yaitu suatu preparat atau derivat dari opium dan narkotik sintetik yang kerjanya menyerupai opiat tetapi tidak didapatkan dari opium.
    opiat
    alami lain atau opiat yang disintesis dari opiat alami adalah heroin (diacethylmorphine), kodein (3-methoxymorphine), dan hydromorphone (Dilaudid).
    Bahan-bahan opioida yang sering disalahgunakan adalah :

    1. Candu
      Getah tanaman Papaver Somniferum didapat dengan menyadap (menggores) buah yang hendak masak. Getah yang keluar berwarna putih dan dinamai "Lates". Getah ini dibiarkan mengering pada permukaan buah sehingga berwarna coklat kehitaman dan sesudah diolah akan menjadi suatu adonan yang menyerupai aspal lunak. Inilah yang dinamakan candu mentah atau candu kasar. Candu kasar mengandung bermacam-macam zat-zat aktif yang sering disalahgunakan. Candu masak warnanya coklat tua atau coklat kehitaman. Diperjual belikan dalam kemasan kotak kaleng dengan berbagai macam cap, antara lain ular, tengkorak,burung elang, bola dunia, cap 999, cap anjing, dsb. Pemakaiannya dengan cara dihisap.
    2. Morfin
      Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Morfin merupaakan alkaloida utama dari opium ( C17H19NO3 ) . Morfin rasanya pahit, berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan.

    3. Heroin ( putaw )
      Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat dari morfin dan merupakan jenis opiat yang paling sering disalahgunakan orang di Indonesia pada akhir - akhir ini . Heroin, yang secara farmakologis mirip dengan morfin menyebabkan orang menjadi mengantuk dan perubahan mood yang tidak menentu. Walaupun pembuatan, penjualan dan pemilikan heroin adalah ilegal, tetapi diusahakan heroin tetap tersedia bagi pasien dengan penyakit kanker terminal karena efek analgesik dan euforik-nya yang baik.
    4. Codein
      Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu. Efek codein lebih lemah daripada heroin, dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungaan rendah. Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih. Cara pemakaiannya ditelan dan disuntikkan.
    5. Demerol
      Nama lain dari Demerol adalah pethidina. Pemakaiannya dapat ditelan atau dengan suntikan. Demerol dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna.
    6. Methadon
      Saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opioid. Antagonis opioid telah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid. Sejumlah besar narkotik sintetik (opioid) telah dibuat, termasuk meperidine (Demerol), methadone (Dolphine), pentazocine (Talwin), dan propocyphene (Darvon). Saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opioid. Antagonis opioid telah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid. Kelas obat tersebut adalah nalaxone (Narcan), naltrxone (Trexan), nalorphine, levalorphane, dan apomorphine. Sejumlah senyawa dengan aktivitas campuran agonis dan antagonis telah disintesis, dan senyawa tersebut adalah pentazocine, butorphanol (Stadol), dan buprenorphine (Buprenex). Beberapa penelitian telah menemukan bahwa buprenorphineputauw, etep, PT, putih.
      adalah suatu pengobatan yang efektif untuk ketergantungan opioid. Nama popoler jenis opioid :
    Efek yang ditimbulkan :
    Mengalami pelambatan dan kekacauan pada saat berbicara, kerusakan penglihatan pada malam hari, mengalami kerusakan pada liver dan ginjal, peningkatan resiko terkena virus HIV dan hepatitis dan penyakit infeksi lainnya melalui jarum suntik dan penurunan hasrat dalam hubungan sex, kebingungan dalam identitas seksual, kematian karena overdosis.
    Gejala Intoksikasi ( keracunan ) Opioid :

    Konstraksi pupil ( atau dilatasi pupil karena anoksia akibat overdosis berat ) dan satu ( atau lebih ) tanda berikut, yang berkembang selama , atau segera setelah pemakaian opioid, yaitu mengantuk atau koma bicara cadel ,gangguan atensi atau daya ingat.
    Perilaku maladaptif atau perubahan psikologis yang bermakna secara klinis misalnya: euforia awal diikuti oleh apatis, disforia, agitasi atau retardasi psikomotor, gangguan pertimbangaan, atau gangguan fungsi sosial atau pekerjaan ) yang berkembang selama, atau segera setelah pemakaian opioid.
    Gejala Putus Obat :

    Gejala putus obat dimulai dalam enam sampai delapan jam setelah dosis terakhir. Biasanya setelah suatu periode satu sampai dua minggu pemakaian kontinu atau pemberian antagonis narkotik.
    Sindroma putus obat mencapai puncak intensitasnya selama hari kedua atau ketiga dan menghilang selama 7 sampai 10 hari setelahnya. Tetapi beberapa gejala mungkin menetap selama enam bulan atau lebih lama.
    Gejala putus obat dari ketergantungan opioid adalah :

    kram otot parah dan nyeri tulang, diare berat, kram perut, rinorea lakrimasipiloereksi, menguap, demam, dilatasi pupil, hipertensi takikardia disregulasi temperatur, termasuk pipotermia dan hipertermia.
    Seseorang dengan ketergantungan opioid jarang meninggal akibat putus opioid, kecuali orang tersebut memiliki penyakit fisik dasar yang parah, seperti penyakit jantung.
    Gejala residual seperti insomnia, bradikardia, disregulasi temperatur, dan kecanduan opiat mungkin menetap selama sebulan setelah putus zat. Pada tiap waktu selama sindroma abstinensi, suatu suntikan tunggal morfin atau heroin menghilangkan semua gejala. Gejala penyerta putus opioid adalah kegelisahan, iritabilitas, depresi, tremor, kelemahan, mual, dan muntah.
  2. KOKAIN
    Kokain adalah zat yang adiktif yang sering disalahgunakan dan merupakan zat yang sangat berbahaya. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan.
    Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksifnya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotik, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif dan efek merugikannya telah dikenali.
    Nama lain untuk Kokain : Snow, coke, girl, lady dan crack ( kokain dalam bentuk yang paling murni dan bebas basa untuk mendapatkan efek yang lebih kuat ).
    Efek yang ditimbulkan :

    Kokain digunakan karena secara karakteristik menyebabkan elasi, euforia, peningkatan harga diri dan perasan perbaikan pada tugas mental dan fisik. Kokain dalam dosis rendah dapat disertai dengan perbaikan kinerja pada beberapa tugas kognitif.
    Gejala Intoksikasi Kokain :

    Pada penggunaan Kokain dosis tinggi gejala intoksikasi dapat terjadi, seperti agitasi iritabilitas gangguan dalam pertimbangan perilaku seksual yang impulsif dan kemungkinan berbahaya agresi peningkatan aktivitas psikomotor Takikardia Hipertensi Midriasis .
    Gejala Putus Zat :

    Setelah menghentikan pemakaian Kokain atau setelah intoksikasi akut terjadi depresi pascaintoksikasi ( crash ) yang ditandai dengan disforia, anhedonia, kecemasan, iritabilitas, kelelahan, hipersomnolensi, kadang-kadang agitasi.
    Pada pemakaian kokain ringan sampai sedang, gejala putus Kokain menghilang dalam 18 jam. Pada pemakaian berat, gejala putus Kokain bisa berlangsung sampai satu minggu, dan mencapai puncaknya pada dua sampai empat hari.
    Gejala putus Kokain juga dapat disertai dengan kecenderungan untuk bunuh diri. Orang yang mengalami putus Kokain seringkali berusaha mengobati sendiri gejalanya dengan alkohol, sedatif, hipnotik, atau obat antiensietas seperti diazepam ( Valium ).
  3. KANABIS (GANJA)
    Kanabis adalah nama singkat untuk tanaman Cannabis sativa. Semua bagian dari tanaman mengandung kanabioid psikoaktif. Tanaman kanabis biasanya dipotong, dikeringkan, dipotong kecil - kecil dan digulung menjadi rokok disebut joints.
    Bentuk yang paling poten berasal dari tanaman yang berbunga atau dari eksudat resin yang dikeringkan dan berwarna coklat-hitam yang berasal dari daun yang disebut hashish atau hash.
    Nama populer untuk Kanabis :

    Nama yang umum untuk Kanabis adalah, marijuana, grass, pot, weed, tea, Mary Jane. Nama lain untuk menggambarkan tipe Kanabis dalam berbagai kekuatan adalah hemp, chasra, bhang, dagga, dinsemilla, ganja, cimenk.
    Efek yang ditimbulkan :

    Efek euforia dari kanabis telah dikenali. Efek medis yang potensial adalah sebagai analgesik, antikonvulsan dan hipnotik. Belakangan ini juga telah berhasil digunakan untuk mengobati mual sekunder yang disebabkan terapi kanker dan untuk menstimulasi nafsu makan pada pasien dengan sindroma imunodefisiensi sindrom (AIDS). Kanabis juga digunakan untuk pengobatan glaukoma. Kanabis mempunyai efek aditif dengan efek alkohol, yang seringkali digunakan dalam kombinasi dengan Kanabis.
BAHAN BERBAHAYA
Adalah zat, bahan kimia dan biologi, baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yabf dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung yang mempunyai sifat, karsinogenik, teratogenik, mutagenik, korosif dan iritasi.
Bahan berbahaya ini adalah zat adiktif yang bukan Narkotika dan Psikotropika atau Zat-zat baru hasil olahan manusia yang menyebabkan kecanduan.
Adapun yang termasuk Zat Adiktif ini antara lain :
  1. MINUMAN KERAS
    Adalah semua minuman yang mengandung Alkohol tetapi bukan obat.
    Minuman keras terbagi dalan 3 golongan yaitu:
    - Gol. A berkadar Alkohol 01%-05%
    - Gol. B berkadar Alkohol 05%-20%
    - Gol. C berkadar Alkohol 20%-50%
    Beberapa jenis minuman beralkohol dan kadar yang terkandung di dalamnya :
    - Bir,Green Sand 1% - 5%
    - Martini, Wine (Anggur) 5% - 20%
    - Whisky, Brandy 20% -55% .

    Efek yang ditimbulkan :
    Efek yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi alkohol dapat dirasakan segera dalam waktu beberapa menit saja, tetapi efeknya berbeda-beda, tergantung dari jumlah / kadar alkohol yang dikonsumsi. Dalam jumlah yang kecil, alkohol menimbulkan perasaan relax, dan pengguna akan lebih mudah mengekspresikan emosi, seperti rasa senang, rasa sedih dan kemarahan.
    Bila dikonsumsi lebih banyak lagi, akan muncul efek sebagai berikut : merasa lebih bebas lagi mengekspresikan diri, tanpa ada perasaan terhambat menjadi lebih emosional ( sedih, senang, marah secara berlebihan ) muncul akibat ke fungsi fisik - motorik, yaitu bicara cadel, pandangan menjadi kabur, sempoyongan, inkoordinasi motorik dan bisa sampai tidak sadarkan diri. kemampuan mental mengalami hambatan, yaitu gangguan untuk memusatkan perhatian dan daya ingat terganggu.
    Pengguna biasanya merasa dapat mengendalikan diri dan mengontrol tingkahlakunya. Pada kenyataannya mereka tidak mampu mengendalikan diri seperti yang mereka sangka mereka bisa. Oleh sebab itu banyak ditemukan kecelakaan mobil yang disebabkan karena mengendarai mobil dalam keadaan mabuk.
    Pemabuk atau pengguna alkohol yang berat dapat terancam masalah kesehatan yang serius seperti radang usus, penyakit liver, dan kerusakan otak. Kadang-kadang alkohol digunakan dengan kombinasi obat - obatan berbahaya lainnya, sehingga efeknya jadi berlipat ganda. Bila ini terjadi, efek keracunan dari penggunaan kombinasi akan lebih buruk lagi dan kemungkinan mengalami over dosis akan lebih besar.
  2. NIKOTIN
    Adalah obat yang bersifat adiktif, sama seperti Kokain dan Heroin. Bentuk nikotin yang paling umum adalah tembakau, yang dihisap dalam bentuk rokok, cerutu, dan pipa. Tembakau juga dapat digunakan sebagai tembakau sedotan dan dikunyah (tembakau tanpa asap).
    Walaupun kampanye tentang bahaya merokok sudah menyebutkan betapa berbahayanya merokok bagi kesehatan tetapi pada kenyataannya sampai saat ini masih banyak orang yang terus merokok. Hal ini membuktikan bahwa sifat adiktif dari nikotin adalah sangat kuat.
    Efek yang ditimbulkan :

    Secara perilaku, efek stimulasi dari nikotin menyebabkan peningkatan perhatian, belajar, waktu reaksi, dan kemampuan untuk memecahkan maslah. Menghisap rokok meningkatkan mood, menurunkan ketegangan dan menghilangkan perasaan depresif. Pemaparan nikotin dalam jangka pendek meningkatkan aliran darah serebral tanpa mengubah metabolisme oksigen serebtral.
    Tetapi pemaparan jangka panjang disertai dengan penurunan aliran darah serebral. Berbeda dengan efek stimulasinya pada sistem saraf pusat, bertindak sebagai relaksan otot skeletal. Komponen psikoaktif dari tembakau adalah nikotin. Nikotin adalah zat kimia yang sangat toksik. Dosis 60 mg pada orang dewasa dapat mematikan, karena paralisis ( kegagalan ) pernafasan
  3. VOLATILE SOLVENT atau INHALENSIA
    Volatile Solvent

    Adalah zat adiktif dalam bentuk cair. Zat ini mudah menguap. Penyalahgunaannya adalah dengan cara dihirup melalui hidung. Cara penggunaan seperti ini disebut inhalasi. Zat adiktif ini antara lain :
    - Lem UHU
    - Cairan PEncampur Tip Ex (Thinner)
    - Aceton untuk pembersih warna kuku, Cat tembok
    - Aica Aibon, Castol
    - Premix
    Inhalansia

    Zat inhalan tersedia secara legal, tidak mahal dan mudah didapatkan. Oleh sebab itu banyak dijtemukan digunakan oleh kalangan sosial ekonomi rendah. Contoh spesifik dari inhalan adalah bensin, vernis, cairan pemantik api, lem, semen karet, cairan pembersih, cat semprot, semir sepatu, cairan koreksi mesin tik ( tip-Ex ), perekat kayu, bahan pembakarm aerosol, pengencer cat. Inhalan biasanya dilepaskan ke dalam paru-paru dengan menggunakan suatu tabung.
    Gambaran Klinis :

    Dalam dosis awal yang kecil inhalan dapat menginhibisi dan menyebabkan perasaan euforia, kegembiraan, dan sensasi mengambang yang menyenangkan. Gejala psikologis lain pada dosis tinggi dapat merupa rasa ketakutan, ilusi sensorik, halusinasi auditoris dan visual, dan distorsi ukuran tubuh. Gejala neurologis dapat termasuk bicara yang tidak jelas (menggumam, penurunan kecepatan bicara, dan ataksia ) . Penggunaan dalam waktu lama dapat menyebabkan iritabilitas, labilitas emosi dan gangguan ingatan. Sindroma putus inhalan tidak sering terjadi, Kalaupun ada muncul dalam bentuk susah tidur, iritabilitas, kegugupan, berkeringat, mual, muntah, takikardia, dan kadang-kadang disertai waham dan halusinasi.
    Efek yang merugikan :

    Efek merugikan yang paling serius adalah kematian yang disebabkan karena depresi pernafasan, aritmia jantung, asfiksiasi, aspirasi muntah atau kecelakaan atau cedera. Penggunaan inhalan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal yang ireversibel dan kerusakan otot yang permanen�.
  4. ZAT DESAINER
    Zat Desainer adalah zat-zat yang dibuat oleh ahli obat jalanan. MEreka membuat obat-obat itu secara rahasia karena dilarang oleh pemerintah. Obat-obat itu dibuat tanpa memperhatikan kesehatan. Mereka hanya memikirkan uang dan secara sengaja membiarkan para pembelinya kecanduan dan menderita. Zat-zat ini banyak yang sudah beredar dengan nama speed ball, Peace pills, crystal, angel dust rocket fuel dan lain-lain.

REHABILITASI NARKOBA

BULAN AMAL 
DETOKSIFIKASI NARKOBA


RAMADAN 2013

Assalamu'alaikum wr.wb,-

Detoksifikasi Racun Narkoba dengan Ramuan Pilihan Khusus kami + Terapi Spiritual
Gratis kami berikan selama bulan RAMADAN


Anda Cukup mengganti Ongkos Kirim,- 

CARA MENDAFTAR : 
Cukup SMS Ketik " NAMA - BANTU KAMI " kirim ke  0858 6941 2009

Kirimkan data saudara melalui POS
1.Foto copy Kartu Keluarga
2.Foto copy KTP pasien
3.Foto terbaru ukuran kartu pos

Demikian Insya Allah bermanfaat

KONSULTASI

HP : 0 8586 941 2009
JAM 16.00 - 20.00


PENGURUS HARIAN
KLINIK MEDISTRA PURBALINGGA

Sakaw , Sembuhkan Sakaw dengan Ramuan Herbal Temulawak

Tabib Masrukhi - Pengobatan pecandu narkoba yang mahal bisa disiasati dengan menggunakan ramuan herbal  temulawak (Curcuma xanthorrhiza) yang banyak di temukan di Indonesia. 
ini  murah jika dibandingkan dengan pengobatan 

ultrarapid detox yang bisa mencapai kisaran Rp 20-40 juta, 
rapid detox Rp 4-10 juta, dan 
regular detox Rp 2-3 juta.

Pengobatan dengan temulawak hanya akan menghabiskan Rp 600.000 -1.000.000 bahkan jika mau rebus  sendiri bisa lebih murah lagi.
Kasiat Temulawak sebagai hepatoprotektor, antiinflamasi, antikanker, antidiabetes, antimikroba, antidiare, pengobatan heoroid, serta penjaga stamina tubuh.

Menurut penelitian , Senyawa kurkumin dan desmetoksikurkumin yang terdapat dalam temulawak berkhasiat sebagai antioksidan yang mampu menetralkan racun dan radikal bebas polusi yang berbahaya seperti narkoba.

Pecandu yang ingin berhenti mengkonsumsi narkoba biasanya mengalami sakaw.
Sakaw adalah saat-saat yang paling menegangkan bagi pecandu narkoba.
Gejala sakaw yang bisa dirasakan yaitu demam, hipertensi, gelisah, irritability, insomnia, keinginan untuk memakai narkoba lagi, menguap, hidung berair, mual, muntah, dan diare.

Jika pecandu narkoba tidak suka dengan rebusan temulawak, maka ia bisa meminum temulawak yang sudah diekstrak sebanyak 4 x 500 mg perhari.

Bila sudah mencoba dan belum juga sembuh , maka anda memerlukan bantuan ahlinya.
Anda bisa menghubungi kami Tabib Masrukhi, MPA. Telp :  085869412009

4 metode pengobatan


Tabib Masrukhi - Dari berbagai metode pengobatan kami kelompokan menjadi  4 metode
  1. Metode Pengobatan Medis - metode ini menggunakan obat – obat kimia yang lazim di gunakan secara medis
  2. Metode Pengobatan Herbal - metode ini menggunakan ramuan herbal
  3. Metode pengobatan Alamiah - Selain menggunakan obat kimia dan herbal  seperti  Radioterapi , Fisioterapi,Tusuk jarum,Pijat refleksi, Diit, Olah raga, Prana, Magnetisme, Tenaga dalam dll
  4. Metode pengobatan Goibiyah - metode pengobatan ini jika sudah mengikut sertakan peran serta / bantuan mahluk Goib seperti malaikat dll.

Dari ke 4 metode pengobatan memiliki peran / kelebihan sendiri sendiri / keampuhan mengobati penyakit tertentu. Bahkan kadang seorang terapis menggunakan lebih dari satu metode pengobatan.maka jika di gunakan secara tepat dan benar maka penyakit dapat di sembuhkan dengan lebih baik.

Dan dari ke 4 metode pengobatan sesuai kehendak Alloh.Ja semuanya di terapkan sudah benar namun belum sembuh juga , mungkin saja anda sedang di uji melalui penyakit.Karena itu sabar dan benar kuncinya.

Insya Alloh manfaat

Garansi Pengobatan


Garansi Jaminan pengobatan dan rehabilitasi selama 1 tahun merupakan upaya kami memberikan pelayanan pengobatan terbaik,mengingat banyak jasa pelayanan pengobatan narkoba menjanjikan kesembuhan dengan menentukan biaya sangat mahal tanpa adanya jaminan kesembuhan.
walaupun kesembuhan tergantung niat pasien,lingkungan pergaulan,dukungan keluarga tetapi faktor yang sangat penting dan tidak boleh di pandang sebelah mata yaitu Kemampuan dan Pengalaman SEORANG TERAPIS yang memiliki beberapa keahlian khusus di bidang pengobatannya.

Penyembuhan Narkoba tidak harus lagi menunggu timbulnya keinginana / niat KUAT dari  seorang pecandu narkoba ( asal mau minum ramuan khusus dari kami ).Peran  keluarga untuk membantu mengobati sudah di anggap cukup walaupun pecandu sendiri belum ada keinginan yang kuat untuk berobat., dengan harapan selama masa pengobatan akan timbul kesadaran untuk kesembuhan dirinya.
Melalui jaminan garansi ini di harapkan seseorang mantan pengguna narkoba bisa lebih bebas bergerak dan berkreasi.meskipun masih dalam lingkungan pergaulan lama,bahkan bisa mengajak yang lain untuk berTAUBAT dan BEROBAT. Siapa lagi yang bisa membantu mereka ? kalau tidak dari seorang sahabat baik yang bisa mengajak kebaikan pula.

INFO 


Menganalisa Tingkat Ketergantungan Narkoba

Pengobatan
Setiap Rumah Sakit Rehabilitasi Narkoba memiliki program khusus bagi bagi korban narkotika, zat adiktif dan psikotropika,berikut ini beberapa metode pengobatan yang umum di terapkan di rumah sakit rehabilitasi
Analisa Tingkat Ketergantungan
Menganalisa tingkat ketergantungan korban pada narkotika, zat adiktif dan psikotropika, untuk menentukan tingkat pengobatan dan tingkat pembinaan bagi si korban, sehingga teraphy dan metode pengobatan bisa terukur.

Pembersihan Racun/Detoksifikasi
Fase pembersihan darah dan sirkulasi organ-organ tubuh lainnya pada tubuh pencandu dari narkotika, psikotropika atau zat adiktif lainnya, sehingga darah menjadi bersih dan sistem metabolisme tubuh kembali normal. Proses ini dapat dilakukan melalui cara-cara berikut :
  1. Cold Turkey (abrupt withdrawal) yaitu proses penghentian pemakaian Narkoba secara tiba-tiba tanpa disertai dengan substitusi antidotum.
  2. Bertahap atau substitusi bertahap, misalnya dengan Kodein, Methadone, CPZ, atau Clocaril yang dilakukan secara tap off (bertahap) selama 1 - 2 minggu.
  3. Rapid Detoxification: dilakukan dengan anestesi umum (6 - 12 jam).
  4. Simtomatik: tergantung gejala yang dirasakan.

Selain pembuangan racun tersebut, sistem DOCA mulai diterapkan sebagai salah satu cara paling mutakhir. Detoksifikasi opioid ini efektif dan aman untuk penanggulangan awal ketergantungan opioid.
Lebih lanjut tentang DOCA : http://www.kapanlagi.com/a/0000002207.html

Deteksi Sekunder Infeksi
Pada tahap ini, biasanya dilakukan pemeriksaan laboratorium lengkap dan tes penunjang untuk mendeteksi penyakit atau kelainan yang menyertai para pecandu Narkoba, misalnya dari Hepatitis, AIDS, TBC, penyakit seks menular, dll. Jika dalam pemeriksaan ditemukan penyakit tersebut, biasanya dilakukan pengobatan medis terlebih dahulu sebelum penderita dikirim ke rumah rehabilitasi medis. Sebuah cara mencegah terjadinya penularan penyakit pada para penderita yang lain atau tenaga kesehatan.

Tahap rehabilitasi
Prinsip perawatan setiap rumah rehabilitasi narkoba yang ada di Indonesia sangat beragam. Ada yang menekankan pengobatan hanya pada prinsip medis, ada pula yang lebih menekankan pada prinsip rohani. Atau memadukan kedua pendekatan tersebut dengan komposisi yang seimbang.

Pembinaan Mental (Aftercare)
Sebelum kembali ke masyarakat, para penderita yang baru sembuh biasanya ditampung di sebuah lingkungan khusus selama beberapa waktu sampai pasien siap secara mental dan rohani kembali ke lingkungannya semula. Hal ini terjadi karena sebagian besar para penderita umumnya putus sekolah dan tidak mempunyai kemampuan intelejensia yang memadai. Akibatnya, banyak di antara mereka menjadi rendah diri setelah keluar dari rumah rehabilitasi.

Fase ini memegang pernan vital, dimana penderita ditumbuhkan kembali rasa kepercayaan diri pada penderita, menumbuhkan semangat dan keyakinan bahwa dia akan sembuh dan kembali normal, bersosialisasi dengan masyarakat dan lingkungannya. Yang paling utama adalah pembinaan mental spiritual, keimanan dan ketakwaan, serta kepekaan sosial kemasyarakatan. Proses ini bisa meliputi program pembinaan jasmani dan rohani.

Periode proses aftercare sangat bervariasi, karena tahap ini merupakan tahap yang terpenting dan sangat menentukan untuk mencegah si penderita kembali ke lingkungannya yang semula. Berdasarkan data statistik tingkat keberhasilan penanganan kasus ketergantungan Narkoba secara medis tidak optimal (hanya 15-20%).

Tahap Pengobatan
Pertolongan Pertama
Penderita dimandikan dengan air hangat, minum banyak, makan makanan bergizi dalam jumlah sedikit dan sering dan dialihkan perhatiannya dari narkoba. Bila tidak berhasil perlu pertolongan dokter. 
Pengguna harus diyakinkan bahwa gejala-gejala sakaw mencapai puncak dalam 3-5 hari dan setelah 10 hari akan hilang.


Menurunkan Risiko (Harm Reduction) :
  • Menggunakan jarum suntik sekali pakai
  • Mensuci hamakan (sterilisasi) jarum suntik
  • Mengganti kebiasaan menyuntik dengan menghirup atau oral dengan tablet
  • Menghentikan sama sekali penggunaan narkoba

Yang harus dilakukan bila seseorang mabuk :
  • Jangan membiarkannya mengemudikan kendaraan
  • Beri dia minum air yang banyak
  • Coba ajak dia makan
  • Jangan biarkan dia sendirian
  • Jauhkan dia dari tempat-tempat berbahaya, seperti jalan raya, jembatan, balkon, kolam renang, laut.

Jika pecandu tak sadar (pingsan) :
  • Periksa pernafasannya
  • Menjaga saluran pernafasan supaya tidak ada sumbatan
  • Baringkan dia pada sisi tubuhnya, jika muntah, sisa makanan tidak menyumbat saluran pernafasan.

Gejala serius yang memerlukan perhatian medis :
  • Tidak sadar atau setengah sadar
  • Pernafasan yang lambat.
  • Kulit dingin, pucat atau membiru

Kiat-kiat Berubah
Kembali menjalani kehidupan normal bukan sesuatu yang mudah bagi seorang pecandu, hal termudah untuk menghilangkan kebiasaan ngedrug adalah dengan tidak mulai mengkonsumsinya sama sekali, tapi apakah semudah itu?

Jika hal tersebut sudah mulai menjadi keharusan, pemadat akan terus mengkonsumsi selama hidupnya akan semakin sulit dihentikan dan makin membuatnya tergantung. Beberapa kiat dibawah ini membantu para pencandu mengakhiri derita mereka, meskipun dukungan lingkungan dan niat dari pencandu menjadi modal utama kesembuhan mereka.

Kiat-Kiat Berubah (Sembuh)
  • Hindari teman sesama pemakai
  • Jujur dan terbuka
  • Positif thinking
  • Hindari hal-hal yang mudah memancing stress
  • Sharing dengan orang yang dipercaya
  • Jangan konsumtif
  • Mencari kesibukan terbatas
  • Dalami spiritual
  • Sabar dan menerima keadaan apa adanya

Kiat-Kiat Half Way House
  • Hindari teman pemakai NAPZA.
  • Upayakan tidak menjalin relasi intim.
  • Bagi waktu antara bermain dan di rumah (orangtua).
  • Jangan konsumtif dengan keperluan kosmetika.
  • Tetap berkomunikasi dan terbuka.
  • Hindari sifat fait a compli.
  • Usahakan tepat janji.

Kiat-Kiat Untuk Orang Tua
  • Pendengar yang baik
  • Penuh perhatian
  • Bijaksana membuat keputusan dan meminta pendapat
  • Tegar berdiskusi meskipun menyangkut perihal sensitif
  • Beri respons yang konstruktif
  • Beri pesan dengan jelas
  • Teladan dalam perilaku


Ciri-ciri pengguna Napza

Fisik :
  • Berat badan turun drastis.
  • Buang air besar dan kecil kurang lancar.
  • Mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitam-hitaman.
  • Sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas.
  • Tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan.

Emosi :
  • Bila ditegur atau dimarahi, dia malah menunjukkan sikap membangkang.
  • Emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya.
  • Nafsu makan tidak menentu.
  • Sangat sensitif dan cepat bosan.

Perilaku :
  • Bicara cedal atau pelo.
  • Jalan sempoyongan
  • Malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya.
  • Mengalami jantung berdebar-debar.
  • Mengalami nyeri kepala.
  • Mengalami nyeri/ngilu sendi-sendi.
  • Mengeluarkan air mata berlebihan.
  • Mengeluarkan keringat berlebihan.
  • Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga.
  • Selalu kehabisan uang.
  • Sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala "putus zat".
  • Sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan.
  • Sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam.
  • Sering mengalami mimpi buruk.
  • Sering menguap.
  • Cenderung menarik diri dari acara keluarga dan lebih senang mengurung dikamar
  • Sikapnya cenderung jadi manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya, seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat.
  • Suka mencuri uang di rumah, sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan barang-barang berharga di rumah. Begitupun dengan barang-barang berharga miliknya, banyak yang hilang.
  • Takut air, jika terkena akan terasa sakit, karena itu mereka jadi malas mandi.
  • Waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur, kloset, gudang, ruang yang gelap, kamar mandi, atau tempat-tempat sepi lainnya.
  • Menghindar dari tanggung jawab yang sesuai, malas menyelesaikan tugas rutin di rumah

Gejala sakaw atau putus obat :
  • Bola mata mengecil
  • Hidung dan mata berair
  • Bersin-bersin
  • Menguap
  • Banyak keringat
  • Mual-mual
  • Muntah
  • Diare
  • Nyeri otot tulang dan persendian
Terapi
Model terapi rehabilitasi yang dapat digunakan untuk membantu seseorang melepaskan diri dari kecanduan dan merubah perilakunya menjadi lebih baik.

  1. Model Terapi Moral Model ini sangat umum dikenal oleh masyarakat serta biasanya dilakukan dengan pendekatan agama/moral yang menekankan tentang dosa dan kelemahan individu. Model terapi seperti ini sangat tepat diterapkan pada lingkungan masyarakat yang masih memegang teguh nilai-nilai keagamaan dan moralitas di tempat asalnya, karena model ini berjalan bersamaan dengan konsep baik dan buruk yang diajarkan oleh agama. Maka tidak mengherankan apabila model terapi moral inilah yang menjadi landasan utama pembenaran kekuatan hukum untuk berperang melawan penyalahgunaan narkoba.
  2. Model Terapi Sosial Model ini memakai konsep dari program terapi komunitas, dimana adiksi terhadap obat-obatan dipandang sebagai fenomena penyimpangan sosial (social disorder). Tujuan dari model terapi ini adalah mengarahkan perilaku yang menyimpang tersebut ke arah perilaku sosial yang lebih layak. Hal ini didasarkan atas kesadaran bahwa kebanyakan pecandu narkoba hampir selalu terlibat dalam tindakan a-sosial termasuk tindakan kriminal. Kelebihan dari model ini adalah perhatiannya kepada perilaku adiksi pecandu narkoba yang bersangkutan, bukan pada obat-obatan yang disalahgunakan.Prakreknya dapat dilakukan melalui ceramah, seminar, dan terutama terapi berkelompok (encounter group). Tujuannya tidak lain adalah melatih pertanggung-jawaban sosial setiap individu, sehingga kesalahan yang diperbuat satu orang menjadi tanggung-jawab bersama-sama. Inilah yang menjadi keunikan dari model terapi sosial, yaitu memfungsikan komunitas sedemikian rupa sebagai agen perubahan (agent of change.
  3. Model Terapi Medis Model ini berakar dari beberapa konsep dalam teori fisiologis atau metabolisme, yang memandang perilaku adiksi obat sebagai sesuatu yang terjadi karena faktor etiologis atau keturunan. Ada dua macam model terapi yang berdasarkan pada konsep ini
    • Pertama, yaitu konsep menyembuhkan kecanduan obat dengan menggunakan obat lain. Contohnya adalah model terapi metadon untuk pecandu opiat. Terapi ini didasarkan pada sebuah teori dari Dole dan Nyswander yang menyatakan bahwa kecanduan opiat adalah hasil dari defisiensi metabolik, sehingga harus diluruskan dengan memberikan metadon.
    • Kedua, yaitu konsep menyembuhkan kecanduan obat dengan cara memandang adiksi obat sebagai suatu penyakit. Dari pendekatan teori biologis ini lahirlah konsep "disease" yang apabila diterjemahkan artinya adalah "penyakit", atau bisa juga diartikan sebagai rasa tidak nyaman. Terapi untuk konsep "penyakit" ini sangat berbeda dengan terapi yang melihat perilaku adiksi sebagai penyimpangan sosial. Dalam terapi ini seorang pecandu dianggap sebagai pasien, dimana mereka akan dibina dan diawasi secara ketat oleh tim dokter. Kelemahan dari terapi ini adalah sifatnya yang "keras", dimana pasien direhabilitasi dengan konsep alergi. Karena pasien mempunyai alergi terhadap narkoba, maka mereka tidak boleh mengkonsumsinya seumur hidup. Menyadari keterbatasan ini, maka konsep adiksi sebagai penyakit sangat mementingkan perkumpulan (fellowship) dari mereka yang mempunyai penyakit kecanduan narkoba untuk menjadi pendukung satu sama lain. 
  4. Model Terapi Psikologis Model ini diadaptasi dari teori psikologis Mc Lellin, dkk yang menyebutkan bahwa perilaku adiksi obat adalah buah dari emosi yang tidak berfungsi selayaknya karena terjadi konflik, sehingga pecandu memakai obat pilihannya untuk meringankan atau melepaskan beban psikologis itu. Model terapi ini mementingkan penyembuhan emosional dari pecandu narkoba yang bersangkutan, dimana jika emosinya dapat dikendalikan maka mereka tidak akan mempunyai masalah lagi dengan obat-obatan. Jenis dari terapi model psikologis ini biasanya banyak dilakukan pada konseling pribadi, baik dalam pusat rehabilitasi maupun dalam terapi pribadi. 
  5. Model Terapi Budaya     Model ini menyatakan bahwa perilaku adiksi obat adalah hasil sosialiasi seumur hidup dalam lingkungan sosial atau kebudayaan tertentu. Dalam hal ini, keluarga seperti juga lingkungan dapat dikategorikan sebagai "lingkungan sosial dan kebudayaan tertentu".


Dasar pemikirannya adalah, bahwa praktek penyalahgunaan narkoba oleh anggota keluarga tertentu adalah hasil akumulasi dari semua permasalahan yang terjadi dalam keluarga yang bersangkutan. Sehingga model ini banyak menekankan pada proses terapi untuk kalangan anggota keluarga dari para pecandu narkoba tersebut.

Sumber : www.kapanlagi.com






Disclaimers : Keingingan sembuh dari pasien dan dukungan keluarga serta lingkungan pergaulan sangat mempengaruhi tingkat kesembuhan. Segera di obati sebelum terlambat