“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman". (Al-Qur'an:al-Israa:82)"

Bersihkan darah dari Narkoba

Membersihkan darah dari racun narkoba kunci kesembuhan kecanduan narkoba

Mutiara Hikmah "Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. Hanya saja tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya".
(HR.Ahmad 1/377, 413 dan 453)


Selamat Datang di www.terapinarkoba.com

Kami berpengalaman menangani KECANDUAN NARKOBA dengan metode MULTI TERAPI Insya Allah kecanduan narkoba dapat di pulihkan dalam waktu relatif singkat, hanya 2 bulan, bukan 6 tahun.
Sudah banyak pasien yang kami tolong, baik dari jawa maupun luar jawa / luar kota

SAKAW dll cepat di pulihkan.

Prosedur Pemulihan kecanduan narkoba bisa RAWAT JALAN dan TERAPI JARAK JAUH pasien tidak harus datang, bisa tetap sekolah, kuliah atau bekerja

SUDAH REHAB TAPI ANDA MASIH KECANDUAN JANGAN RAGU HUBUNGI KAMI


TABIB MASRUKHI,Br.M.,A.Md.Kep

Telp : 0823 3222 2009


GARANSI >>> klik disini

Catatan : Pecandu Narkoba sangat tergantung dengan peran serta orang tua / keluarga. Karena itu segera lah berobat sebelum semuanya terlambat, kematian atau cacat seumur hidup.

yang perlu di lakukan orang tua terhadap seorang anak pecandu Narkoba ?
1. Bila pecandu ingin Lepas dari ketergantungan narkoba maka segera di obati
2. Bila pecandu belum ada keinginan Lepas dari ketergantungan narkoba maka tetaplah motivasi untuk segera diobati atau setidaknya minum obat ramuan kami dengan harapan pasien merasakan manfaat nya selanjutnya ada kesadaran untuk di pulihkan secara tuntas.

Demikian semoga bermanfaat

Rasulullah ï·º
“Setiap penyakit ada obatnya, dan bila telah ditemukan dengan tepat obat suatu penyakit, niscaya akan sembuh dengan izin Allah”
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

FLEK PARU PADA ANAK

Tanya : 
Anaku cewek 2.5tahun. BB 10.5kg. anaknya sehat & aktif, walaupun BBnya kurang. beberapa hari ini panas. hasil lab, trombosit bagus, widal negatif, BBS 1 :25, BBs 2: 48. jd ada kemungkinan flek. utk memastikan, q disuruh ronstgen. kata dokter sp.radiologi ada radang paru & cenderung flek. tp dokter ku liat hasil rontgen nya itu ga keliatan, blm yakin, jadinya q minta jangan dikasih obat flek dulu. sambil nunggu perkembangannya bbrp hari lagi. trz mengenai pansnya itu dokter memvonis kena tipus, tp tdk perlu rawat inap, cukup rawat jalan aja. yg ingin q tnyakan masalh fleknya itu. gimana ya bisa memastikan kena flek apa ga.. apa masalh BB kurang itu bisa dikatakan flek? anaknya itu aktif & ga pernah batuk lama. makasih..


Ibu/saudari yang Terhormat
Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter flek paru dalam dunia medis merupakan TBC (tuberkulosis) paru.

Infeksi TBC Paru pada anak seringkali diakibatkan karena adanya kontak dengan penderita TBC paru yang berada di sekitar anak Anda. Adakah orang-orang di sekitar anak Anda yang mengalami sakit tersebut atau batuk-batuk lama yang tak kunjung sembuh? Tentunya, selain menjalani pengobatan anak Anda harus dijauhkan dari orang-orang dewasa di sekitarnya yang dicurigai mengalami penyakit TBC paru (tentunya menyarankan juga kepada orang yang dicurigai tersebut untuk berobat) karena jika tidak diobati maka mereka akan menular dan seterusnya berulang. Lalu tak lupa menjaga nutrisi makanan sehari-hari.
Namun, TBC pada anak sedikit berbeda dengan TBC pada orang dewasa karena biasanya tidak menyebabkan gejala batuk produktif sehingga kebanyakan tidak menyebabkan penularan. Penularan biasanya terjadi dari orang dewasa.

Beberapa gejala TBC yang terdapat pada anak:

-Demam lama (> 2 minggu) tanpa sebab jelas dan demam tidak terlalu tinggi
-Dapat disertai keringat malam
-Batuk lama > 3 minggu
-BB turun atau tidak naik dalam 1 bulan
-Nafsu makan menurun/berkurang
-Diare persisten yang tidak sembuh

 

untuk penegakan diagnosa TBC dapat melalui beberapa pemeriksaan penunjang seperti Uji tuberkulin (tes Mantoux),Foto toraks A/P atau P/A dan lateral,Pemeriksaan mikrobiologis basil tahan asam (BTA) secara langsung dan biakan Mycobacterium tuberkulosis dari bahan bilasan lambung atau sputum dan lain sebagainya.



PENGOBATAN FLEK PARU
Tabib MASRUKHI,MPA

Bila anak kesayangan sudah berobat kemana saja belum juga sembuh
Lama Pengobatan 50 hari ( bukan 9 bulan ) / 5 Paket Pengobatan ( 1 paket untuk 10 hari )
Proses pengobatan yang terjadi pada minggu pertama minum obat
  1.        Keringat malam hilang
  2.        Nafsu makan bertambah
  3.        Kekuatan fisik dan daya ingat meningkat
  4.        Batuk –batuk sembuh
  5.        Anak bertambah pintar
  6.        Bertambah Lincah

ini menunjukan perkembangan awal yang sangat baik teruskan pengobatan sesuai anjuran
P - Bagaimana bila anak dalam pengobatan dokter ? apakah bisa di obati bersama sama ? 
J - bisa di obati secara bersamaan yang penting pemberian obat selisih 1 - 2 jam sebelum minum obat dari dokter.
P - Bagaimana bila anak tidak dalam pengobatan dokter ?  
J  - kami akan mengobati dengan resep yang lebih lengkap
P - Apakah harus pengobatan rutin , tidak boleh telat minum obat ? 

J  - Metode kami tidak masalah jika telat minum obat telat satu dua hari tetapi tetap usahakan rutin
Setelah berobat rutin selesai susuai anjuran kami , silahkan buktikan dengan cek laboratorium ulang ( cek HB,Leokosyt, dan LED , bilamana kurang yakin silahkan cek radiologi )
Insya Alloh pegalaman kami pasien pada sembuh tuntas  

Garansi Pengobatan 
Jika dalam pengobatan pertama tidak ada perubahan, maka uang di kembalikan 100%.

Demikian semoga manfaat kami siap melayani

Hyperaktif dan tips mengatasi anak hyperaktif


Perhatian:
Tulisan ini adalah sebuah TEORI, dalam kenyataannya mungkin jauh lebih sulit dalam mengatasi anak hiperaktif. Orang sering berkata bahwa 'baca teori itu mudah, pada kenyataannya jauh lebih sulit'. Untuk itu, apabila Anda mempunyai anak yang hiperaktif, alangkah lebih baiknya bila Anda bergabung dengan para orang tua yang mempunyai kasus yang sama, mungkin lewat forum, dll. Dengan demikian Anda akan mendapatkan masukan yang lebih banyak, bisa bertukar pikiran dengan leluasa karena sama-sama menghadapi anak yang hiperaktif dalam kesehariannya. Masukan tentu akan berbeda jika diberikan oleh orang yang tidak mempunyai anak hiperaktif.

Narti bukan berarti mengucilkan Anda yang punya anak hiperaktif loh ya... Atau Anda mungkin mau sharing pengalaman Anda selama menghadapi anak yang hiperaktif kepada para pembaca? silakan tulis di kolom komentar yah...pakai nama samaran juga boleh koq :)
Terima kasih sebelumnya. 

***


Anak hiperaktif dimasukkan ke dalam kategori anak-anak yang mengidap ADHD atau  Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Perlu diketahui, anak hiperaktif memang selalu bergerak dan terkesan nakal. Keinginan mereka harus dipenuhi sesegera mungkin dan tidak jarang anak hiperaktif akan melakukan sesuatu secara tiba-tiba tanpa dipikir terlebih dahulu.

Gangguan ini umumnya terjadi pada anak-anak yang berusia 7 tahun ke bawah, dan tentunya untuk mengatasi anak hiperaktif ini membutuhkan kesabaran yang besar serta perhatian, khususnya dari orang tua anak yang bersangkutan.

Ada banyak cara mendidik anak hiperaktif. Misalnya saja dengan menerapkan disiplin anak tanpa harus menghukumnya secara berlebihan. Disiplin anak ini bisa dimulai dengan mengadakan perjanjian-perjanjian kecil antara orang tua dan anak, supaya anak hiperaktif lebih mengerti apa yang baik dan benar dengan cara yang tidak menyinggung mereka.

Anak hiperaktif pada umumnya memiliki kecerdasan yang mengagumkan, namun hal ini sering tidak disadari oleh para orang tua karena kekhawatiran mereka. Jadi kecerdasan anak juga harus diperhatikan, dan lebih baik diarahkan ke hal-hal yang positif seperti hobi dan kegemarannya sehingga anak hiperaktif bisa menyalurkan keaktifan dan tenaga mereka pada hal yang tepat.

Yang terpenting harus dilakukan orang tua adalah tetap menjaga komunikasi dengan si anak dan memberikan kasih sayang lebih serta perhatian akan segala tingkah lakunya.

Selain itu, faktor makanan ternyata berpengaruh terhadap perilaku anak hiperaktif. Anak-anak umumnya menyukai makanan ringan dan manis. Makanan-makanan tersebut biasanya mengandung zat penambah rasa, pewarna, dan pemanis buatan yang bisa mendorong aktifnya hormon yang menyebabkan  kegelisahan pada anak.

Khusus bagi anak hiperaktif, sebaiknya jauhkan dari makanan-makanan yang mengandung zat-zat tersebut. Akan sangat membantu jika konsumsi anak hiperaktif lebih ditujukan pada makanan yang mengandung kalsium dan magnesium seperti sayuran dan kacang-kacangan karena terbukti makanan-makanan tersebut bisa membuat anak lebih tenang.

Jika Anda adalah orang tua yang mengalami permasalahan ini, janganlah terlalu cemas dan panik. Akan lebih baik jika anda berkonsultasi pada dokter dan menerapkan beberapa cara di atas.

Memiliki anak yang aktif dan ceria, orangtua mana pun pasti bahagia. Tapi jika anak terlampau aktif dan tak bisa diam, pasti Bunda kewalahan juga. Misalnya, ketika waktunya makan, ia malah sibuk lari-larian ke sekeliling penjuru rumah. Ketika bermain pun tak jarang ia mengalami kecelakaan kecil seperti tersandung atau terantuk sesuatu hingga memar. Namun, Bunda juga jangan lekas-lekas mengecapnya bandel. Karena itu, Bunda perlu mengetahui langkah-langkah dasar dalam menghadapi anak hiperaktif.

Berikut ini langkah-langkah dasar untuk menghadapi anak hiperaktif:

1. Atur pemberian makanan yang mengandung gula atau karbohidrat sulingan berkadar tinggi, seperti nasi putih atau berbagai produk olahan tepung, agar tidak berlebih.
Hindari juga penyedap rasa serta pemanis dan pewarna buatan. Asupan yang tepat untuk membantu Bunda menghadapi anak hiperaktif adalah makanan yang mengandung kalsium dan magnesium (seperti sayur-mayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian). Selain itu, karena pergerakan anak hiperaktif sangat dinamis, metabolisme tubuhnya pun relatif cepat sehingga ia butuh asupan lebih sering daripada anak yang lain.

2. Menghadapi anak hiperaktif juga membutuhkan banyak kesabaran. Menerapkan kedisiplinan itu penting, tapi usahakan untuk tidak berlebihan dan otoriter. Terutama untuk anak hiperaktif, tekanan dan omelan hanya akan membuatnya semakin berontak. Jadi, dalam keadaan sejengkel apa pun, Bunda sebaiknya berusaha menenangkan diri dan menegur si kecil dengan cara yang lebih persuasif seperti bujukan yang halus dan memberikan penjelasan.

3. Pada beberapa kasus, menghadapi anak hiperaktif mungkin memerlukan pemberian obat sesuai dengan petunjuk dokter. Misalnya, penggunaan antidepresan seperti ritalin, dexedrine, desoxyn, adderal, cylert, buspar, dan clonidine. Akan tetapi, sebisa mungkin hindari penggunaan obat-obatan seperti itu. Jika Bunda sudah merasa bahwa hiperaktif si kecil sudah mustahil untuk ditangani sendiri, bawa ia bertemu psikolog anak untuk menjalani terapi cognitive behavior untuk menumbuhkan self control dalam dirinya.

4. Anak hiperaktif biasanya memiliki energi berlebih. Jadi, ada baiknya jika Bunda menemani si kecil menjalani aktivitas fisik seperti bermain di lapangan untuk menyalurkan energi tersebut. Ketika ia merasa lelah, Bunda juga bisa menemaninya dengan membacakannya cerita ringan sambil bersantai di rumah untuk melatih kemampuannya berkonsentrasi. Karena, pada dasarnya anak hiperaktif memiliki potensi intelegensi yang luar biasa ketika ia mampu berkonsentrasi.

Bagi Anda yang tidak ingin menggunakan obat-obatan atau suplemen, berikut ini ada cara alami baik fisik maupun psikologis untuk menangani energi berlebih dan menenangkan anak hiperaktif:

1. Bantu anak hiperaktif mengatur napasnya ketika anak ingin menenangkan diri, terutama jika anak merasa marah atau frustasi.
Suruh anak untuk mengambil napas dalam-dalam, hirup napas dari hidung dan buang melalui mulut secara perlahan.

2. Hilangkan stres pada anak hiperaktif dengan membiarkan anak mandi busa atau mandi air garam hangat.
Tambahkan satu atau dua mainan sederhana ke dalam bak mandi, tapi hindari memberi anak terlalu banyak mainan.

3. Beri stimulasi fisik pada anak hiperaktif dengan memberinya pijatan lembut. Sentuhan hangat dari Anda akan membuat anak tahu bahwa Anda mencintainya, selain itu, gerakan pijatan memiliki efek menenangkan.

4. Taruh perlengkapan aktivitas atau mainan yang dapat membuat anak tenang. Perlengkapan aktivitas atau mainan anak yang tenang antara lain teka-teki, cat, peralatan membuat perhiasan, dan buku-buku favorit.
Taruh di dekat mainan anak yang lain, sehingga anak bisa menggunakannya saat dia ingin tenang sebentar.

5. Atur suasana ruangan dengan menjaga pencahayaan yang redup atau menyetel musik relaksasi ketika anak hiperaktif butuh ketenangan.

6. Lakukankah aktivitas secara rutin setiap harinya, sehingga anak hiperaktif tahu apa yang mereka harapkan dan apa yang diharapkan dari mereka. Persiapkan anak ketika akan melakukan aktivitas yang tidak biasa dan jelaskan apa yang akan terjadi.
Selain itu, diskusikan juga bagaimana cara mereka tetap tenang bahkan dengan kegembiraan yang mungkin akan mereka alami dari kegiatan yang berbeda tersebut.

7. Hindarkan anak dari minuman dingin, gula, susu manis, pewarna makanan, dan bahan pengawet dalam makanan yang bisa menyebabkan agitasi. (Agitasi = pancingan, huru-hara, dll. Artinya hindari anak dari makanan-makanan tersebut karena akan menghasilkan energi berlebih yang membuat anak makin hiperaktif).

8. Sediakan waktu untuk menampung energi ekstra, seperti lari berkeliling dan berolahraga.

Ini akan membantu anak hiperaktif tahu bahwa ada waktu dan tempat untuk melepaskan kelebihan energi, sehingga membantu anak tetap tenang dalam situasi lainnya. 

Diambil dari berbagai sumber.
Semoga bermanfaat!

Anak Nakal, Bagaimana Mengatasinya? Beberapa Contoh Cara Mendidik Anak yang Nakal


Beberapa contoh cara mendidik anak yang nakal

Syariat Islam yang agung mengajarkan kepada umatnya beberapa cara pendidikan bagi anak yang bisa ditempuh untuk meluruskan penyimpangan akhlaknya. Di antara cara-cara tersebut adalah:


Pertama, teguran dan nasihat yang baik

Ini termasuk metode pendidikan yang sangat baik dan bermanfaat untuk meluruskan kesalahan anak. Metode ini sering dipraktikkan langsung oleh pendidik terbesar bagi umat ini, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, misalnya ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang anak kecil yang ketika sedang makan menjulurkan tangannya ke berbagai sisi nampan makanan, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah (sebelum makan), dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah (makanan) yang ada di hadapanmu.“[1]

Serta dalam hadits yang terkenal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada anak paman beliau, Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, “Wahai anak kecil, sesungguhnya aku ingin mengajarkan beberapa kalimat (nasihat) kepadamu: jagalah (batasan-batasan/ syariat) Allah maka Dia akan menjagamu, jagalah (batasan-batasan/ syariat) Allah maka kamu akan mendapati-Nya dihadapanmu.”[2]

Kedua, menggantung tongkat atau alat pemukul lainnya di dinding rumah

Ini bertujuan untuk mendidik anak-anak agar mereka takut melakukan hal-hal yang tercela.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan ini dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Gantungkanlah cambuk (alat pemukul) di tempat yang terlihat oleh penghuni rumah, karena itu merupakan pendidikan bagi mereka.”[3]

Bukanlah maksud hadits ini agar orangtua sering memukul anggota keluarganya, tapi maksudnya adalah sekadar membuat anggota keluarga takut terhadap ancaman tersebut, sehingga mereka meninggalkan perbuatan buruk dan tercela.[4]

Imam Ibnul Anbari berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memaksudkan dengan perintah untuk menggantungkan cambuk (alat pemukul) untuk memukul, karena beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan hal itu kepada seorang pun. Akan tetapi, yang beliau maksud adalah agar hal itu menjadi pendidikan bagi mereka.”[5]

Masih banyak cara pendidikan bagi anak yang dicontohkan dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu[6] menyebutkan beberapa di antaranya, seperti: menampakkan muka masam untuk menunjukkan ketidaksukaan, mencela atau menegur dengan suara keras, berpaling atau tidak menegur dalam jangka waktu tertentu, memberi hukuman ringan yang tidak melanggar syariat, dan lain-lain.

Bolehkah memukul anak yang nakal untuk mendidiknya?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perintahkanlah kepada anak-anakmu untuk (melaksanakan) shalat (lima waktu) sewaktu mereka berumur tujuh tahun, pukullah mereka karena (meninggalkan) shalat (lima waktu) jika mereka (telah) berumur sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka.“[7]
Hadits ini menunjukkan bolehnya memukul anak untuk mendidik mereka jika mereka melakukan perbuatan yang melanggar syariat, jika anak tersebut telah mencapai usia yang memungkinkannya bisa menerima pukulan dan mengambil pelajaran darinya –dan ini biasanya di usia sepuluh tahun. Dengan syarat, pukulan tersebut tidak terlalu keras dan tidak pada wajah.[8]
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin ketika ditanya, “Bolehkah menghukum anak yang melakukan kesalahan dengan memukulnya atau meletakkan sesuatu yang pahit atau pedis di mulutnya, seperti cabai/ lombok?”, beliau menjawab, “Adapun mendidik (menghukum) anak dengan memukulnya, maka ini diperbolehkan (dalam agama Islam) jika anak tersebut telah mencapai usia yang memungkinkannya untuk mengambil pelajaran dari pukulan tersebut, dan ini biasanya di usia sepuluh tahun.
Adapun memberikan sesuatu yang pedis (di mulutnya) maka ini tidak boleh, karena ini bisa jadi mempengaruhinya (mencelakakannya)…. Berbeda dengan pukulan yang dilakukan pada badan maka ini tidak mengapa (dilakukan) jika anak tersebut bisa mengambil pelajaran darinya, dan (tentu saja) pukulan tersebut tidak terlalu keras.
Untuk anak yang berusia kurang dari sepuluh tahun, hendaknya dilihat (kondisinya), karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya membolehkan untuk memukul anak (berusia) sepuluh tahun karena meninggalkan shalat. Maka, yang berumur kurang dari sepuluh tahun hendaknya dilihat (kondisinya). Terkadang, seorang anak kecil yang belum mencapai usia sepuluh tahun memiliki pemahaman (yang baik), kecerdasan dan tubuh yang besar (kuat) sehingga bisa menerima pukulan, celaan, dan pelajaran darinya (maka anak seperti ini boleh dipukul), dan terkadang ada anak kecil yang tidak seperti itu (maka anak seperti ini tidak boleh dipukul).”[9]

Cara-cara menghukum anak yang tidak dibenarkan dalam Islam[10]

Di antara cara tersebut adalah:

1. Memukul wajah

Ini dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau, yang artinya, “Jika salah seorang dari kalian memukul, maka hendaknya dia menjauhi (memukul) wajah.”[11]

2. Memukul yang terlalu keras sehingga berbekas

Ini juga dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih.[12]

3. Memukul dalam keadaan sangat marah

Ini juga dilarang karena dikhawatirkan lepas kontrol sehingga memukul secara berlebihan.
Dari Abu Mas’ud al-Badri, dia berkata, “(Suatu hari) aku memukul budakku (yang masih kecil) dengan cemeti, maka aku mendengar suara (teguran) dari belakangku, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Akan tetapi, aku tidak mengenali suara tersebut karena kemarahan (yang sangat). Ketika pemilik suara itu mendekat dariku, maka ternyata dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau yang berkata, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Maka aku pun melempar cemeti dari tanganku, kemudian beliau bersabda, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Sesungguhnya Allah lebih mampu untuk (menyiksa) kamu daripada kamu terhadap budak ini,’ maka aku pun berkata, ‘Aku tidak akan memukul budak selamanya setelah (hari) ini.‘”[13]

4. Bersikap terlalu keras dan kasar

Sikap ini jelas bertentangan dengan sifat lemah lembut yang merupakan sebab datangnya kebaikan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang terhalang dari (sifat) lemah lembut, maka (sungguh) dia akan terhalang dari (mendapat) kebaikan.”[14]

5. Menampakkan kemarahan yang sangat

Ini juga dilarang karena bertentangan dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bukanlah orang yang kuat itu (diukur) dengan (kekuatan) bergulat (berkelahi),  tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.“[15]

Penutup

Demikianlah bimbingan yang mulia dalam syariat Islam tentang cara mengatasi penyimpangan akhlak pada anak, dan tentu saja taufik untuk mencapai keberhasilan dalam amalan mulia ini ada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, banyak berdoa dan memohon kepada-Nya merupakan faktor penentu yang paling utama dalam hal ini.
Akhirnya, kami akhiri tulisan ini dengan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan nama-nama-Nya yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha sempurna, agar dia senantiasa menganugerahkan kepada kita taufik-Nya untuk memahami dan mengamalkan petunjuk-Nya dalam mendidik dan membina keluarga kita, untuk kebaikan hidup kita semua di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa.
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
Kota Kendari, 9 Dzulhijjah 1431 H,
Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim, M.A

[1] Hadits shahih riwayat Al-Bukhari no. 5061, dan Muslim no. 2022.

[2] Hadits riwayat At-Tirmidzi no. 2516, Ahmad: 1/293), dan lain-lain; dinyatakan shahih oleh Imam At-Tirmidzi dan Syekh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ish Shagir, no. 7957.
[3] Hadits riwayat Abdur Razzaq dalam Al-Mushannaf: 9/477 dan Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabir no. 10671; dinyatakan hasan oleh Al-Haitsami dan Al-Albani dalam Ash-Shahihah, no. 1447.
[4] Lihat kitab Nida`un ilal Murabbiyyina wal Murabbiyyat, hlm. 97.
[5] Dinukil oleh Imam Al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir: 4/325.
[6] Dalam kitab beliau Nida`un ilal Murabbiyyina wal Murabbiyyat, hlm. 95–97.
[7] Hadits riwayat Abu Daud, no. 495; dinyatakan shahih oleh Syekh Al-Albani.
[8] Lihat kitab Tuhfatul Ahwadzi: 2/370.
[9] Kitab Majmu’atul As`ilah Tahummul Usratal Muslimah, hlm. 149–150.
[10] Lihat kitab Nida`un ilal Murabbiyyina wal Murabbiyyat, hlm. 89–91.
[11] Hadits riwayat Abu Daud, no. 4493; dinyatakan shahih oleh Syekh Al-Albani.
[12] Hadits shahih riwayat Muslim, no. 1218.
[13] Hadits shahih riwayat Muslim, no. 1659.
[14] Hadits shahih riwayat Muslim, no. 2529.
[15] Hadits shahih riwayat Al-Bukhari no. 5763, dan Muslim no. 2609.

Anak Hyperaktif


Tentu tidak ada satu orang tuapun yang senang bila anaknya menjadi hyperaktif, tetapi bila itu terjadi mau tidak mau kita harus menerima situasi tersebut dan tidak menyerah untuk mencari jalan keluarnya. Seorang teman saya yang mengalami hal tersebut, mengatakan penerimaan dan kasih sayang dari orang tua adalah kunci untuk mendapatkan penanganan yang baik. Hyperaktif tentu saja tidak bisa hilang begitu saja, tetapi bagaimana menyalurkannya untuk menjadi sesuatu yang bersifat produktif adalah hal yang paling penting, tidak ada therapist terbaik selain orang tuanya sendiri dalam hal ini seorang ibu yang dituntut bersifat lebih proaktif.

Anak hyperaktif atau di dunia Psychogy dikenal dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder) adalah anak yang mengalami gangguan konsetrasi disebabkan gangguan fungsi syaraf otak yang mengontrol bagian pemecahan masalah, merencanakan sesuatu dan pengendalian aktifitas tubuh. Saat ini di dunia ada 3 sampai 5% anak mengalami hyperaktif, 30-50% diantara mereka tidak dapat ditangani sampai mereka menjalani usia dewasa, di Amerika ada sekitar 8 juta orang dewasa mengalami hyperaktif.
Menurut Sani B Hermawan (2009) Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani, Jakarta, anak yang hyperaktif dapat mulai dikenal dari usia sekitar 2 tahun, dalam 6 bulan pengamatan, dengan gejala-gejala seperti :
· Hyperaktif : tidak bisa diam dalam waktu lama, dan sangat mudah perhatiannya dialihkan oleh hal-hal yang berada di sekitarnya, seperti benda-benda yang ada di sekitar atau suara. Bicara tidak focus dan tidak merespon bila orang lain memanggil.
· Anak "Sulit diberi Tahu": bila orang tua melarang atau memintanya melakukan sesuatu ia tetap cuek dan melakukan apa yang ingin dia lakukan
· Destruktif : Anak suka merusak, membanting mainan hingga rusak
· Impulsif : melakukan sesuatu sesuai dorongan hatinya tanpa tujuan dan pertimbangan yang jelas, seperti memanjat atau melompat-lompat.
· Tak kenal lelah : Ia bisa terus berlarian keliling rumah seharian meski orang tua memintanya untuk berhenti
· Intelektual Rendah : Karena informasi yang diperolehnya tidak lengkap tentu pencapaiannya di sekolah juga rendah.
Karena itu anak-anak yang hyperaktif sering dikenal orang dengan "Anak Nakal"atau "Trouble Maker". Dia akan mengalami perasaan rendah diri dan terasing dari anak-anak lainnya. Tentu orang tua juga merasa ikut menderita karena kemana mereka pergi anaknya selalu menjadi pusat perhatian untuk hal-hal yang bersifat negative.
Mengapa anak bisa menjadi Hyperaktif, tentu saja ini karena berbagai factor antara lain :
· Keracunan pada masa kehamilan, yang disebabkan oleh logam berat (merkuri, Timbal), Alcohol atau Nikotin
· Hereditas (keturunan), 25% penderita hyperactive akan juga menurunkan anak dengan gejala yang sama. Bila anak kembar identik hyperkatif, maka 82% kemungkinan saudaranya akan mengalami hal yang sama
· Gangguan pada gen yang bertanggung jawab atas dopamine yaitu hormone yang betanggung jawab untuk keseimbangan aktifitas tubuh.
· Cedera atau tumor otak yang mengenai bagian yang mengatur keseimbangan aktifitas motorik, yaitu otak depan dan otak kecil.
· Bahan kimia yang berasal dari makanan yang diawetkan seperti penyedap, zat pengawet dan pewarna. Juga bahan makanan protein siap saji dan produk dari gandum (mie, roti), yang mengandung Beta-Carboline. Sesungguhnya zat tersebut adalah hormone pada syaraf yang diproduksi oleh tubuh secara alamiah. Tetapi asupan Beta Caoline dari zat-zat tersebut diatas menggantikan yang diproduksi oleh tubuh, tetapi tidak berfungsi maksimal. Sehingga saraf-saraf mengalami gangguan keseimbangan dalam mengontrok keharmonisan aktifitas tubuh.
Untuk mengatasi anak hyperaktif ada 2 cara medis dan nonmedis.
· Medis dengan menggunakan obat-obatan anti depressant yang menolong mengurangi agresifitas hingga 80% yaitu Retalin, Concerta, Adderall Xr dan
lainnya sesuai dengan rekomendasi dokter, karena bila kurang terkontrol
kemungkinan akan menimbulkan ketergantungan terhadap obat-obatan anti
depressant tersebut di kemudian hari.
· No Medis : dengan Behavioral dan Cognitive therapy (diberlukan bimbingan seorang Psycholog yang terlatih)
Xubuntu, 2008 memberikan tips untuk mengatasi anak yang hyperaktif:
· Latih anak-anak dapat medisiplin diri sendiri dengan sistematis, konsisten, jelas dan konsekuen.
· Jangan menghukum anak hyperaktif karena itu bukan sepenuhnya kesalahan dia
· Jangan menggelari anak hyperkatif dengan kata-kata anak nakal, bodoh, dll karena mereka akan menjadi seperti apa yang kita katakan. Dan menjadi anak yang tidak percaya diri.
· Penangan yang terbaik harus dari keluarga terdekat dalam hal ini ibunya.
· Berikan kasih sayang tetapi tidak memanjakan
· Intruksi yang diberikan harus jelas dan spesifik, "Jangan memukul", lalu diulang-ulangi agar anak memahami.
· Jalin komunikasi yang baik dengan anak, selalu katakan ia anak baik dan berikan apresiasi bila ia melakukan hal yang baik
· Hindari tayangan TV, Video dan games yang bersifat kekerasan
· Praktekan pola hidup sehat dengan menu makanan alamiah yang sesuai kebutuhan anak.
· Arahkan anak untuk mengatur schedule yang seimbang antara aktifitas dan bermain.
Amsal 22 : 6, mengatakan didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu. Ny White dalam dalam buku Child Guidance mengatakan bahwa tanggung terbesar pendidikan anak-anak terletak di pundak orang tuanya. Saudaraku bagaimanapun anak-anak itu adalah anugerah terbesar dalam keluarga kita, bila Tuhan memberikan kesempatan untuk memiliki anak yang hyperaktif, maka Dia memberikan tanggung jawab istimewa kepada kita untuk bersikap lebih sabar dan pantang menyerah.
KISAH NYATA
Hidup sebagai anak yang hyperaktif adalah tidak mudah, label sebagi anak nakal dan pembuat onar melekat begitu kuat dalam diriku. Orang tuaku tidak hentinya memarahiku bahkan memukulku agar aku bersikap lebih tenang. Tetapi semua itu bagai angin lalu.Aku bagai memiliki jutaan watt energi yang siap untuk diledakkan.
Walaupun aku perempuan, tapi tidak ada pohon di kampung kami yang tidak bisa kupanjat, tidak ada permainan atau orang yang kutakuti semua kuhadapi dengan gagah berani. Tidak tahan dengan cemoohan dari tetangga sekitar, suatu kali pamanku mengikat aku satu harian disebatang pohon, tinggal ibu dan saudara-saudaraku yang memberi aku makan dan minum. Kalau tidak salah itu terjadi ketika aku kelas 2 SD.
Pengalaman itu begitu membekas dalam ingatanku, harga diriku terkoyak. Tetapi pada saat itu juga ibuku menyadari bahwa aku memerlukan penanganan yang istimewa untuk menyalurkan energi berlebih yang aku miliki. Beliau juga menyadari bahwa semua terjadi bukan semata-mata karena kesalahanku karena beberapa anggota keluarga kami juga mengalami masalah yang sama di masa kecilnya.
Beliau kemudian berkonsultasi dengan berbagai ahli dan merancang jadwal harianku dengan begitu detail, sehingga tidak ada waktu tersisa. Tapi bukan berarti aku tidak bisa main, ada juga masih bisa menikmati berbagai aktifitas favoritku walau semua selalu dalam koridor schedule yang kami sepakati bersama.
Berkat didikan yang konsiten dan penuh kasih sayang dari Ibuku, aku sudah mulai bisa menyalurkan energi lebihku dalam aktifitas yang positif. Sampai sekarang aku selalu mengatur segala sesuatu dengan efesiensi waktu, teman-temanku mengatakan aku seorang yang gila kerja (workaholic). Kalau waktuku tidak disi dengan semestinya, di malam hari aku jadi susah tidur dan akan berusaha mencari aktifitas yang membuat aku lelah.
Hidup sebagai orang yang hyperkatif memang tidak mudah, sampai sekarangpun duduk diam dan mendengarkan orang bicara adalah suatu perjuangan bagiku. Tetapi aku tidak boleh menyerah untuk mengatasi segala kekuranganku dan menjadi manusia yang produktif.

Hiperaktif , Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Selama ini, orang-orang terlanjur percaya pada mitos bahwa penyebab anak hiperaktif adalah dari pola pengasuhan yang kurang baik serta pola makan yang terlalu banyak mengkonsumsi gula. Namun setelah para peneliti melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata ditemukan bahwa penyebab anak hiperaktif adalah adanya gangguan genetik yang terdapat pada DNA anak yang bersangkutan. Sebagai informasi, di seluruh dunia saat ini diperkirakan terdapat 3-5 persen anak yang hiperaktif.

Hiperaktif atau yang disebut juga dengan ADHD (Attention-Deficit and Hyperactivity Disorder) merupakan penyakit genetik dan membuat otak anak hiperaktif berkembang dengan kondisi berbeda dibandingkan dengan anak-anak yang normal. Dalam sebuah penelitian, didapati bahwa otak anak ADHD atau anak hiperaktif ternyata memiliki potongan kecil DNA yang terhapus maupun terduplikasi yang dikenal sebagai Copy Number Variants (CNVs). Area yang tumpang tindih tersebut berada di area tertentu yang terdiri dari beberapa gen yang berperan dalam perkembangan otak dan terkait dengan gangguan kejiwaan serta schizofrenia.

ADHD akan membuat anak ADHD impulsif sehingga melakukan sesuatu tanpa berpikir, merasakan kegelisahan yang berlebihan, mudah merasa terganggu serta biasanya mengalami kesulitan dalam pelajaran. Para ahli membagi anak ADHD dalam 3 tipe, yaitu 'tipe yang tidak bisa memusatkan perhatian', 'tipe yang hiperaktif dan impulsif' serta 'tipe gabungan' dari keduanya.

Pada tipe yang pertama, penderitanya tidak mengalami gejala hiperaktif maupun impulsif namun sangat mudah terganggu perhatiannya. Biasanya tipe ini terdapat pada anak-anak wanita, dengan gejalanya berupa sering melamun dan seolah merasa sedang berada di awang-awang. Pada tipe kedua, penderitanya menunjukkan gejala hiperaktif dan impulsif namun masih dapat berkonsentrasi dan memusatkan perhatian pada sesuatu. Biasanya tipe ini dapat ditemukan pada anak-anak kecil. Sementara pada tipe ketiga merupakan yang paling banyak ditemui, anak-anak penderitanya akan sulit memusatkan perhatian serta hiperaktif dan impulsif.

Sampai sekarang penyakit ADHD ini masih belum ditemukan obatnya, namun hasil penelitian di atas setidaknya dapat membantu mengungkapkan penyebab ADHD sebenarnya sehingga nantinya didapatkan pengobatan baru yang lebih efektif. Meski begitu, saat ini Anda dapat meminimalisir gejala hiperaktif tersebut dengan cara melakukan terapi perilaku anak hiperaktif disertai konsumsi obat-obatan.

Selain itu, anak hiperaktif juga dapat dibantu secara khusus oleh orangtua, guru, dokter serta lingkungan bermainnya dengan mengkondisikan suasana dan kegiatan yang sesuai untuk mereka. Dengan demikian, anak ADHD tersebut dapat menyalurkan tingkah laku hiperaktif serta masalah sulitnya memusatkan perhatian mereka secara lebih baik, seperti dengan membiarkan mereka melakukan aktivitas fisik yang dapat memberi kebebasan bergerak pada mereka. anak ADHD juga biasanya mempunyai kecerdasan yang di atas rata-rata namun orangtua mereka sering tidak menyadarinya. Untuk itu, orangtua juga harus memperhatikan kecerdasannya dengan cara menyalurkan dan mengarahkan keaktifan mereka pada hal-hal yang positif seperti pada kegemaran dan hobi yang disukainya.

Mendidik anak hiperaktif pun berbeda caranya dengan mendidik anak-anak normal. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan disiplin pada anak tanpa menghukumnya secara berlebihan bila sang anak melakukan kesalahan. Untuk menegakkan disiplin tersebut, orangtua dapat memulainya dengan membuat perjanjian kecil dengan sang anak agar mengerti mana hal yang baik dan benar, namun dengan cara yang tidak menyinggung mereka. Di atas semua itu, sangat penting bagi orangtua untuk menjaga komunikasi, bersabar dan lebih memberikan kasih sayang pada sang anak hiperaktif, serta mencurahkan perhatian terhadap semua tingkah lakunya agar tetap berada dalam kontrol.

Anak saya Hyperaktif atau tidak yah ?


Dianugerahi seorang anak adalah suatu karunia yang tak terkira bagi pasangan suami istri. Namun dalam membesarkan seorang anak, tak jarang berbagai masalah timbul. Salah satunya adalah perilaku anak yang hiperaktif.
Saat ini tak jarang seorang ibu mengeluhkan perilaku anaknya, baik putera maupun puteri, yang terlalu aktif, tidak bisa diam seperti baterai yang tak habis-habisnya. Anak hanya terlihat tenang bila ia sedang tidur.
T : Apakah perilaku hiperaktif itu normal terjadi dalam perkembangan seorang anak ?
Anak atau balita yang terlihat aktif adalah suatu yang wajar karena pada usia balita anak sedang giat-giatnya melakukan eksplorasi lingkungan. Dalam rentang usia itu anak berada dalam fase otonomi atau mencari rasa puas melalui aktivitas geraknya. Tetapi bila ia terlalu aktif atau HIPERAKTIF, perlu diteliti lebih lanjut apakah aktivitasnya itu normal atau tidak.
T : Bagaimana membedakannya perilaku aktif normal dan yang hiperaktif ?
Hiperaktif yang termasuk gangguan perilaku disebut dengan “Gangguan Pemusatan Perhatian & Hiperaktivitas (GPPH)” atau Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD). Suatu penelitian di Bandung tahun 2005 menemukan 3-5% anak usia SD mengalami gangguan ini. Kondisi ini menyebabkan seorang anak atau orang dewasa mengalami gangguan dalam mengatur tingkat aktivitasnya, melakukan kontrol perilaku atau mengerjakan suatu tugas hingga tuntas seperti rekan sebayanya. Ciri-cirinya yang khas adalah sulit berkonsentrasi, selalu bergerak aktif tanpa tujuan yang jelas serta berperilaku impulsif pada setiap situasi.
T : Bagaimana cara menentukan apakah anak memang mengalami ADHD atau tidak ?
Ahli yang dapat memberikan diagnosis ADHD ini adalah seorang dokter anak, dokter keluarga, dokter jiwa anak, psikolog dan ahli saraf anak. Tidak ada tes yang bisa dilakukan untuk menentukan ADHD ini namun orang tua akan diberikan serangkaian pertanyaan yang menggambarkan perilaku anak, baik di rumah maupun di sekolah. Guru sekolah juga akan dimintai konfirmasinya. Perilaku anak akan diobservasi untuk melihat kecenderungan defisit konsentrasi, hiperaktivitas dan impulsivitasnya. Bila terdapat 6 (atau lebih) gejala di bawah ini dan telah menetap minimal 6 bulan terakhir serta tidak sesuai dengan usia perkembangan dan kemampuan adaptasi menurut umur maka anak akan dikatakan mengalami ADHD.
Gejalanya secara lengkap adalah :
  1. Defisit perhatian
    1. Sering melakukan kecerobohan atau gagal menyimak hal yang rinci dan sering membuat kesalahan karena tidak cermat.
    2. Sering sulit memusatkan perhatian secara terus-menerus dalam suatu aktivitas.
    3. Sering tampak tidak mendengarkan kalau diajak bicara.
    4. Sering tidak mengikuti instruksi dan gagal menyelesaikan tugas.
    5. Sering sulit mengatur kegiatan maupun tugas.
    6. Sering menghindar, tidak menyukai, atau enggan melakukan tugas yang butuh pemikiran yang cukup lama.
    7. Sering kehilangan barang yang dibutuhkan untuk melakukan tugas.
    8. Sering mudah beralih perhatian oleh rangsang dari luar.
    9. Sering lupa dalam mengerjakan kegiatan sehari-hari.
  2. Hiperaktivitas dan impulsivitas
  • Sering menggerak-gerakkan tangan atau kaki ketika duduk, atau sering menggeliat.
  • Sering meninggalkan tempat duduknya, padahal seharusnya ia duduk manis.
  • Sering berlari-lari atau memanjat secara berlebihan pada keadaan yang tidak selayaknya.
  • Sering tidak mampu melakukan atau mengikuti kegiatan dengan tenang.
  • Selalu bergerak, seolah-olah tubuhnya didorong oleh mesin. Juga, tenaganya tidak pernah habis.
  • Sering terlalu banyak bicara.
  • Sering terlalu cepat memberi jawaban ketika ditanya, padahal pertanyaan belum selesai.
  • Sering sulit menunggu giliran.
  • Sering memotong atau menyela pembicaraan.
Beberapa gejala sudah dijumpai sebelum anak berusia 7 tahun, dijumpai baik di sekolah maupun di rumah dan mengganggu secara nyata kehidupan sosial, akademik dan pekerjaan sehari-hari. Juga tidak merupakan bagian dari kondisi lain seperti autisme, kurang pendengaran, retardasi mental atau kecerdasan berlebih.
T : Apa penyebab perilaku hiperaktif ini ? Apa benar antara lain disebabkan oleh susu formula merek tertentu ?
Penyebab gangguan ini adalah suatu kelainan pada otak yang menyebabkan kurangnya senyawa kimia tertentu, penghantar rangsang saraf di otak. Gangguan ini bersifat genetik, jadi tidak benar susu merek tertentu menyebabkan perilaku ini. Kecenderungan perilaku hiperaktif ini sudah dimiliki anak sejak dalam kandungan. Perilaku ini juga bukan disebabkan oleh sistem pengasuhan orangtua yang buruk atau terlalu banyak makan gula atau kafein.
T : Apakah perilaku ini bisa hilang sendiri dengan bertambahnya usia ?
Pada masa lalu para dokter beranggapan bahwa perilaku ini akan hilang sendiri sejalan dengan bertambahnya usia anak. Namun penelitian yang dilakukan kemudian memberi bukti bahwa gangguan ini tidak bisa hilang dengan sendirinya karena memang terdapat gangguan di otak anak. Bahkan sekitar 20% kasus, perilaku ini menetap hingga usia dewasa dan menyebabkan individu ini mudah terpengaruh perilaku tidak menguntungkan seperti memakai narkoba, sering berpindah-pindah pekerjaan, mudah mengalami konflik dengan pasangan hidup atau rekan kerjanya.
T : Menurut suatu artikel, anak hiperaktif harus minum obat terus menerus, apakah ini akan menyebabkan kecanduan obat ?
Penanganan anak hiperaktif harus dilakukan secara holistik tidak saja melibatkan dokter anak atau konsultan saraf anak atau psikiater, tetapi juga psikolog, terapis perilaku, guru dan tentu saja orangtua dan keluarga.
Pertama kali anak akan dievaluasi terlebih dahulu apakah benar anak mengalami ADHD ? Bila ya, sejauh mana gangguan ini menganggu perkembangan dan kehidupan sehari-harinya. Bila gangguannya ringan, misalnya anak masih bisa berkonsentrasi dalam rentang waktu tertentu, masih bisa menerima instruksi dan perilaku impulsifnya jarang keluar, obat tidak perlu diberikan namun anak akan memperoleh serangkaian terapi perilaku. Bila terpaksa harus minum obat, dokter akan mengawasi dosis, lama pemberian dan hasil yang dicapai sehingga tidak mungkin menyebabkan kecanduan atau efek samping yang lain.
T : Penanganan apa yang akan dilakukan untuk anak ADHD ?
Setelah dilakukan evaluasi, akan ditentukan apakah anak akan mendapat terapi perilaku saja atau harus disertai dengan minum obat. Jenis terapi ditentukan juga oleh kondisi lain yang dapat menyertai gangguan ADHD ini seperti gangguan oppositional defiant and conduct, depresi, kecemasan, gangguan kognitif. Tujuan dari penanganan ADHD adalah agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan normal, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan sosial lainnya.
T : Apa yang harus dilakukan oleh orang tua bila anaknya diketahui mengalami ADHD ?
1. Terimalah kondisi anak
Inilah hal pertama dan terpenting yang perlu dilakukan orang tua. Bila sudah dapat menerima kondisi anak, orang tua akan lebih baik dalam melakukan penanganan selanjutnya. Sadari bahwa anak bukan ingin seperti itu melainkan kondisi otaknya yang sudah demikian sehingga muncul perilaku yang kurang positif.
Orang tua penderita pun disarankan untuk tidak menyimpan permasalahannya sendiri. Curhat pada seseorang yang dianggap bisa membantu, meski sekadar untuk mendengarkan cerita, sedikit banyak dapat meringankan beban masalah. Curhat terkadang bisa menjadi sarana cooling down bagi orang tua
sehingga tindakan yang dilakukan lebih lanjut bisa berjalan dengan lebih baik.
Kerja sama antara suami-istri harus dijalin dengan baik agar anak dapat tertangani dengan baik. Akan sangat membantu bila anggota keluarga lain, seperti kakek-nenek atau kerabat lainnya memahami apa yang kita hadapi.
2. Perbaiki perilaku anak
Hal lain yang perlu penanganan segera adalah perilaku anak yang destruktif agar perilakunya lebih terarah. Untuk ini tentu diperlukan bantuan ahli seperti psikolog.
Pada umumnya, saran yang diberikan ahli adalah menyalurkan energi anak pada kegiatan-kegiatan positif yang ia sukai. Bila bosan, ganti dengan yang lain lagi. Intinya, usahakan energinya habis untuk kegiatan yang positif.
3. Terapi
Bila gangguan yang dialami tergolong parah, biasanya akan dilakukan terapi perilaku, seperti terapi psikososial, educational therapy, occasional therapy, dan psikoterapi. Dalam terapi seperti itu anak akan diajarkan perilaku mana yang boleh dan tidak. Obat-obatan sedapat mungkin dihindari karena memiliki efek samping, seperti mengantuk, nafsu makan berkurang, sulit tidur, tik (semacam kedutan), nyeri perut, sakit kepala, cemas, perasaan tidak nyaman, serta menghambat kreativitas.
Pemberian obat dalam jangka panjang juga bisa menimbulkan efek negatif pada sistem saraf, yakni menyebabkan ketergantungan obat, bahkan sampai ia dewasa. Obat baru digunakan bila dalam kondisi terpaksa.
4. Sediakan sarana
Untuk mengantisipasi gerakan-gerakan anak dengan gangguan hiperaktivitas yang tidak bisa diam, sebaiknya ruangan untuk anak bermain dirancang sedemikian rupa agar tidak terlalu sempit serta tidak dipenuhi banyak barang dan pajangan. Hal ini untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diharapkan, seperti anak terbentur, tersandung, atau bahkan memecahkan barang-barang berharga. Bila memang tersedia, halaman luas sangat baik untuk memberikan kebebasan bergerak bagi penderita.
T : Sebagian orang tua tidak menginginkan anak mendapat obat untuk jangka panjang. Apakah ada usaha mengubah perilaku anak ADHD tanpa obat ?
Untungnya ada, dengan teknik Behavior Therapy atau Behavior Modification. Teknik ini dapat dilakukan sendiri tanpa obat atau digabung dengan pemberian obat. Behavior Modification dilatihkan kepada orang tua, guru dan anak.
Untuk melakukan Behavior Modification, beberapa hal harus diingat :
  1. Perilaku tidak dapat diubah dalam sekejap. Mulailah dengan tujuan konkrit yang sederhana dan dapat dicapai oleh anak.
  2. Konsisten. Harus konsisten kapan saja, dimana saja, siapa saja. Bila anak meminta sesuatu, lalu ditolak oleh ibu tetapi diperbolehkan oleh ayah, akibatnya anak akan menjadi bingung.
  3. Lakukan untuk jangka panjang, bukan hanya satu-dua bulan.
  4. Mengajar dan belajar perilaku baru memerlukan waktu dan dari waktu ke waktu anak akan bertambah baik.
T : Apakah dapat dijelaskan, bagaimana pelaksanaan Behavior Modification itu ?
Pengajaran teknik Behavior Modification kepada orang tua sebenarnya mirip dengan teknik Good Parenting yang sangat masuk akal dan seringkali sudah dikerjakan secara naluriah. Beberapa teknik yang dapat dipelajari, misalnya :
  1. Membuat dan menerapkan peraturan di rumah.
  2. Belajar memuji bila anak melakukan hal yang baik dan benar, tidak mengambil hati bila anak berperilaku buruk.
  3. Memerintah atau menyuruh anak dengan baik.
  4. Merencanakan bepergian bersama anak ke tempat ramai.
Di sekolah, teknik tertentu juga dapat dipelajari, misalnya bagaimana berteman baik, memberi tambahan kemampuan baru di bidang olahraga dan permainan, mengajarkan kemampuan bersosialisasi dan memecahkan masalah dan lain-lain.

Bodoh , Perbedaan Anak Bodoh Semu dan Anak Bodoh Sungguhan


anak bodoh dan anak malasSecara umum anak bodoh dapat diartikan anak yang mempunyai masalah kelemahan atau kekurangan dalam hal berpikir atau menerima materi atau intelegensinya kurang.
Selain itu, pada umumnya anak bodoh dapat diartikan salah satu dari beberapa jenis tuna cakap belajar, yang lebih cenderung kepada ketidak berfungsian minimal otak untuk berpikir atau menerima materi, stimulus, rangsangan.



Anak bodoh pada dasarnya ada 2 macam
1. Bodoh Semu
Yang dimaksud bodoh semu adalah anak yang sebenarnya tidak bodoh, tetapi karena suatu atau beberapa hal ia menjadi bodoh. misalnya malas karena kurang dorongan (motivasi), tidak senang kepada gurunya, tidak senang kepada sekolahnya atau beberapa temannya sehingga ogah-ogahan bersekolah, dan masih banyak lagi sebab-sebabnya. Anak-anak macam ini (bodoh semu) bila di tes, inteligensinya cukup tinggi.
2. Bodoh Betulan atau Bodoh Sungguh-Sungguhan
Anak bodoh golongan ini memang betul-betul bodoh. Ciri-ciri yang dapat dilihat misalnya
- Sukar Memusatkan Perhatian
- Dalam permainan bersama sulit bermain sendiri biasanya tergantung pada teman-temannnya
- Mudah bingung
- Perhatiaannya singkat
- Sulit berfikir Abstrak
- Hanya mampu mengerjakan tugas-tugas sederhana
- Bila mendapat kesukaran mengatasinya dengan cara yang itu-itu juga, tidak mencoba dengan cara-cara (kemungkinan-kemungkinan) yang lain
- Perbendaharaan bahasa kurang
- Perasaannya biasanya tidak stabil
- Sukar menyesuaikan diri di kehidupan sosial.
Untuk memastikan sebaiknya diteskan kecerdasannya.
* Bila Hasil test IQ 75-90 (misalnya 82) maka anak tersebut digolongkan “anak Lambat”(slow learner). Anak slow learner masih bisa mengikuti sekolah biasa.
* Bila hasil tst IQ 50-75 (misalnya 63) maka anak tersebut disebut anak dungu (mentally retarded). Anak dungu (mentally retarded) harus masuk sekolah khusus
Cara-cara menangani anak Slow learner
  • Belajar sedikit tetapi berhasil, lebih baik dari pada belajar banyak tetapi tidak berhasil.
  • Gunakan alat-alat peraga yang konkrit, seperti gambar-gambar, tiruan, map, poster-poster dan contoh-contoh (demonstrasi)
  • Dalam pelajaran berhitung, perhatian khusu hendaknya dicurahkan pada makna (arti) dan hubungan pengertian-pengertian.
  • Beri ulangan yang banyak secara sistematis dengan cara mendrill (melatih terus-menerus). Alat-alat audio-visual sangat menolong ingatannya.
  • Gunakan cara-cara permainan dan drama dalam memberikan pelajaran
  • Tugas-tugas yang diberikan singkat dan jangan sukar.
  • Berilah banyak pujian walaupun terhadap prestasinya yang kecil sekalipun
  • Gunakan cara-cara membangkitkan kemauan lainnya (kecuali pujian), seperti pemberian hadiah, penjelasan tentang gunanya bersekolah dan sebagainya
  • Carilahteman belajar yang dapat diajak bekerjasama.
  • Perhatikan perkembangan sosialnya. Bermain peranan (berperan sebagai dokter, guru dan sebaginya) atau bermain boneka sangat menolong
  • Tingkatkan kesehatannya dengan olah raga, permainan dan makan yang cukup, permainan yang baik untuknya adalah permainan yang dapat meningkatkan kelincahan gerak
  • Selidiki bakat-bakat khusus. Bila telah ketemu kembangkan (mungkin mengambar, menari dan sebagainya)
  • Bila sebenarnya ia anak normal (IQ kurang lebih 100) atau cerdas (IQ lebih 110), maka harus dicari sebab-sebabnya mengapa ia menjadi bodoh. Bila karena suasana sekolah atau gurunya coba diadakan pendekatan-pendekatan kepada gurunya. Dan bila karena keluarga yang tidak beres, maka harus segera membereskannya

Sumber: Mengatasi kesulitan-kesulitan dalam pendidikan anak Oleh Suhartin R.i. Drs., Penerbit Gunung Mulia, 2004

Gejala Anak Hyperaktif

Kenali 10 Gejala Anak Hyperaktif

Bagi anak kecil, hidup adalah untuk bermain sehingga wajar kalau usia ini adalah usia yang sangat aktif. Namun kalau terlalu aktif, maka bisa digolongkan sebagai gangguan perilaku atau lebih tepatnya hiperaktif. Seperti apa tandanya?
Perilaku hiperaktivitas pada anak sering muncul bersama gangguan perilaku yang lain, yakni gangguan pemusatan perhatian. Keduanya dikenal dengan istilah Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) atau dalam Bahasa Inggris, Attention Deficit and Hyperactivity Disorder (ADHD).
Gangguan ini paling sering ditemukan pada anak usia prasekolah, namun sesekali ditemukan juga hingga usia 11 tahun. Pada usia sekitar 4 tahun, diperkirakan 40 persen anak pernah mengalami gangguan semacam ini dengan berbagai tingkat keparahannya.
Bagi orang awam, agak sulit menilai apakah perilaku anak sudah bisa dikatakan hiperaktif atau masih wajar. Akibatnya anak dengan gangguan ini sering terabaikan dan tidak mendapat terapi yang semestinya, sehingga perkembangan mental dan kecerdasannya terhambat.
Mudahnya, kelakuan anak bisa dikatakan mulai tidak wajar dan mengarah ke GPPH jika sudah menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut, seperti dikutip dari Livescience, Rabu (15/8/2012).
  1. Selalu memanjat, meski sudah dilarang.
  2. Melakukan gerakan yang terus menerus, seperti menghentak-hentakkan kaki, tidak bisa duduk tanpa menggeliat, kaki tidak bisa diam serta selalu ingin berdiri dan bergerak.
  3. Berlari dan bergerak sangat cepat, kadang sampai memicu cedera serius misalnya sampai dijahit, bahkan meski sudah dilarang-larang.
  4. Khusus untuk umur 4 tahun, tidak bisa melompat hanya dengan satu kaki.
  5. Tidak bisa akur dengan yang lain, sesekali menunjukkan sikap agresif sampai harus dipisahkan dari teman-temannya.
  6. Lebih berisik dan teritakannya lebih keras dari teman-teman sepermainannya.
  7. Sering berteman dengan orang asing, meski dengan sangat hati-hati.
  8. Sangat sedikit memiliki rasa takut, yang kadang-kadang justru menempatkan anak tersebut dalam situasi berbahaya.
  9. Tidak mampu fokus pada hsatu hal selama lebih dari beberapa menit tanpa merasa bosan.
  10. Sulit mengikuti kegiatan yang membutuhkan perhatian, meski hanya untuk semenit atau 2 menit.

Gangguan Kecerdasan Anak dan Pengobatanya

Betapa cemas sebagai orang tua bila mengetahui anak tersayang mengalami gangguan kecerdasan ( bodoh ), kemana lagi harus berobat. 

Sebelum kita berobat ada baiknya keta mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kecerdasa anak ?

  1. Faktor Keturunan (genetik)
  2. Faktor Gizi, dan 
  3. Faktor Lingkungan
Faktor keturunan (genetic) mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi kecerdasan anak, karena kecerdasan itu diturunkan melalui gen-gen dalam kromosom.

Faktor gizi juga sangat berpengaruh bagi kecerdasan anak. Gizi yang baik sangat berperan dalam pertumbuhan sel-sel otak, terutama pada saat ibu hamil, menyusui dan saat bayi masih kecil.

Faktor Lingkungan . Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang kondusif dan mendukung kebutuhan mental bagi anak. Yang dimaksud dengan kebutuhan mental adalah kebutuhan akan kasih sayang, rasa aman, pengertian, perhatian, penghargaan, dan rangsangan intelektual. Kekurangan rangsangan intelektual pada masa bayi dan balita dapat menyebabkan hambatan pada perkembangan kecerdasan. Misalnya, pada bayi-bayi yang ada di panti asuhan.

Penghambat perkembangan kecerdasan anak

Ada beberapa faktor yang dapat menghambat perkembangan kecerdasan anak. Secara garis besar dapat kita bagi kedalam 3 golongan penyebab, yaitu :
  1. Penyebab organ biologis  Kekurangan pada organ biologis bisa menhambat perkembangan kecerdasan anak. Yang dimaksud dengan penyebab organ biologis adalah setiap kerusakan yang terjadi pada sel-sel otak, yang bisa disebabkan oleh penyakit, tumor otak, kecelakaan, ataupun kekurangan gizi.Di Indonesia penyebab organ biologis merupakan faktor penting, karena faktor infeksi dan kekurangan gizi masih banyak terjadi pada para ibu hamil, bayi, dan balita. Infeksi mudah menyerang tubuh yang lemah, misalnya karena kekurangan gizi. Pengobatan yang tidak tepat dan cepat bisa mengakibatkan menjalarnya kuman-kuman ke otak dan mengakibatkan peradangan otak atau selaput otak. Sel-sel-otak menjadi rusak akibat peradangan, sehingga tak dapat berfungsi lagi. Makin berat kerusakan sel-sel tersebut, makin berat pula gangguan fungsi otak yang terjadi.
  2. Penyebab lingkungan sosial  Selain sebagai pendorong kecerdasan anak, lingkungan sosial juga bisa menjadi penghambat perkembangan kecerdasan anak. Yang dimaksud dengan penyebab lingkungan sosial adalah hambatan-hambatan yang disebabkan oleh lingkungan dimana si anak tinggal, seperti misalnya kekurangan rangsangan mental pada bayi dan anak. Biasanya, hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan orang tua dan juga oleh faktor kemiskinan. Bagi masyarakat golongan ekonomi lemah, semua sumberdaya dan keuangan orang tua telah habis untuk mencukupi sandang dan pangan. Sehingga, orang tua tidak mempunyai perhatian yang cukup untuk mendidik anak-anaknya. Kebanyakan anak-anak itu dibiarkan tumbuh sendiri dan meniru apa yang mereka lihat di lingkungannya.
  3. Penyebab yang misterius Penghambat kecerdasan anak lainnya adalah penyebab yang misterius. Dalam dunia kedokteran banyak sekali hal yang masih misterius dan belum bisa dijelaskan secara ilmiah, termasuk dalam hal kecerdasan anak. Misalnya anak-anak yang menderita keterbelakangan mental, yang disebut golongan mongoloid.  Disebut mongoloid oleh karena mereka mempunyai penampilan yang sama, yaitu bentuk tubuhnya pendek gemuk, jari tangannya pendek, matanya sipit dan ujungnya miring ke atas, hidungnya pesek, mulutnya kecil dengan ujung ke bawah. Selain itu mereka juga menderita keterbelakangan mental.Anak-anak golongan mongoloid itu menderita kelainan kromosom, yang sampai sekarang dunia kedokteran belum bisa menjelaskan mengapa kelainan itu sampai terjadi. Akhirnya, kecerdasan anak harus kita sikapi dan pahami dengan bijak. Setiap anak memiliki kecerdasannya masing-masing yang berbeda satu dengan yang lain. Bila anak kita tidak menonjol dalam satu hal, boleh jadi ia memiliki bakat lain yang belum kita ketahui. Kita tidak pernah tahu kelak ia akan menjadi ekonom, musisi, fisikawan atau atlet dan lain-lain. Adalah tugas orang tua untuk mendidik dan membimbingnya, sehingga anak tersebut “menemukan” kecerdasan dan bakat terbaiknya.
Info di rangkum dari berbagai sumber


PENGOBATAN KECERDASAN ANAK YANG MENURUN
Tabib MASRUKHI,MPA
 


Bapak Ibu yang terhormat 
Sepanjang di sebabkan faktor biologis Insya alloh kami masih bisa menanganinya 
  • Apakah anak anda ada riwayat kejang-kejang waktu kecil ?
  • Pernah kah anak anda sakit panas yang tidak kunjung sembuh ?
  • Anak anda kurus ? pernah sakit flex ?
  • Apakah anak anda malas sekali belajar ?
  • Apakah anak anda merasa pusing jika kecapaian atau belajar ? sehingga di sekolah mendapat nila 6 saja harus bersusah payah bahkan sering tidak lulus ? dll
Bila anda sudah berobat kemana saja belum menunjukan hasil yang di harapkan / belum juga sembuh, hubungi kami 0858  6941  2009
Demikian semoga manfaat.

BAHAYA MAIN GAME

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak dapat dipungkiri, sebagian besar anak Indonesia masa kini gandrung akan permainan moderen seperti Play Station dan Nintendo. Tapi siapa yang mengetahui potensi buruk yang ditimbulkan dari permainan tersebut?
Peneliti Mainan dan Permainan Tradisional, Mohamad Zaini Alif, mengatakan, ada sejumlah efek negatif yang ditimbulkan dari permainan moderen. Zaini menyebutkan, paling tidak, efek tersebut muncul pada kondisi kesehatan dan psikologis pemain permainan modern itu.
Dari sisi kesehatan, Zaini menjelaskan, mereka yang kerapemainkan Play Station cenderung akan mengalami cedera pada tulang belakang. Terutama, ujar dia, mereka yang selama berjam-jam berada di depan layar televisi dan memainkan stik yang ada di tangannya.
Kondisi seperti itu, ujar Zaini, akan berkontribusi pada penyakit tulang belakang yang diakibatkan karena keadaan tulang yang senantiasa statis. Karena tidak bergerak dalam waktu lama, ujar dia, tulang kemudian menjadi kaku dan kaget saat ada gerakan pada tulang tersebut. "Bila berulang kali seperti itu, maka akan terjadi cedera di sana," ungkap Zaini, Ahad (6/5).
Kemudian, tutur Zaini, tangan yang kerap memegang stik dan menekan sejumlah tombol yang ada dalam kurun waktu yang cukup lama, juga dapat membahayakan. Kondisi seperti itu, ungkap dia, akan berkontribusi pada kemunculan sindrom vibrasi lengan. "Efeknya, tangan akan senantiasa bergetar," tutur Zaini.
Selain dari sisi kesehatan, Zaini mengatakan, permainan modern juga mempengaruhi kondisi psikologis pemainnya. Kondisi tersebut, tutur Zaini, berpotensi memberikan dampak negatif saat berinteraksi dengan masyarakat.
Zaini menjelaskan, pada permainan moderen, kemenangan adalah tujuan utama. Bila seorang pemain belum memperoleh kemenangan, tutur Zaini, dia belum merasa senang. Sehingga, ujar dia, esensi permainan yang seharusnya adalah untuk kesenangan dan menyenangkan menjadi pudar.
Imbasnya, ujar Zaini, para pemain permainan moderen akan melakukan apa saja untuk memenangkan tantangan yang ada. Bahkan, ujar dia,kalau ada kecurangan yang bisa dilakukan, pasti akan diterapkan untuk mengincar kemenangan yang berdampak pada kesenangan. "Jika praktik itu diterapkan di dunia nyata, maka dunia ini akan berisi orang-orang curang," tutur Zaini.
Disclaimers : Keingingan sembuh dari pasien dan dukungan keluarga serta lingkungan pergaulan sangat mempengaruhi tingkat kesembuhan. Segera di obati sebelum terlambat