“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman". (Al-Qur'an:al-Israa:82)"

Bersihkan darah dari Narkoba

Membersihkan darah dari racun narkoba kunci kesembuhan kecanduan narkoba

Mutiara Hikmah "Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. Hanya saja tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya".
(HR.Ahmad 1/377, 413 dan 453)


Selamat Datang di www.terapinarkoba.com

Kami berpengalaman menangani KECANDUAN NARKOBA dengan metode MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di pulihkan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.
Sudah banyak pasien yang kami tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota

SAKAW dll cepat di pulihkan.

Prosedur Pemulihan kecanduan narkoba bisa RAWAT JALAN dan TERAPI JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja

SUDAH REHAB TAPI ANDA MASIH KECANDUAN JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI


TABIB MASRUKHI,Br.M.,A.Md.Kep

Telp : 0823 3222 2009


GARANSI >>> klik disini

Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.

yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin Lepas dari ketergantungan narkoba maka segera di obati
2. Bila pecandu belum ada keinginan Lepas dari ketergantungan narkoba maka tetaplah motivasi untuk segera diobati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk di pulihkan secara tuntas.

Demikian semoga bermanfaat

Rasulullah ï·º
“Setiap penyakit ada obatnya, dan bila telah ditemukan dengan tepat obat suatu penyakit, niscaya akan sembuh dengan izin Allah”
Tampilkan postingan dengan label santet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label santet. Tampilkan semua postingan

SIHIR CERAI, Kisah Syaikh Wahid Abdussalam Bali menghadapi Jin dan Sihir Penyebab Perceraian



“Sesungguhnya iblis singgasananya berada di atas laut. Dia mengutus para pasukannya. Setan yang paling dekat kedudukannya adalah yang paling besar godaannya. Di antara mereka ada yang melapor, ‘Saya telah melakukan godaan ini.’ Iblis berkomentar, ‘Kamu belum melakukan apa-apa.’ Datang yang lain melaporkan, ‘Saya menggoda seseorang, sehingga ketika saya meninggalkannya, dia telah bepisah (talak) dengan istrinya.’ Kemudian iblis mengajaknya untuk duduk di dekatnya dan berkata, ‘Sebaik-baik setan adalah kamu.’” (HR. Muslim).

Imam al-Munawi mengatakan, “Sesungguhnya hadis ini merupakan peringatan keras, tentang buruknya perceraian. Karena perceraian merupakan cita-cita terbesar makhluk terlaknat, yaitu Iblis. Dengan perceraian akan ada dampak buruk yang sangat banyak, seperti terputusnya keturunan, peluang besar bagi manusia untuk terjerumus ke dalam zina, yang merupakan dosa yang sangat besar kerusakannya dan menjadi skandal terbanyak.” (Faidhul Qadir, 2:408)

Kali ini akan kami suguhkan cerita menarik tentang masuk islamnya Shaqwan, salah satu jin penyebab perceraian yang kami terjemahkan dari salah satu kitab Syaikh Wahid Abdussalam Bali (ulama ahlus sunnah di mesir), selamat menyimak…

Syaikh Wahid Abdussalam Bali berkisah:

Ada seorang wanita yang sangat membenci suaminya. Ia selalu merasa tidak nyaman bersama suaminya baik ketika di rumah maupun di kantor. Selain itu ia melihat wajah suaminya layaknya binatang binatang buas. Dari tanda-tanda tersebut saya yakin bahwa dia berada di bawah pengaruh sihir.

Suaminya telah membawa istrinya ke peruqyah, dan melalui tubuh istrinya jin tersebut berkata bahwa ia dikirim melalui sihir kepada istrinya. Peruqyah itu pun menyerang jin itu bertubi-tubi, namun tak ada respon berarti dari jin itu. Suaminya berkata bahwa istrinya telah dibawa berobat selama satu bulan, sampai jin dalam tubuh wanita itu memerintahkan sang suami untuk menceraikan istrinya. Sayangnya suaminya pun memenuhi permintaan jin itu dengan melakukan talak satu. Setelah itu sang suami membawa istrinya pulang, dan istrinya pun sembuh selama satu minggu. Namun tidak lama kemudian jin itu kembali menyerang istrinya. Oleh karena itu akhirnya sang suami membawa istrinya kepadaku. Aku membacakan beberapa ayat al quran pada wanita itu, lalu wanita itu akhirnya kesurupan dan berikut isi percakapan antara aku dan jin tersebut.

Aku : Siapa kamu?
Jin : Aku Shaqwan
Aku : Apa agamamu?
Jin : Nashrani
Aku : Kenapa kau mengganggu wanita ini ?
Jin : Untuk memisahkan ( menceraikan ) dia dengan suaminya.
Aku : Aku punya permintaan padamu, apabila kau menyetujuinya Alhamdulillah.
Jin : Gak usah repot, aku gak bakalan keluar dari tubuh wanita ini, suaminya pun sudah kubuat pontang-panting membawa wanita ini berobat.
Aku : Aku gak memintamu keluar dari tubuh ini…
Jin : Jadi apa maumu?
Aku : Aku ingin kau memeluk islam, jika kau mau Alhamdulillah, namun jika tidak, sungguh tidak ada paksaaan dalam beragama.
( Setelah dialog panjang akhirnya jin itu mau masuk islam)
Aku : Apakah kau telah benar-benar menjadi seorang muslim atau kau hanya menipuku?
Jin : Kau tidak dapat memaksaku menjadi seorang muslim, namun sungguh aku masuk islam memang benar-benar dari lubuk hatiku. Tapi…
Aku : Tapi apa?
Jin : Sekarang aku melihat di depanku sekelompok jin nasrani yang sedang mengancamku, dan aku takut mereka akan membunuhku.
Aku : Oooh… Gak usah khawatir, aku akan memberikanmu senjata yang akan mencegah mereka mendekatimu.
Jin : Tunggu apa lagi, berikan sekarang senjata itu padaku..!
Aku : Eiits…tunggu dulu sampai diskusi kita selesai…
Jin : Apa lagi yang kau mau?
Aku : Untuk membuktikan bahwa kau telah menjadi seorang muslim, kau harus keluar dari tubuh wanita ini.
Jin : Ia, aku sudah menjadi seorang muslim, namun bagaimana caraku kabur dari penyihir yang mengirimku jika aku keluar dari tubuh wanita ini?
Aku : Mudah, jika kau setuju untuk keluar.
Jin : Baiklah.
Aku : Dimana letak benda sihir yang dibuat penyihir itu?
Jin : Terkubur di halaman belakang rumah wanita ini. Namun aku tidak bisa menentukan letak pastinya, karena disana ada jin yang bertugas menjaga dan memindahkan benda itu tatkala letak benda itu ada yang mengetahui.
Aku : Udah berapa lama kau bekerja untuk tukang sihir itu..?
Jin : Sekitar 10 atau 20 tahun ( syaikh lupa berapa tahun pastinya, 10 atau 20 tahun), dan sebelum wanita ini, tiga wanita lainnya telah menjadi korbanku.
( Jin tersebut bercerita tentang tiga wanita yang menjadi korbannya, dan setelah jelas bagiku bahwa ia berkata jujur, maka kukatakan padanya…)
Aku : Ambillah senjata yang telah kujanjikan padamu!
Jin : Apa itu?
Aku : Ayatul Kursi, Setiap kali jin kafir dating ingin menyerangmu, maka bacakanlah ayat kursi, niscaya mereka akan lari darimu. Apakah kau hafal ayat kursi?
Jin : Iya . Aku menghafalnya dari wanita ini, sebab dia sering membaca ayat kursi. Tapi bagaimana caraku lari dari penyihir itu?
Aku : Keluarlah sekarang dan tinggallah di mekah, diantara jin-jin muslim yang beriman pada Allah.
Jin : Tapi apakah Allah akan mengampuni dosa- dosaku?
Aku : Iya.. sebagaimana firman Allah, ” Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.“ ( Surat Az Zumar ayat 53)

Jin itu pun menangis dan berkata,
Jin : Ketika aku pergi, sampaikanlah permohonan maafku pada wanita ini.

Akhirnya jin itu pun pergi, lalu aku membacakan ayat al quran pada air dan menyuruh suaminya untuk menyiramkan air itu ke halaman belakang rumahnya.
Setelah beberapa lama kemudian, aku mendapat kabar dari suaminya bahwa istrinya telah pulih. Sungguh kesembuhan itu bukan dari ku namun semata-mata dari Allah.

=====

Demikianlah kisahnya, semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Buat para suami sayangilah istrimu, berikanlah perhatian padanya dan bersabarlah terhadap kelakuannya yang sekiranya tidak kau sukai. Dan buat para istri, sungguh suami mu adalah pemimpin bagimu dan anak-anak mu. Patuhilah perintahnya, dan sayangilah ia, sungguh suami itu adalah anak kecil yang berbadan besar, dengan sedikit perhatian dan senyuman darimu hatinya akan gembira dan bersuka cita. Dan buat para “jomblowers”, janganlah terjebak melalui hubungan “aneh” bernama pacaran. Kalau engkau memang suka terhadap seorang gadis, bicaralah pada orang tua mu, utarakan niatmu, dan berdoalah pada Allah, niscaya kau akan temukan Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Akhirul kalam, Alhamdulillahi rabil `alamin….
Assalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh…..

Ditulis ulang oleh :
Perdana Akhmad, S.Psi

DIALOG PENYAKIT PERBUATAN JIN

oleh: Ki Abdul jabbar

Dialog ini diawali oleh tetanggaku yg sakit, kata paranormal sudah kena “ANGIN JIN”, sehingga harus di ruqiyah. Karena percayanya dengan paranormal, sampai beberapa paranormal sudah didatanginya. Faktanya bukan sembuh malah semakin parah.

SP=   Si Penanya
AJ=   Abduljabbar

SP=   Ki, saya perhatikan orang yg belajar ilmu ghoib identik bisa menjadi penghusada.
AJ=   He…he…he…, biasalah seperti itulah sifat manusia, mereka menganggap mantra-mantra yg dipelajari bisa menyembuhkan orang yg sakit.     Misalnya seperti Ruqyah.

SP=   Oh iya Ki, sekarang banyak orang melakukan ruqyah. Bagaimana menurut Ki AJ…?
AJ=   Ruqyah itu ditujukan untuk orang yg memang menderita sakit, sekarang ini justru ruqyah dilakukan kepada orang yg sehat. Akibatnya orang sehat malah bisa sakit, banyak orang sehat malah kesurupan.

SP=   Iya Ki, saya sering melihat seperti yg di acara TV. Katanya orang tsb kemasukan jin, makanya harus dikeluarkan jin-nya.
AJ=   Itu omongan orang yg cari nafkah dari ruqiyah ini, misalnya acara T.V team pemburu hantu. Pada waktu itu saya senang menonton acara ini, sehingga saya kepingin bisa seperti mereka. Tetanggaku kebetulan salah seorang dari team pemburu hantu tsb, tetanggaku banyak yg kagum kepada beliau. Suatu saat ada tetangga komplek perumahan yg minta tolong ke DKM Masjid tempatku sholat. Orang yg minta tolong tsb sdh 2x meminta tolong team pemburu hantu, sampai keluar uang banyak ternyata jin pengganggu tsb tidak mau pergi, justru semakin menganggu.

SP=    Lantas, bagaimana Ki ?
AJ=   Saya kasihan ibu itu sudah tertipu oleh pekerjaan orang yg tidak bertanggung jawab. Malam itu setelah baca Yassin, saya hanya mengucap dalam hati, carilah tempat yg layak, jangan mengganggu tempat ini. Alhamdulillah sudah beberapa hari jin itu tidak menganggu lagi….

SP=   Koq nampak mudah ya Ki. Apakah Ki Abduljabbar membaca amalan-amalan tertentu?
AJ=   Saya hanya baca Surat Yassin bersama teman-teman dan keluarga tsb. Tidak ada gaya seperti team pemburu hantu pakai jurus silat, karena memang tidak ada yg harus dilawan.

SP=    Kalau amalan untuk membakar jin itu bagaimana Ki?
AJ=   Ya amalin saja, biar jin takut.

SP=    Kalau orang sakit karena perbutan jin yg kata orang kena “angin jin”, bagaimana menurut Ki Abduljabbar?
AJ=   Semua penyakit berasal dari mindset orang tersebut sehingga tidak terjadi keseimbangan tubuh dan mentalnya. Misalnya orang yg tidak pernah bahagia, biasanya sering sakit dan mudah stress. Jika orang sakit karena jin biasanya akibat dari santet. Allah berfirman:”Jin itu tidak ada  kuasa atas manusia, dan jin itu tidak dapat memasuki tubuh manusia.  ”Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat”.QS:15/42.
Kalau ada orang sakti bisa begini bisa begitu tetapi perbuatannya merugikan orang lain, berarti orang tersebut sudah menghamba kepada  jin. Sadar atau tidak banyak orang sudah melakukan perbuatan seperti ini, misalnya ada seseorang yg mengatakan orang lain sesat hanya karena tidak sesuai dengan apa yg dipelajarinya, orang tersebut seakan-akan sudah menyamai Allah Ta’ala yg mengatur seluruh alam semesta ini. Bukankah kita menjadi seperti sekarang ini sudah kodratullah…., jadi tidak ada alasan kita menilai orang lain dari sisi baik-buruknya, yg boleh adalah saling menasehati dalam hal kesabaran dan kebenaran.

SP=   Tetapi Ki, kenyataannya banyak orang yg kesurupan dan menderita sakit yg secara medis tidak dapat dideteksi?
AJ=   Iya…, kesurupan itu dibagi menjadi dua. Pertama karena pengaruh tidak kuat psikologisnya dan ke-dua karena kesadarannya memang dikuasai oleh jin. Yang tidak kuat psikologisnya membuat kontraksi otot mengejang sehingga orang tsb seperti kram terlihat seperti penyakit ayan yg kambuh, sehingga dianggap kesurupan.   Sedangkan alasan ke-dua tsb, terjadi biasanya karena ada pesan yg ingin disampaikan oleh jin tsb, karena jin tidak dapat komunikasi verbal dengan manusia.

SP=   Banyak terjadi kesurupan massal di sekolah dan pabrik, fenomena apa itu Ki ?
AJ=   Jelas itu karena stress psikologis karena takut tidak lulus sehingga jika ada siswa yg jatuh kejang akan mempengaruhi siswa yg lain. Demikian hal nya pada pabrik, karena takut dipecat jika kerjanya tidak memenuhi target, sehingga stress akhirnya kejang-kejang.

SP=   Kenapa koq bisa massal Ki ?
AJ=   Sifat manusia itu memiliki dasar yg sama, jika dalam satu komunitas ada yg sakit, kita akan merasakan kesedihan itu. Apalagi pada komunitas yg memiliki nasib yg sama yg sama-sama mendapat tekanan yg sama, jika salah satu kejang, yg lain akan ketularan kejang.

SP=   Cara mengatasinya dan penyembuhannya bagaimana Ki ?
AJ=   Beri motivasi kepada mereka, jangan memberi penekanan, sehingga mereka memperoleh ketenangan dan rasa percaya diri. Jika ada yg sakit, pisahkan orang yg kejang tsb jangan sampai yg lainnya melihat. Sebenarnya pasien kita bawa ketempat yg sejuk dan diberi aroma wangi sudah bisa sembuh sendiri dan ini tidak ada hubungannya dengan perbuatan jin.

SP=  Wah…pantesan sudah dipanggilkan ORANG PINTAR, ternyata tidak sembuh. Orang pintar tsb bilang katanya jin penunggu pohon besar di samping sekolahan minta syarat ayam cemani dan minyak sulthon.
AJ=    Kita sudah dibohongi oleh orang pintar itu.

SP=    Saya pernah baca diiklan, banyak orang sakit karena terkena “angin jin”. Saya percaya karena banyak penyakit secara medis tidak bisa       disembuhkan tetapi dgn pengobatan alternatif baru bisa sembuh. Katanya orang yg terkena angin jin ini akan menderita sakit karena jin dari api sedangkan manusia dari tanah. Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya syaithan masuk (mengalir) ke dalam tubuh anak Adam mengikuti aliran darahnya, maka sempitkanlah jalan masuknya dengan puasa”.
AJ=   Hhhmmm… saya juga lebih suka pengobatan alternatif, tetapi bukan dengan cara-cara sesat, yg tidak sesuai dengan ajaran rasulullah SAW. Yang dimaksud “syaithan” oleh Rasulullah SAW adalah sifat-sifat manusia yg menyimpang dari perintah Allah Ta’ala, yaitu nafsu-nafsu serakah. Melalui puasa manusia akan mampu mengendalikannya. Sedangkan anggapan orang sakit karena ANGIN JIN itu karena keterbatasan pengetahuan orang tentang MEDIS, sehingga dihubungkan dengan MISTIK. Sebagaimana kepercayaan ANIMISME DAN DINAMISME timbul karena keterbatasan ILMU PENGETAHUAN mereka, sehingga banyak arca (patung), pohon besar disembah dan diberi sesaji. Logikanya jin kan mahkluk cosmik tidak berdimensi seperti manusia yg punya mulut dan perut, jadi mau dikasih sesaji ayam kagak bakalan dimakan. Makanya pakai otak, biar mikir ….

SP=   Nafsu-nafsu setan itu seperti apa Ki?
AJ=   Nafsu-nafsu setan itu intinya adalah nafsu yg membuat rasa TIDAK BAHAGIA, misalnya cemburu, iri hati, marah, dendam, benci, dll.  Sehingga orang yg memiliki sifat seperti itu OTAK nya tidak memproduksi hormon kebahagiaan dan justru memproduksi hormon NORADREANALIN dan ANDRENALIN,  yaitu hormon yg sangat beracun, nomor 2 setelah bisa ular. Untungnya racun tsb hanya sedikit yg diproduksi oleh otak, tetapi kalau sering bisa stress dan cepat mati orang tsb.

SP=   Kenapa tidak bahagia Ki?
AJ=   He…he…he…, memang ada orang yg memiliki rasa cemburu, dendam, marah, akan merasa BAHAGIA…?   Tidaklah yaw…!!!  Tidak ada manusia yg merasa bahagia karena MARAH, CEMBURU, MEMBENCI, MEMBUNUH, DLL…..,  Jika hal ini berlarut-larut, akan menimbulkan RADIKAL BEBAS yg membuat lemak dalam darah meningkat yg akhirnya membuat penyumbatan pada pembuluh darahnya dan meningkatkan radikal bebas. Makanya orang seperti ini wajahnya nampak lebih tua dan kusam (tidak cerah).

SP=   Wah… ini saya baru tahu Ki…., selama ini pemahaman saya,  orang yg kena kanker, stroke, diabetes, dll … karena ulah perbuatan jin.
AJ=   Astaghfirullah al‘adzim…, anda sudah su’udzon kepada jin. Bukankah jin itu sama dengan manusia, sama-sama diciptakan hanya untuk       beribadah kepada Allah Ta’ala. Tidak ada dasarnya untuk saling bermusuhan, manusia itu justru menjadi IMAM nya jin karena nabi-nabi semuanya dari kalangan manusia.

SP=   Tapi Ki, sabda Rasulullah SAW:”sebaik-baiknya jin masih lebih baik orang yg paling jahat”. Artinya kan tidak ada jin yg baik Ki…?
AJ=   Maksud Rasulullah SAW itu, agar kita jangan berinteraksi dengan jin atau bahkan menghamba kepada jin. Karena Allah Ta’ala sdh memberikan kepada manusia sebagai kafilah bumi yg harus rahmatan lil alamin, bukan rahmatan lil muslimin. Walaupun kenyataannya banyak manusia yg mengabdikan diri kepada jin, itulah kedzaliman yg sangar besar. Naudzubillahi mindzalik …

SP=   Banyak orang yg mengamalkan amalan agar dapat khodam harimu, Nyi  Roro Kidul, dll. Menurut Ki AJ bagaimana?
AJ=   Saya sarankan tinggalkan amalan itu, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:“Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku  menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu,  melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku,  oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah  dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. QS:14/22.

SP=   Maksud ayat itu apa Ki?
AJ=   Maksudnya semua perbuatan setan itu hanya TIPU DAYA. Dan memang seperti itulah ajakan setan agar manusia tersesat dari jalan fitrah sehingga menjadi pengikutnya di neraka jahanam.

SP=   Kalau orang sakit kena Guna-guna bagaimana Ki?
AJ=   Allah Ta’ala berfirman:“Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-      Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir”. QS:45/13.
          Ayat di atas sebagai penenang manusia bahwa Allah Ta’ala menundukan Malaikat (yg di langit) dan jin/Iblis (yg ada di bumi) yg ditujukan kepada manusia yg menggunakan Akal dan Pikirannya.

SP=   Maksudnya apa Ki “bagi kaum yg berpikir” itu?
AJ=   Maksudnya orang yg menggunakan OTAK nya. Sekarang ini banyak orang punya otak tetapi tidak digunakan untuk berpikir tetapi digunakan       untuk merugikan orang lain. Karena kalau hanya untuk mencelakai orang lain kan gak perlu MIKIR. He…he…he…

SP=  Oh… pantesan Ki Abdul selalu memposting ilmu ADJUSTMENT OTAK. Jadi, sebenarnya penyakit itu bisa dari jin gak Ki?
AJ=   Enggak bisa, karena jin itu tidak berkuasa atas diri Manusia. Yang membuat manusia sakit adalah tidak adanya keseimbangan 3 unsur; MIND,       BODY, SOUL. Mind adalah akal dan pikiran (jiwa), di dalam jiwa inilah terdapat nur atau cahaya illahi yg selalu menuju kepada kebaikan (MUTMAINAH) dan NAFSU keserakahan yg mengarah kepada kejahatan (EVIL). Soul adalah Ruh (hanya Allah yg tahu urusan ini).  KUNCINYA adalah milikilah RASA BAHAGIA. Karena dengan rasa BAHAGIA  ini otak akan memproduksi hormon ENDORPHIN, SEROTONIN, MELATONIN, HIGH GROWTH HUMAN (HGH), dll. Dan masih banyak ratusan hormon kebahagiaan akan diproduksi manusia, sepertinya Allah Ta’ala menciptakan manusia denganGEN-GEN KEBAHAGIAAN. Anda dapat merasakan misalnya Anda BAHAGIA, energi seperti tidak pernah habis. Tetapi jika Anda EMOSI MARAH, napas Anda akan tersenggal-senggal dan cepat kelelahan.

SP=   Jadi bisa nggak orang sakit diobati dengan Ruqyah?
AJ=   Bisa, karena jaman Rasulullah dulu ada sahabat yg meruqiyah menggunakan Al-Fatehah.

SP=   Tetapi kenapa koq banyak yg melakukan ruqiyah tetapi tidak menyembuhkan malah penyakitnya semakin parah?
AJ=   Wah … kalau masalah ini perlu diskusi panjang, karena kalau hanya membaca Al-Fatehah lantas orang bisa sembuh, pasti tidak ada lagi orang sakit. Faktanya rumah sakit sekarang penuh pasien. Konteknya adalah rasa ketenangan dari pasien itulah yg menyembuhkan karena mendengar alunan keindahan ayat-ayat Al-Qur’an tsb.

SP=    Wah…., terimakasih Ki, sudah memberikan masukan yg bermanfaat. Saya jadi paham, bahwa bathin (hati/qolb) dapat berpengaruh pada phisik (jasmani).
AJ=      Ya…, kalau menginginkan kesehatan yg sejati adalah dengan melakukan keseimbangan MIND, BODY, SOUL yaitu keseimbangan antara pikiran/ otak, jasmani dan spiritual. Jadi hilangkan pikiran Anda bahwa penyakit bukan karena perbuatan jin, tetapi karena pola gaya hidup yg tidak sehat.

CIRI-CIRI PENYAKIT NON MEDIS

Sejumlah orang sulit mengenali apakah penyakit yang dideritanya penyakit medis atau non medis, malah ada yang tidak percaya sama sekali tentang penyakit non medis sehingga mereka tidak mendapatkan kesembuhan setelah berobat selama bertahun-tahun, belasan tahun bahkan ada yang puluhan tahun. 
Ada juga yang tidak tertolong akibat penanganan yang tidak tepat dalam arti tidak sesuai dengan penyakit yang diderita. Misalnya penyakit non medis ditangani secara medis, demikian juga sebaliknya, penyakit medis ditangani secara non medis, tentu saja tidak membuahkan hasil apa-apa. Kasus non medis banyak saya temukan pada penyakit stres, depresi, tumor, kanker, hipertensi, ginjal, kandung kemih, gangguan syaraf dan otot. Banyak kasus penyakit non medis yang telah saya tulis di blog ini tapi pada posting kali ini saya coba merangkum tentang ciri-ciri penyakit non medis, atas dasar hasil pengamatan dari pengalaman saya selama dua puluh tahun lebih menggeluti penyembuhan dengan Terapi Alif.
Mudah-mudahan tulisan ini membantu anda mengenali secara dini jenis penyakit yang anda derita agar tidak salah memilih tempat untuk berobat, agar anda terhindar dari kerugian-kerugian yang sangat besar baik harta, tenaga maupun jiwa.
  1. Apabila diagnosa dokter terhadap penyakit anda berubah-ubah, patut dicurigai bahwa penyakit anda adalah penyakit non medis, bukan medis.
  2. Setelah anda bolak-balik sekian kali ke doker tetapi tidak menunjukkan perubahan apa-apa dalam arti kearah kesembuhan, itu juga patut dicurigai bahwa penyakit anda adalah non medis. Biasanya kalau memang sakitnya medis, paling lama setelah tiga kali minum obat sudah anda rasakan perubahannya, dan untuk penyakit kronis paling lama tiga hari sudah merasakan perubahannya.
  3. Apabila kesembuhan anda nikmati bersifat sementara dalam arti anda merasa bebas dari gangguan penyakit setelah minum obat, kemudian kambuh lagi setelah sekian lama, tetapi begitu minum obat sehat lagi dan begitu terus berulang, itu juga salah satu ciri penyakit non medis.
  4. Pihak medis telah memeriksa anda dengan sangat teliti, termasuk di scan, pemeriksaan laboratorium, tetapi tidak menemukan penyebab penyakit anda, sementara anda terus menderita sakit, itu juga patut dicurigai sebagai penyakit non medis.
  5. Sebelum sakit, apabila anda diganggu oleh perasaan, pikiran dan hati yang tidak enak dan gelisah yang tidak jelas ujung pangkalnya, itu suatu pertanda jelas penyakit non medis.
  6. Begitu juga dengan gangguan tidak bisa tidur, nafsu makan menurun drastis dengan sebab tidak jelas, kalaupun tidur diganggu mimpi buruk yang terus menerus atau yang berulang, baik sebelum sakit mapun setelah sakit, itu juga pertanda yang sangat jelas bahwa anda menderita penyakit non medis.
  7. Apabila anda merasakan seperti ada yang menempel, kadang-kadang terasa berat di daerah diantara kedua tulang belikat di belakang anda, atau di daerah tulang belikat, itu pertanda awal yang cukup jelas bahwa anda mendapat gangguan penyakit non medis. Hal tersebut makin jelas apabila gangguan di daerah tulang belikat dan sekitarnya menyebar sampai ke organ tubuh lainnya, seperti jantung, daerah dada, pinggang, perut, leher terutama bahagian belakang, kepala dan sebagainya. Biasanya yang diganggu salah satu organ yang saya sebut diatas, atau beberapa organ secara serempak.
  8. Apabila anda merasa diri anda seperti melayang, lemas, tidak bergairah oleh sebab yang tidak jelas, itu juga pertanda penyakit non medis. Bahkan ada yang merasa seperti tidak pernah menjejak ke bumi, kadang-kadang ada yang merasa sulit membedakan apakah dia sedang bermimpi atau terjaga.
  9. Bila anda melihat alam jin dan syetan atau ada yang mengistilahkan halusinasi, itu juga pertanda yang sangat jelas bahwa anda menderita penyakit non medis.
  10. Sering mendengar bisisikan di kepala, telinga dan dada itu juga pertanda sangat jelas penyakit non medis.
  11. Sebelum sakit atau selama sakit, bila anda merasakan ada aliran yang masuk dari jari kaki dan atau jari tangan, tetapak kaki dan atau telapak tangan, mengalir keatas, masuk ke tubuh, rasanya seperti kesemutan, itu juga suatu tanda penyakit non medis.
  12. Apabila anda merasakan sakit saat-saat tertentu saja, misalnya datangnya gangguan mulai waktu asyar, magrib, tengah malam, matahari terbit dan sebagainya itu juga patut dicurigai sebagai penyakit non medis.
  13. Apabila anda sering merasa dingin di kaki dan atau tangan, merasa panas/pedas di kaki dan tangan serta dibahagian lain di tubuh anda kadang-kadang merinding sampai membuat perasaan dan hati anda tidak enak, itu juga pertanda masuknya penyakit non medis.
  14. Apabila anda merasa tiba-tiba kepala, dada, jantung, leher, punggung, pinggang, perut atau organ tubuh lainnya seperti ditusuk benda tajam tanpa sebab yang jelas, itu juga salah satu pertanda penyakit non medis.
  15. Apabila anda merasa aneh, heran dan bingung dengan keadaan anda sendiri, perilaku anda sendiri ( perilaku lahiriah dan perilaku spiritual ) baik sebelum sakit maupun selama sakit, itu patut dicurigai sebagai penyakit non medis.

Hanya ini yang bisa saya rangkum, mudah-mudahan ada manfaatnya.

di tulis oleh JH Alifulhaq
berdasarkan pengalaman beliau dalam menangani penyakit non medis.barang kali saudara minat berobat ke beliau silahkan berkunjung www.terapi-alif.blogspot.com

Permadi: RUU Santet Jadi UU, Presiden Bisa Terjerat

Selasa, 02 April 2013, 18:31 WIB
permadi
permadi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerhati masalah supernatural, Permadi, mengatakan dari Presiden Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semuanya memiliki dukun. Jika RUU Santet dijadikan menjadi undang-undang (UU), Presiden bisa terjerat.

“Namun, apakah hukum di Indonesia berani menjerat petinggi negara,” katanya di gedung Parlemen, Selasa, (2/4).

Presiden Soeharto, ujar Permadi, dulu juga pernah disantet oleh dua dukun santet. Namun, ternyata dukun yang menyantetnya kalah dari dukun yang melindungi Soeharto.

Dukun yang menyantet Soeharto, kata Permadi, akhirnya mati. Soeharto sendiri juga mengetahui siapa yang mengirim santet kepadanya. Presiden itu memiliki dukun untuk melindungi dirinya dari santet yang dikirim lawan-lawannya.

Sebenarnya, terang Permadi, banyak juga menteri dan anggota DPR yang pergi ke tukang santet untuk mengalahkan lawan-lawan politiknya. Namun, memang pembuktiannya susah dilakukan, karena mengubah benda atau materi menjadi dematerialisasi dan memasukkannya ke tubuh orang yang disantet.
Reporter : Dyah Ratna Meta Novi
Redaktur : Dewi Mardiani

10 Bunga dan Tanaman Untuk Penangkal Ilmu Santet Atau Mengatasi Ilmu Santet

Bunga Penangkal Ilmu Santet memang tidak semua orang mengetahuinya, namun ini sangat diperlukan ketika Anda merasa dalam bahaya terhadap ilmu santet. Santet atau disebut juga dengan guna-guna atau jampi-jampi merupakan suatu cara mistis untuk menyakiti seseorang secara gaib.

Banyak orang yang tidak percaya dengan ilmu santet, namun sejumlah orang sangat percaya dengan ilmu santet atau diguna-guna, termasuk saya sendiri. Jika Anda disantet oleh seseorang, maka efeknya terlihat jelas, namun anda tidak akan mendapatkan sang pelaku. Santet merupakan cara orang terdahulu untuk menjaga diri, atau disebut dengan pagar tubuh, dari gangguan-gangguan mistis milik orang lain.

Kapan dan dimana Anda mengetahui Anda terkena santet..?, ketika anda menimpa musibah aneh, seperti sakit tiba-tiba, lalu anda pergi ke dokter untuk mendapatkan pertolongan medis, dan setelah anda diperiksa, tidak detemukan gejala ataupun penyebab apapun dalam tubuh Anda, namun anda merasakan sakit yang luar biasa. Di Indonesia sendiri ada beberapa santet yang sering di gunakan orang, ada yang tidak terlihat, yaitu melalui kejiwaan seseorang, dan ada yang terlihat, berupa seperti luka pada anggota tubuh sampai membuat anda cacat seumur hidup.

Santet merupakan ilmu yang gaib, dan lebih dekat dengan alam, dan santet tidak hanya ada di Indonesia, bahkan di luar negeri ilmu santet sangat kerap digunakan. Jika anda pernah menonton film kaum gypsi, maka anda akan sedikit mengetahui trik-trik yang menyeramkan. Santet sangat dekat dengan alam, dan berikut, ada beberapa macam tanaman yang selama ini dikenal sejumlah orang memiliki aura penangkal ilmu hitam. Akan tetapi, sebagian harus diperhatikan letak tanamannya agar aura yang dimiliki bisa melindungi Anda sebagai pemilik rumah.

Bunga Mawar
Bunga yang dijuluki lambang cinta ini memiliki batang yang penuh duri, dan mempunyai kekuatan yang mampu menyerap hawa-hawa negatif, termasuk menangkal serangan santet. Hawa negatif yang berhasil diserapnya akan langsung dibuang ke dalam tanah dan kembali ke tanah. Sarannya, jangan ditanam di depan rumah, karena hawa negatif yang sudah dimasukkan ke dalam tanah, akan terlangkahi kita sebagai penghuni rumah. Dan bila ini terjadi, maka Anda penghuni rumah akan mendapatkan musibah kiriman orang lain.

Bunga Kaktus
Tanaman yang kebanyakan tumbuh didaerah pergunungan kering ini memiliki kekuatan yang sama seperti bunga mawar, mampu menangkal santet dan hawa-hawa negatif lain. Namun kekuatan ini hanya bisa keluar bila Anda menanamnya atau menaruhnya di luar rumah, seperti di belakang, di depan, atau di samping rumah. Jika anda meletakkan di dalam rumah, tidak berguna, dan sebagian orang berkata, akan menolak datangnya rejeki kerumah Anda.

Pohon Pinang Merah
Di Indonesia, tanaman ini disebut dengan pinang merah, kenapa demikian?, karena buahnya yang merah. Dan tanaman tumbuhan ini memiliki nama lain, secara ilmiah disebutkan sebagai cyrtostachys lakka, dan sejumlah orang mempercayai sebagai penolakan serangan black magic atau ilmu hitam, yang ditujukan untuk penghuni rumah.

Bunga Kemuning Jawa
Di Indonesia, tepatnya di pulau jawa disebut dengan bunga kemuning jawa, dan tanaman ini juga memiliki nama ilmiah, yaitu Murraya Paniculata, yang juga dipercaya mampu menolak kekuatan black magic atau ilmu hitam. Di sisi lain, didunia obat tradisional atau obat kampung, tanaman bunga ini dapat mengobati beberapa penyakit seperti bisul, rematik, memar, sakit gigi, radang buah zakar, infeksi saluran kencing, dan beberapa penyakit lainnya.

Tebu Wulung
Tanaman tebu ini kegunaannya sama seperti pinang merah dan kemuning jawa, dan dapat ditanam dimanapun, dengan warna kulit dan daun berwarna hitam, ini dapat menangkal ilmu-ilmu hitam yang mengancam penghuni rumah. Tebu ini memiliki tuah yang luar biasa, dimana sejumlah paranormal biasanya menggunakan tanaman yang memiliki nama latin Saccharum officniarum tersebut sebagai media penyembuhan pasien.

Pohon Serut
Tanaman ini merupakan salah satu pohon yang paling digemari para kolektor bonsai atau tanaman hias, dan biasanya tanaman ini sering kali diletakkan orang di ruangan-ruangan atau halaman-halaman yang strategis untuk mempercantik ruangan dan halaman tentunya. Namun dibalik semua itu, pohon ini berguna untuk menghilangkan niat jahat yang mengancam penghuni rumah. Dapat ditanam dimanapun Anda suka, dan khasiat pohon bonsai atau dengan nama lain Camona retusa ini akan muncul.

Selain beberapa tanaman diatas, ada beberapa tanaman lain yang yang memiliki aura serupa, selain mengusir ilmu-ilmu santet, pohon ini juga mampu mendinginkan hawa panas. Sejumlah orang percaya, mampu mengusir binatang berbisa dan ancaman orang jahat yang memiliki niat mencuri.

Jambu Dersono
Tanaman jambu yang mempunyai ciri seperti jambu air ini memiliki aura yang sangat kuat. Dengan kekuatan aura yang dimiliki dan dikeluarkannya, tanah yang awalnya panas, bila ditanami jambu ini akan berubah menjadi hoki. Aura yang dimilikinya juga dapat mendatangkan rejeki bagi sang pemiliknya atau penghuni rumah dimana dia tumbuh. Di sejumlah kraton, pohon jambu yang memiliki nama latin Eugenia malaccencis ini juga menjadi simbol 'kadersan sih ing sesama', yang mencitrakan kasih dan cinta satu sama lainnya.

Cocor Bebek
Anda pasti kenal dengan bunga yang satu ini, Cocor Bebek memiliki nama latin, yaitu Kalanchoe pinnata, dan memiliki kekuatan hampir sama dengan jambu dersono, mampu mendinginkan tanah yang panas. Di beberapa daerah di Indonesia, cocor bebek biasanya digunakan sebagai obat sakit kepala, batuk, sakit dada, borok, demam, luka, dan memperlancar haid wanita serta dapat mengobati bisul.

Pohon Tanjung
Tanaman ini memiliki daun yang rimbun, dan biasanya ditanam dipinggir jalan dengan daun yang menyerupai daun beringin dan berbuah mirip buah melinjo ini sudah sejak lama dipercaya orang terdahulu mampu mengusir gangguan ular berbisa. Selain pohonnya yang besar, pohon bernama ilmiah Mimusopselengi ini memiliki makna tersendiri yaitu agar selalu disanjung-sanjung selalu.

Bambu Kuning
Pohon bambu ini biasanya dijadikan orang sebagai pagar, selain memiliki daun yang hijau mengkilat dan warna batang yang kuning serta ruas yang hampir sejajar, bambu ini juga memiliki aura yaitu dipercaya mampu menolak maling atau pencuri. Selain disebut dengan bambu kuning, tanaman ini juga memiliki nama ilmiah, yaitu bambusa vulgaris.

Itulah sejumlah tanaman yang dipercaya oleh sejumlah masyarakat di Indonesia yang mampu mengusir ilmu santet. Percaya atau tidak, semuanya bergantung pada diri kita sendiri yang menilainya, namun perlu diketahui bahwa, santet itu benar adanya. Jika anda pernah menonton televisi dan masih ingat kejadian yang menimpa seorang ibu pada tahun 2011 silam, itu merupakan salah satu ciri ganasnya ilmu santet. Dengan demikian, hidup yang rukun, dan bertetangga yang baik dengan semua orang disekeliling Anda, merupakan salah satu hal utama untuk mengusir ilmu santet.
 
catatan : 
Sebaiknya jangan percaya 100%

GALLERY FOTO GADIS DAYAK YANG TERKENAL KARENA KECANTIKANNYA


Foto Gadis Dayak yang terkenal karena kecantikannya. Suku Dayak yang terdapat di pulau Kalimantan, selain budayanya yang sangat kental yang mereka jaga, juga terkenal dengan kecantikan kaum hawanya. Berikut burukutuk trik blog dan seo akan membagikan foto-foto cewek asli suku Dayak. Penasaran?. . .



Cantiknya cewek Suku Dayak.
Gallery :


















Suku Dayak, sangat menjaga kekentalan kebudayaan mereka. So, bagi teman-teman yang naksir dengan cewek suku Dayak, jangan terlalu kurjar ya, atau mereka nanti bisa marah besar, entahlah apa hukumannya kalau sampai membuat cewek dayak yang cantik marah. Ada yang tau ?

sumber : http://detikaneh.blogspot.com

Arwah Dukun Menjadi Budak Syetan?

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Ba'da Salam segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, yang menciptakan manusia sebaik-baik penciptaan. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad yang telah membawa risalah dan menyibak gelapnya kesyirikan. O, iya ana punya beberapa pertanyaan yang selalu mengusik hati.
Ana pernah diserahi jimat berupa tasbih dan ana memusnahkannya dengan membakarnya setelah berta’awudz dan basmalah. Adakah cara khusus dalam memusnahkan jimat? Benarkah arwah dukun jika mati akan menjadi budak jin dan tidak langsung disiksa di kubur? Bolehkah mempercayai pemberitaan mimpi, misalnya disuruh pergi ke barat atau disuruh berbuat shalih? Benarkah ada hadits atau atsar yang menyatakan seburuk-buruk manusia adalah yang ditampaki jin? Wassalam
Budi Yahya, BumiAllah
 
Sample ImageJawaban :
Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh
Saudara Budi dan Seluruh pembaca Ghoib, semoga selalu dalam lindungan Allah Yang perlu dilakukan sebelum memusnahkan jimat adalah memusnahkan keyakinan terhadap jimat. Jimat adalah apa saja yang diyakini mempunyai kekuatan bisa mendatangkan manfaat atau menolak bahaya sementara kekuatan itu hanya Allah yang punya. Penamaannya pun beragam. Ada rajah, wifiq , azimat, isim dan sebagainya. Yang biasanya dipasang diatas pintu, di atap dimasukkan plastik atau botol ditanam di pekarangan rumah, dimasukkan di dompet,  ikat pinggang dijadikan rompi atau yang  lainnya.
Pemahaman seperti itulah yang harus diluruskan, bahwa tidak ada suatu benda apapun yang bisa mendatangkan manfaat dan bisa menolak mudharat kecuali atas izin Allah. Kemudian dengan keyakinan yang benar itu, berlindunglah kepada Allah dengan membaca ta’awwudz dan membaca basmalah dengan bertawakkallah kepada Allah, maka musnahkan jimat itu, dengan membakarnya.
Saudara Budi dan Seluruh pembaca Ghoib, semoga selalu dalam lindungan Allah. Dalam Syari’at lslam tidak ada ruh yang menjadi budak jin setiap orang yang meninggal ruhnya akan kembali pada tempatnya. Ruh orang yang baik akan terpisah dari ruh orang yang jahat. Yang jelas,masing-masing telah ada tempat yang disediakan Allah. Menurut qodhi lyadh, ruh mu’minin akan kembali ke al-malaul a’la atau ‘Illiyin (tempat yangpaling atas) sedangkan ruh kafirkembali ke Sijjin (tempat yang paling bawah). Hal itu didasarkan atas hadits yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dari Abu Sa’id al-Khudriyang jelas menyebut sijjin sebagai tempat kembalinya ruh kafir. Jadi tidak ada dalam ajaran lslam ruh yang menjadi budak jin.
Saudara Budi dan seluruh pembaca Majalah Ghoib, semoga selalu dalam lindungan Allah. Ada yang mengatakan bahwa mimpi itu adalah bunganya tidur, namun dalam kenyataannya tidak semua mimpi itu indah, mimpi ada yang baik dan ada yang buruk bahkan menakutkan. Nabi bersabda, “Mimpi yang baik datangnya dari Allah dan mimpi yang buruk datangnya dari syetan. Barang siapa memimpikan sesuatu yang tidak disukainya, hendaklah ia meludah (tipls) ke kiri tiga kali dan hendaklah ia berlindung kepada Allah dari gangguan syetan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Tidaksemestinya kita menjadikan mimpi itu sebagai pedoman yang menuntun kehidupan kita.Karena dalam syariat lslam, mimpi tidak bisa dijadikan landasan syariat. Seandainya mimpi itu baik, maka ketika kita mengikuti mimpinya itu bukan berarti kita mengikuti itu ada ajarannya dalam al-Qur'an dan al-Sunnah. Karena ukuran kebaikan adalah harus baik menurut Allah dan Rasul-Nya bukan baik menurut versi manusia, baik bagi si A belum tentu baik bagi yang lain.
Saudara Budi dan seluruh pembaca Majalah Ghoib, semoga selalu dalam lindungan Allah. Tidak ada dalil yang menyatakan bahwa orang yang melihat penampakan adalah seburuk-buruk manusia. Cukuplah sebagai dalil, bahwa Abu Hurairah shahabat mulia nabi itu pernah melihat penampakan jin di rumah zakat. Penampakan merupakan bagian dari gangguan, maka kita yakin tidak ada seorang pun yang menginginkan terjadinya penampakan pada dirinya. Namun perhatikan dengan seksama apakah penampakan yang dilihatnya itu sering terjadi atau sesekali saja atau bahkan hanya sekali-kalinya dalam hidupnya. Penampakan itu adalah bagian dari gangguan, dimana jin setelah menyihir dirinya menampakkan diri dalam wuiud yang bukan aslinya, baik menampakkan diri menyerupai seperti manusia atau mungkin juga menyerupai binatang.
Dalam realita keahidupan, kita dapati seseorang melihat sosok yang menakutkan sementara yang lain tidak melihatnya. Maka itu adalah gangguan yang hanya ditujukan kepadanya.Jika itu teriadi pada Anda hanya sesekali atau bahkan jarang ianganlah takut, berlindunglah kepada Allah bacalah takbir, Ayat Kursi, surat-surat Pendek atau dzikir-dzikir lain yang disyari’atkan, lnsya Allah de gangguan itu akan hilang. Namun jika itu terjadi sering pada diri Anda, maka sebaiknya Anda meruqyah diri Anda sendiri atau diruqyah oleh orang lain.
Akhirnya hanya kepada Allah kita memohon perlindungan. Wallahu a’lam bis showab.

Akhmad Sadzali, Lc.
Ghoib Ruqyah Syar’iyyah

Dukun Generasi Kelima Pengikut Nyi Roro Kidul


"MONA (bukan nama sebenarnya), kamu berbakat jadi dukun hebat," kata kakek suatu sore. Kata bernada pujian itu terlontar dari bibir kakek setelah sekian bulan. la memantau perkembangan murid-muridnya. Murid yang istimewa, karena semuanya memiliki pertalian darah. Generasi saya adalah generasi kelima dari keluarga yang secara turun ternurun terkenal sebagai dukun kesohor di Jawa Tengah. Pendadaran yang langsung dibawah kendali kakek memang dimaksudkan untuk mencari penerus dari ilmu leluhur kami. Para dukun yang telah sekian puluh tahun malang melintang di dunia perdukunan. Dari kawah candradimuka ini akan terlihat siapa yang layak menjadi pewaris ilmu leluhur keluarga kami.
 
Mulanya, saya tidak tertarik menjadi seorang dukun. Saya hanya mengikuti sebuah tradisi dalam keluarga yang harus menjalani latihan tahap pertama ini. Dan saya dinyatakan sebagai yang terbaik. Melebihi bakat yang dimiliki sepupu saya yang nampak ngotot ingin menjadi dukun.

Ukuran keberhasilannya sebenarnya mudah, hanya dengan melihat pengaruh dari tahapan puasa yang kami jalani. Seberapa lama seseorang dapat merasakan kehadiran jin tanpa ada rasa takut. Semakin cepat, katanya, bakat yang dimilikinya semakin besar.Umur saya masih belasan tahun ketika pertama kati disuruh berpuasa tiga hari. Rabu Pon, Kamis Wage dan Jum'at Kliwon, itulah hari-hari yang biasanya dipilih. Namun, puasa yang saya jalani berbeda dengan puasa dalam ajaran Islam. Waktu itu, saya disuruh mengawali puasa pada hari Selasa siang. Tepatnya jam tiga sore. Bukan Shubuh seperti lazimnya puasa dalam Islam. Satu jam sebelumnya saya harus mengikuti ritual mandi kembang.

Saya berpuasa tanpa makan dan minum. Adzan Maghrib berlalu tanpa seteguk air membasahi kerongkongan. Saya hanya diperbolehkan makan nasi satu kepalan tangan dan air putih bila sudah sangat lapar. Itu pun hanya dibolehkan makan sekali. Bila tidak mampu, otomatis saya dinyatakan telah gagal dalam pendadaran ini.

Jam dua belas malam, saya disuruh keluar rumah lalu menjejakkan kaki ke bumi tiga kali, sambil merapal mantra berbahasa Iblis yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia bermakna, "Atas kekuatan udara, langit, bumi dan laut. Aku mengundang semua kekuatan itu atas penciptaan Tuhan. Atas nama besar Muhammad dengan dukungan Iblis ajmaun."
Saya yang belum mengerti apa-apa, hanya menuruti kata-kata kakek. Selanjutnya, saya disuruh mandi dari tujuh mata air yang berbeda. Mata air yang harus jatuh dari gunung. Sebuah persyaratan yang sulit terwujud bila tidak dipersiapkan jauh-jauh hari. Namun, semua persyaratan itu telah dipersiapkan kakek. Saya tinggal menjalani ritual semata.

Hari ketiga, saya disuruh kakek masuk ke dalam kamar. Duduk bersila dan mematikan lampu. Hanya lilin yang dinyalakan. Dalam temaram lampu lilin, saya diperintahkan menanggalkan semua busana. Selanjutnya tinggal menunggu apa yang akan terjadi.

Kata kakek, nanti ada yang datang dan biasanya menepuk punggung sebelah kanan. Awalnya saya merinding memikirkan apa yang akan terjadi. Namun saya berusaha menepisnya dan menenangkan diri. Tepat jam dua belas malam lebih sepuluh menit saya merasakan tepukan di pundak sebelah kanan.

Saya langsung kedinginan. Dengan sekuat tenaga saya berusaha untuk tidak berteriak. Saya diam. Menunggu apa yang akan terjadi. Ternyata hembusan angin mematikan lilin. Padahal saya berada dalam kamar yang tertutup yang seharusnya tidak mengizinkan angin masuk. Padamnya lilin merupakan pertanda buruk bagi saya.

Kakek menyatakan tirakat saya gagal dan harus diulangi lagi. Saya kembali menjalani ritual sejak awal di bulan berikutnya. Kali ini, kakek berpesan agar saya tidak membaca basmalah. Karena jin akan pergi lagi bila saya membaca basmalah. Puasa yang kedua ini, kakek benar-benar mengawasi saya, hingga ia pun puas. Saya dinyatakan lulus. Berikutnya saya disuruh melanjutkan puasa tujuh hari. Namun, terlebih dahulu saya harus mencari hari yang tepat. Rabu Pon, Kamis Wage dan Jum'at Kliwon, seperti biasa menjadi pilihan.  Dalam tahapan ini saya dinyatakan lulus, hingga langsung naik ke tangga berikutnya. Saya puasa dua belas hari, dua puluh satu hari dan empat puluh hari.

Setelah puasa empat puluh hari, saya disuruh kakek mandi di laut dengan membawa sisir, potongan rambut, potongan kuku dan celana dalam. Semua benda itu kemudian dibungkus dengan besek (sejenis tumbu terbuat dari anyaman bambu) dan ditinggal di laut. Setelah mandi saya langsung pulang. Karena kelelahan, sesampai di rumah saya tertidur. Saat itulah saya mendengar seseorang membangunkan saya. "Nduk, bangun," katanya. Saya terjaga. Saya tidak tahu apakah saya bermimpi atau tidak. Di depan saya telah berdiri seorang wanita berkebaya. "Lungguh neng kene, Nduk (duduk di sini, nak)!" katanya. Saya turuti perintahnya. Tak lama kemudian, datanglah seorang kakek-kakek. Badannya kurus dengan balutan kain putih di kepalanya. la membawa sebilah keris. "Ini milikmu. Tolong dijaga!" katanya sambil menyodorkan sebilah keris kepada saya. Belum sempat saya menjawab, keris itu langsung masuk ke dada saya. Saya benar-benar merasakan rasa sakit ketika keris itu menembus dada.

Keesokan harinya, saya sakit demam. Badan dingin menggigil. Setelah diserang panas dingin dua minggu lamanya, kakek datang. "Bagaimana, sudah masuk apa belum?" tanyanya. Belum saya jawab, kakek sudah mengejar dengan pertanyaan kedua. "Sudah didatangi apa belum?" katanya.

Saya heran, siapa orang yang dimaksudkan kakek. Pertanyaan kakek itu masih belum dapat saya jawab. Hanya diam jawaban saya. Saya tidak menghubungkan pertanyaan kakek dengan peristiwa dua minggu yang lalu. Pembicaraan pun beralih ke sakit saya. "Tidak apa-apa, nanti juga sembuh" kata kakek, setelah memegang kening saya. la kemudian mengunyah jahe lalu menaruhnya di ubun-ubun saya. Aneh, perlahan rasa sakit itu hilang, hanya dengan kompres jahe yang dikunyah kakek.
Sejak itu, saya merasakan lidah saya menjadi tajam. Umpatan dan ancaman seringkali menjadi nyata. Orang pertama yang menjadi korban masih teman sekelas. Namanya Veti. la selalu menghina saya di depan umum. "Ngapain ke sini, kamu kan bau. Bau amis," kata Veti sinis.
Saya tidak terima dipermalukan sedemikian rupa. Dengan reflek, saya menjejakkan kaki kiri ke tanah tiga kali dan merapal mantra, "Demi angin, ...... saya berpegang padamu atas keputusan Tuhan." Selanjutnya saya menyebut nama Veti seraya mengancam. "Celaka kamu, kalau kamu memang tidak mau minta maaf sama saya." ketika pulang dari sekolah, Veti tertabrak mobil. la mengalami luka parah. Kakinya patah.
Waktu itu, saya belum berpikir macam-macam bahwa kecelakaan itu karena ucapan saya. Tapi peristiwa demi peristiwa yang terjadi kemudian membawa saya pada kesimpulan bahwa saya tidak boleh berbicara sembarangan.

RAMALAN PERTAMA YANG MENGGUNCANG KELUARGA
Saat SMA itu, saya sudah mulai meramal. Yang pertama menjadi korban masih sepupu saya. Retno, begitu ia biasa dipanggil. Retno yang telah berpacaran 8 tahun tidak lama lagi menikah. Hari H sudah ditentukan. Undangan juga sudah tersebar. Hari bersejarah dalam hidupnya, tinggal menghitung hari.
Sehari sebelum hari H, saya bermain ke rumah Retno. Dari raut wajahnya saya meramalkan bahwa pernikahannya akan gagal. "Ngapain kamu repot-repot seperti ini. Dia bukan jodohmu," kata saya tanpa merasa bersalah. Terang saja Retno blingsatan. la marah. "Kenapa kamu ngomong begitu, tidak sopan," katanya.
"Lihat saja. Siapa jodoh kamu. Jodoh kamu itu orangnya dari timur. Kulitnya putih dan rambutnya keriting, ketemunya kamu nanti di kereta," jawab saya dengan ringan. Retno terpana. la masih tidak percaya dengan ramalan saya. la bertanya dengan sedikit ragu, "Mengapa kamu bisa tahu kalau saya tidak berjodoh sama dia?"
"Karena di muka kamu terlihat bukan dia suami kamu. Aura kamu tidak nyambung. Kalau kamu tetap nekat sama dia, kamu akan susah. Kamu akan sengsara," kata saya panjang lebar.
Tak lama setelah kepergian saya, terdengar berita buruk. Retno gagal melangsungkan pernikahan esok harinya. Keluarga besar terpengaruh dengan ramalan saya dan memutuskan untuk membatalkan pernikahan. la syok. Keluarga pun tertimpa aib. Ujung-ujungnya saya disalahkan karena ramalan itu. Enam bulan lamanya ia baru dapat melupakan kenangan pahit itu. Ketika Retno berangkat ke Yogya, ia menceritakan mimpinya. la tidak lagi mempermasalahkan ramalan saya yang menggagalkan pernikahannya dulu. "Mon, saya mimpi dikelilingi api," katanya. "Berangkat sekarang. Besok kamu bertemu dengan jodohmu," jawab saya meyakinkan. Retno pun berangkat ke Yogya. Dan begitu pulang, dia langsung memperkenalkan seorang pria yang kelak menjadi suaminya.
Selain itu saya mulai menerima  pasien. Pasien pertama saya adalah seorang penderita hilang ingatan asal Semarang, Jawa Tengah. Namanya Elsa. Saya pegang ubun-ubunnya, lalu saya tiup sebentar. la memang gila, gumam saya. Setelah saya putuskan untuk mengobatinya, saya berpuasa tiga hari. Kemudian saya membawanya ke laut. Di sana, saya duduk di pantai layaknya orang yang bersemedi. 'Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan langit, bumi dan segala isinya, saya memanggil penguasa  laut kidul. Saya minta pertolongannya dan meminta petunjuk atas kebenaran yang tidak saya ketahui." Mantra pemanggil Nyi Roro Kidul pun saya rapal. Air laut yang ada di depan saya bereaksi. Air laut itu langsung mendekat. la seakan bernyawa. Keluarga Elsa ketakutan melihat apa yang terjadi. "Panggil saja lautnya dengan ikhlas," seru saya kepada orangtua Elsa. Mereka pun menuruti permintaan saya. Mereka memanggil air laut. Air laut kembali mendekat. la seakan menelan kami. Ia seperti menyambut kedatangan kami. Bila sudah demikian, saya tahu bahwa pasukan Nyi Roro Kidul sudah datang.
Sebelum memandikan Elsa, terlebih dahulu saya memotong kuku, rambut dan pakaian dalamnya. Saya minta orangtuanya menyebutkan nama kecilnya serta nama ibunya. Setelah itu potongan kuku, rambut dan pakaian dalam itu saya cuci sampai bersih lalu saya buang ke laut. Selang beberapa minggu kemudian, orangtua Elsa menghubungi saya dan mengatakan bahwa Elsa telah sembuh. Hanya saja setiap menjelang bulan Syura, dia harus ke laut.
Semakin hari, pasien saya semakin banyak. Jumlahnya mencapai ratusan atau bahkan ribuan. Karena kakek dan paman, juga sering melimpahkan pasiennya kepada saya. Mereka menganut aliran kejawen yang berkiblat ke Nyi Roro Kidul. Karena itu bila mendapat masalah yang pelik, mereka selalu datang ke laut dengan membawa sesembahan berupa bedak, sisir, kemben hijau, selendang hijau, kebaya, jarik parang, bunga mawar dan bunga melati. Sesajen itu biasanya dibawa pada hari Selasa kliwon atau Jum'at Kliwon.
Beragam alasan pasien yang datang kepada saya. Ada yang minta penglaris, dimenangkan dalam perjudian, maupun pelet. Seperti yang dialami seorang teman karib saya, Desi namanya. la diinjak-injak pacarnya sendiri. Sebagai sesama wanita saya tidak rela teman saya diperlakukan demikian. Desi pun minta tolong saya agar pacarnya tidak memutuskannya. "Mon, tolong saya!" pintanya memelas.
"Coba cari daun teratai tiga lembar. Cari yang arahnya saling bertemu dengan ruas yang sama," kata saya menjawab permintaan Desi. Desi benar-benar mencari daun teratai itu. "Kamu harus puasa sehari semalam. Tanpa makan, minum dan tidur. Jam dua belas malam, ambil air wudhu dan duduklah menghadap kiblat dengan kaki bersila. Lalu tumpuk daun teratai itu menjadi satu. Sebut namanya disertai dengan membaca mantra lalu satukan daun-daun itu. Bayangkan pacarmu lalu usapkan ke kening. Setelah itu jadikan daun teratai itu sebagai bantalan tidur. Keesokan harinya pacarmu akan datang dengan muka yang aneh. Pandangannya kosong dengan raut muka merah jambu." Saya jelaskan kepada Desi cara mendapatkan pacarnya melalui ilmu pelet. Desi akhirnya bersatu kembali dengan pacarnya. Hanya saja cintanya kini sudah melebihi batas. Dia tidak bisa berpisah dengan Desi. Kemana-mana selalu ingin bergandengan tangan. Cintanya sudah tidak wajar. Karena itu dua tahun kemudian Desi menemui saya lagi. la meminta agar peletnya dilepas. "Kasihan, ia bukan lagi yang saya kenal dulu," ujar Desi. "Bakar saja fotonya dan kemenyan bersamaan. Niatkan bahwa kamu ingin melupakannya." Itulah solusi yang saya berikan kepada Desi. Dengan itu, mereka tidak lagi mesra seperti yang dulu. Mereka pun akhirnya berpisah dan tidak melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.

LARUNG SESAJEN Dl PANTAI SELATAN.

Tahun 2003, saya ikut kakek melakukan ritual ke laut selatan di malam hari. Bertepatan dengan hari Selasa Kliwon. Dari rumah kami berjalan kaki ke laut. Saya mengenakan kebaya sambil membawa tumpeng lengkap dengan nasi kuning. Sementara kakek membawa seperangkat sesajen berupa macam-macam pakaian, bedak, kapur sirih, tembakau, mas-masan dan kain hijau. Kami menuju laut. Sebelum masuk pintu gerbang, saya duduk dalam posisi menyembah dengan dipimpin kakek. Kemudian kami berjalan beberapa langkah, lalu duduk menyembah kembali. Setelah melewati laut, saya mencium bau yang sangat harum. "Hmm.... Bau harum melati," gumam saya sambil menghirupnya dalam-dalam.
Semua barang bawaan dilarung ke laut. Selang beberapa menit kemudian, ombak datang menggulung sesajen. Kakek ceria. Wajahnya berbinar-binar. la merasa sesajennya diterima Nyi Roro Kidul. Lalu kami pun pulang dengan mengambil jalan berbeda. Tapi anehnya, bau harum itu ikut pulang bersama kami. Bau harum melati itu terus membuntuti sampai dalam rumah. Ketika saya tanya, kakek hanya men-jawab singkat. "Nyi Roro ikut."
Sejak itu, saya mulai sering bermimpi yang aneh-aneh. Saya diajak jalan-jalan ke laut selatan. Melewati pintu gerbang dan batu pualam yang tinggi. Dalam mimpi itu, saya disambut prajurit berpakaian ala kraton. la bersenjatakan tombak. Prajurit itu mempersilakan saya masuk dan menyuruh saya tanda tangan. Tapi saya tidak mau, meski saya lihat banyak juga yang membubuhkan tanda tangan. "Saya hanya ingin lihat-lihat," elak saya.
"Ya sudah kamu masuk, memang kamu orang sini," jawabnya mempersilakan saya masuk. Saya melihat istana yang indah. Dengan lalu lalang orang yang tiada henti. Di sebuah ruangan terlihat emas permata yang melimpah. Puluhan orang datang mengambil permata-permata itu silih berganti. Di sudut lain, saya melihat laki-laki yang dikelilingi perempuan yang cantik-cantik. Orang itu lagi ngapain? tanya saya, tapi tidak adayang menjawab. Saya terus melangkah. Di sebuah tempat saya melihat orang-orang yang mengambil buah yang berisi permata. "Mereka lagi ngapain?" tanya saya kepada penjaga. "Mereka itu minta. Kamu nggak ikut minta?" tanya balik seorang penjaga. Saya menggelengkan kepala. Saya tidak tertarik untuk membawanya, justru saya ingin segera pulang.
Ketika pulang, saya merasa seperti terdampar di sebuah kilang minyak. Saya pun terbangun keheranan. Yang lebih mengejutkan, tempat tidur saya penuh dengan pasir. Mulanya, saya berpikir mungkin tadi belum saya bersihkan. Tapi keesokan malamnya, saya kembali bermimpi. Saya dijemput sebuah kereta kuda. "Ayo nduk pulang. Wong rumahmu di sana," ajak seorang perempuan berkebaya. Dalam mimpi itu saya kembali ikut ke laut pantai selatan. Tentu dengan pengalaman yang berbeda dan satu hasil. Kamar saya bertaburan pasir kembali.

KUNJUNGAN KE 'ISTANA NYI RORO KIDUL'
Akhir Desember 2003, saya membaca Majalah Ghoib edisi 9. Dalam sebuah rubriknya dikisahkan seorang anak yang bertingkah aneh karena bisa melihat jin. Saya merasakan kisah anak itu seperti perjalanan hidup saya. Bahkan lebih mengerikan. Dari sana, saya mulai berpikir bahwa ada yang salah dalam diri saya. Ada masalah yang harus segera diselesaikan.
Ketika saya bertemu dengan kakek, saya pertanya-kan apa yang selama ini men-jadi beban pikiran saya. "Kek, benarkah dalam diri saya ada jinnya?" tanya saya sambil menyodorkan Majalah Ghoib. Kakek terpana. la tidak menduga mendapat pertanyaan itu. "Tidak, kamu itu turunan," jawab kakek dengan suara bergetar. Kakek mem-baca sepintas Majalah Ghoib lalu merobek-robeknya. Kakek bercerita, saya adalah keturunan kelima yang diharapkan dapat mewarisi semua ilmu leluhur.
Ruang diskusi dalam hati saya belum tertutup, meski Majalah Ghoib telah dirobek-robek kakek. Saya kembali menelusuri perjalanan masa lalu. Perubahan sikap dan perilaku yang telah saya alami. Saya terkesima. Saya telah banyak berubah. Sejak tahun 2003, saya sudah tidak lagi menjalankan puasa Ramadhan. Jin yang merasuk ke dalam diri saya tidak mengizinkannya. Tenggorokan saya tercekik, bila saya niatkan puasa Ramadhan atau puasa sunah lainnya. Satu hal yang sangat berbeda bila saya puasa mutih atau ngrowot. Semuanya berjalan dengan lancar. Saya juga tidak lagi bisa shalat. jin-jin itu yang menghalangi saya.
Selain itu, ibu dan kerabat dekat saya mengatakan saya telah banyak berubah. Katanya saya jahat sekali. Saya menjadi licik dan omongan saya kotor. Saya bersedih. Linangan air matapun tidak lagi tertahankan. Saya menangis dalam kesendirian. Akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti ruqyah. Awal 2004, saya berniat mengikuti ruqyah, namun tidak pernah kesampaian. Ada saja hambatan. Bahkan bisikan dalam diri saya melarang dengan keras. Baru di akhir tahun 2004, tepat setahun setelah berkenalan dengan Majalah Ghoib saya mengikuti ruqyah massal. Waktu itu di sebuah kota di Jawa Tengah diadakan seminar dan ruqyah masal. Saya datang, karena saya sudah bertekad untuk keluar dari jalur perdukunan. Meski untuk itu saya harus melawan orangtua dan kakek yang mengharapkan saya mewarisi ilmu keluarga.
Meski untuk itu saya harus kehilangan harta yang melimpah. Dan saya harus memulai lagi dari nol. Bayangkan saya biasa mendapatkan uang empat ratusan ribu bahkan lebih untuk sekali terapi. Sebuah penghasilan yang sangat menggiurkan memang. Saat ruqyah masal itu, di dada saya ditaruh sebuah mushaf al-Qur'an. Anehnya, tubuh saya bergejolak. Aliran darah seakan terhenti. Tidak ada yang mengalir ke seluruh tubuh, hingga saya merasa sekujur tubuh saya kesemutan.
Tanpa sadar, saya berontak. Saya memukul ustadz yang menerapi. Bahkan al-Qur'an yang suci itu saya ludahi. Saya semakin kaget. Karena saya bisa melihat apa yang saya lakukan. Tapi saya tidak kuasa menahannya. Saya berteriak dan tertawa terbahak-bahak.
Setelah ruqyah itu saya demam selama seminggu. Satu hal yang tidak pernah terjadi sejak dikompres jahe oleh kakek, dulu. Saya berubah menjadi seorang penakut. Saya merasa ada serombongan orang yang memanggil-manggil. Mereka menyuruh saya kembali. Kemana-mana saya selalu dicekam ketakutan. Meski demikian, saya beruntung. Karena sejak ruqyah pertama, saya mulai bisa menjalankan shalat. Meski awalnya berat, seperti ada yang membebani di punggung. Tapi setelah terus dilawan, akhirnya beban itu hilang dengan sendirinya. Hanya saja, setelah ruqyah pertama kemampuan saya semakin tajam. Pasien yang meminta jasapun semakin banyak. Pasien-pasien lama banyak yang kembali datang. Sebuah pertentangan batin yang berat memang. Di satu sisi, kehadiran mereka mendatangkan keuntungan materi dan kehormatan. Namun pada sisi lain, saya telah menyatakan mundur dari dunia perdukunan. Sebuah masa transisi yang sangat menyesakkan dada.
Namun keputusan sudah diambil. Saya tidak mau surut ke belakang. Apapun resikonya. Akhirnya dengan bahasa yang halus, saya menolak permintaan mereka. Saya mulai menyarankan mereka untuk menempuh cara yang tidak menyimpang dari agama. "Berdoalah kepada Allah dan lakukan shalat hajat," solusi seperti inilah yang pada akhirnya saya berikan kepada mereka.
Beberapa minggu setelah terapi pertama, saya ikut terapi ruqyah secara berkelanjutan. Saat itulah saya merasakan tubuh saya memanjang. Saya hanya merasakan seperti melihat ular. Tanpa sadar, saya mendatangi ustadz. "Siapa kamu. Mengapa kamu membunuh anak buah saya? Percuma kamu membaca bacaan-bacaan itu karena tidak akan berpengaruh kepada saya. Saya tidak mempan oleh bacaan-bacaan itu," begitulah celotehan saya seperti dikisahkan seorang teman.
"Saya membunuh anak buahmu karena mereka masuk ke tubuh Nona dan mengganggunya," jawab ustadz. "lya, karena anak ini yang meminta. Dia meminta kepada saya dan saya hanya mengirimkan yang dia minta," jawab balik saya. Jin yang merasuk ke dalam tubuh saya itu membandel. Dia masih belum mau keluar.
"Jangan salahkan saya karena perempuan ini yang datang ke saya," ujar jin melalui bibir saya. "Perempuan ini sudah bertobat," ujar ustadz. "Tapi perempuan ini sudah memberikan perjanjian kalau dia akan memberikan semuanya kepada saya dan mengembalikan semuanya kepada saya," jin yang merasuki tubuh saya tidak mau mengalah. Dia terus mengoceh. Ketika ditawarkan untuk masuk Islam, jin itu tidak tahu. "Saya tidak tahu sama sekali apa itu Islam. Siapa itu Muhammad. Itu zaman kapan? Karena saya tidak hidup pada zaman itu. saya tidak mau bersyahadat, karena saya tidak mengenal Muhammad dan Islam," jin itu tetap membandel.
"Keluar dari sini," bentak ustadz. "Ya, saya akan keluar karena saya masuk dengan kemauan sendiri, maka saya bisa keluar dengan kemauan sendiri." Setelah mengucapkan kalimat itu, jin itu keluar saya pun tersadar. Jin yang merasuk ke dalam tubuh saya memang belum keluar semua. Tapi saya tidak berputus asa. Sudah belasan tahun mereka bertahan dalam tubuh saya, tentu mereka juga tidak mau keluar dengan mudah. Satu hal yang ingin saya pegang teguh, bahwa saya akan terus menempuh jalur ruqyah untuk membersihkan diri. Semoga Allah mengam-puni dosa-dosa saya. yang telah banyak menyesatkan orang melalui ilmu perdukunan yang saya kuasai.
Disclaimers : Keingingan sembuh dari pasien dan dukungan keluarga serta lingkungan pergaulan sangat mempengaruhi tingkat kesembuhan. Segera di obati sebelum terlambat